Cerita 17

38.2K 2.4K 10
                                        

🌺🌺

Pagi harinya, Ara kesiangan. Ia bangun pukul sepuluh pagi. Sungguh hal yang tidak biasa karna Ara tidak pernah bangun se-siang ini.

Salahkan kantuknya yang baru menyapa saat pukul dua dini hari. Bahkan kepala Ara pusing karna bangun lalu kaget melihat jam dinding di kamarnya

Setelah mandi dan berganti pakaian, Ara dengan berat hati harus turun kelantai satu. Ara lapar dan setelah ia pikir ulang, kenapa Riana tidak membangunkannya untuk sarapan?

"anak kamu kemana"? Ara berhenti dipertengahan tangga mendengar suara Radit

Anakmu?

Ara hampir saja lupa, tentu saja ia hanya anak dari Riana dan Radit tidak pernah menganggapnya ada

"biar tidur dulu, dia capek" Riana menjawab singkat. Jika sudah begini, Ara malas untuk turun, ia tidak ingin berada di tempat dimana sosok Radit juga ada disana

"minggir" Ara menoleh, menemukan Dewa yang berdiri dibelakangnya, kedua tangan pria itu dimasukkan ke saku celananya

"Dewa, apa kabar"? Ara memberanikan diri bertanya, meski dari raut wajah Dewa pun sudah dapat ia tebak jawabannya apa

"buruk, makin buruk setelah liat kamu" katanya, walau terdengar tanpa nada namun tetap ampuh menyakiti Ara.

Dewa Raharja, pria yang lebih tua setahun daripada Ara. Dulunya mereka satu sekolah, Dewa adalah kakak kelasnya.

Awalnya mereka baik-baik saja, tidak ada yang buruk. Tiap hari Dewa akan menjemputnya untuk berangkat bersama, makan di kantin bersama, melakukan semuanya sama-sama. Ara merasa nyaman. Ia seperti menemukan kebahagiaan lain dengan kehadiran Dewa.

Pria itu bilang, bahwa ia mencintai Ara sejak pertama kali Ara masuk ke sekolah itu, namun dewa baru berani mengatakan perasaanya dua tahun kemudian. Saat Ara sudah duduk di bangku kelas tiga, saat Dewa sudah lulus dan bersiap kuliah.

Ara pikir semuanya akan berjalan mudah, ia senang akan pengakuan Dewa karna ia pun merasakan hal yang sama. Namun Ara terlalu menikmati euphoria yang ada sehingga menganggap semuanya akan sempurna.

Nyatanya, malam saat Ara bersiap makan malam dengan Dewa, pria itu justru tidak datang sendiri kerumahnya. Ada pria lain bersamanya.

Radit. Ayah kandung Dewa

Miris sekali memang, Riana yang akhirnya memutuskan menikah lagi setelah empat tahun ditinggal suami mungkin akan merasa baik-baik saja. Namun tidak dengan Dewa, pria itu tidak pernah menginginkan ayahnya menikah di dua bulan setelah ibunya meninggal

Ara tidak ingin egois, ia melihat dengan jelas tatapan cinta yang Riana berikan untuk Radit. begitu pula sebaliknya.

Hari itu Dewa menolak dengan keras, ia berteriak marah bahkan dengan berani mengatakan perihal hubungan mereka

Ara hanya bisa menangis

Beberapa bulan setelahnya, tidak ada yang berubah. Radit tetap memutuskan menikah dan setelah beberapa hari tinggal bersama, Ara menyadari apa yang telah berubah. Radit dan Dewa bagai orang asing. Radit tidak menyukai dirinya karna menganggap berubahnya Dewa adalah karna ulahnya.

Mereka seharusnya tidak melakukan hubungan apapun

Hubungan katanya? Hubungan apa yang Radit maksud? Mereka bahkan telah berhenti sebelum semuanya dimulai

Radit tidak suka Ara karna berfikir ialah penyebab Dewa berubah

Dewa mulai benci Radit karna pria itu begitu cepat menggantikan posisi ibu kandungnya

STRUMFREI✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang