Moms: yaudah gak papa, temen mama punya banyak waktu kok buat kalian. Semoga andra cepet sembuh kamu juga jaga kesehatan
Pesan balasan dari Riana hanya Ara balas stiker tanda terima kasih plus emot jempol kuning dua
Fitting baju gagal karna Andra kemarin malam mengiriminya pesan mengatakan bahwa dia sedang tidak enak badan dan meminta Ara datang ke apartemennya. Bahkan ara bangun pagi untuk sekedar membuatkan Andra bubur, walaupun Ara tau kalau ia tidak handal dalam itu apalagi mengurus orang sakit.
Untung saja orang yang mengurus baju pengantin mereka adalah teman baik Riana jadi mereka cukup dapat keringanan.
Jam sembilan tepat, Ara sudah sampai depan apartment Andra dimana Ara agak heran karna pintu itu terbuka setengah dan.. berisik
"kamu lihat kan? Calista yang tau kamu sakit langsung datang kesini. itu calon istri kamu mana"? Ara tau, jarak antara sofa dan pintu masuk memang tidak jauh, makanya suara Mira masih terdengar walau kecil
Cukup menusuk, hingga membuat Ara meremas paper bag ditangannya
"dia sudah di jalan ma" terdengar Andra membela, Ara tidak mengabari Andra soal dia sudah di jalan atau belum karna terlalu sibuk masak bubur yang ia sendiri bahkan bingung kenapa ia melakukan ini? kenapa ia mau repot-repot padahal dia bisa beli diluar?
"Calista lebih bisa ngurus kamu, dia buatin kamu sup. Cepet makan" kata Mira lagi lalu suara Calista menyusul setelahnya
Ara tidak tau lagi mereka bicara apa karna Ara memilih pergi dari sana. tiba-tiba Ara merasa kesal, kenapa Andra menyuruhnya datang kalau ada Mira disana. Mira mungkin masih bisa Ara terima tapi Calista?
"permisi mbak" sapa Ara ramah, senyum lebar turut di sertakan walau terpaksa
"pagi mbak, ada yang bisa saya bantu" balas resepsionis itu tak kalah ramah
"saya mau titip ini mbak, tolong diantar ke kamar atas nama pak Kalliandra Mahardika bisa"? wanita itu mengangguk pertanda boleh, lalu Ara memilih pulang.
Ada dua rencana yang gagal hari ini, lebih tepatnya ada tiga.
Tidak jadi bertemu oma
Tidak jadi fitting baju
tidak jadi menjenguk Andra dan bertanya pada pria itu bagaimana rasa bubur buatannya
Karna Ara baru pertama kali buat itu
Sekarang Ara bingung, mau kemana dia di hari sabtu ini?
Lalu nama Nadia muncul, kost Nadia sudah tidak jauh dari sini. Maka Ara memutuskan kesana saja. Ara butuh teman cerita
****
"lo ada masalah ya? dari tadi bengong aja" Nadia meletakkan jus mangga depan Ara
"gue mau curhat deh Nad"
"sori gue bukan mamah dedeh"
"gue serius"!
"lo pikir gue becanda? gue emang bukan mamah dedeh kok sumpah"!
Ara memutar bola mata, menaikkan kedua kakinya keatas kursi menunggu Nadia yang sedang membuat mie instan duduk di hadapannya
"jadi apa yang membuatmu sampai harus kemari anak muda" ? tanya Nadia selepas meniup mienya dan memasukkan makanan sejuta umat itu ke mulut.
"kira-kira lo bakal gimana Nad, kalau gue bilang gue mau nikah"? Ara bukan tidak mau cerita pada Nadia tapi Ara takut kalau nanti Nadia bertanya alasan kenapa Ara menerima untuk menikah dengan Kalliandra, padahal dulu Ara anti sekali dengan Kalliandra
Ara mungkin punya alasan, tapi Ara belum siap menerima respon orang lain mengenai alasannya. Sementara dia sendiri belum tau mengenai perasaanya.
"sama pak Andra"? balas Nadia santai sembari mengunyah
"orang nanya jawab bukan malah nanya balik"
"terus sama siapa"? Nadia juga lihat dan paham arti sikap Kalliandra belakangan ini. Ketertarikan dosen itu pada Ara cukup kentara belakangan. Tapi Ara saja yang bodoh karna tidak sadar. Sadar pun Ara belum tentu mau sih
"ya bagus, banyak orang sekarang nikah muda" Nadia yang memang cepat dalam hal makan ia sudah menghabiskan satu mangkok mie-nya
"gue mau nikah bukan karna sekarang lagi nge-trend Nad"
"emang lo serius mau nikah"?
"emang lo gak mau nikah"?
"gue nanya jawab, bukan malah nanya balik" Ara mengepalkan tangan, berusaha bersabar atas sikap sahabatnya. Jangan sampai ia bakar kost ini beserta Nadia sekalian
"contoh Nad, misal. Gue nikah bulan depan gitu misalnya. Lo gimana"? Nadia angkat bahu saja
"ya mau gimana, gue turut seneng lah asal lo undang gue. Jangan lo nikah kalo lo gak undang gue" garpu bekas makan mienya Nadia gunakan untuk menunjuk-nunjuk Ara.
"apaan sih"!
"kalo gue nikah sama pak Andra"? Nadia menyemburkan tawa sampai hampir jatuh dari kursi saking hebohnya tertawa.
Lebay sekali memang
"gak mungkin, pak Andra udah gak mau sama lo. Lo sih sok jual mahal"! hardiknya dengan tega. Ara sepertinya memang harus mempertimbangkan ulang untuk berteman dengan Nadia
"misal Nad"!
"gak mungkin! nyesel kan lo"?! lalu Nadia tertawa lagi. Percayalah keinginan Ara untuk menjambak Nadia besar sekali sekarang
Kudu sabar ra, sabar
"pak Andra udah mau nikah, jangan ganggu. Pelakor udah gak jaman sekarang"
Dan ara menggebrak meja makan Nadia, membuat tawa Nadia semakin keras.
Lagu boombayah kembali terngiang nama kali(aja)andra terpampang di layar
Ara memilih membiarkan saja, sampai lagu korea itu selesai dan begitu terus hingga tiga kali
"angkat kali, siapa sih"?
"gak tau, males" Ara tidak marah pada Andra sebenarnya, karna Ara juga dengar sendiri bagaimana Andra membelanya. Tapi Ara malas bertemu atau bicara dengan Andra sekarang
"lo lagi galau-in cowok ya"? Terakhir kali Nadia dengar tentang kegalauan Ara adalah saat ia tau Dewa akan jadi saudaranya. Sejak itu tidak pernah ada lagi kabar mengenai Ara yang dekat dengan pria. Mungkin Ara masih trauma karna pada Dewa dulu, Ara menunggu cukup lama hingga tinggal satu langkah lagi mereka bersama kenyataan lain menyusul. Memaksa mereka berpisah mau tidak mau.
Untungnya Ara perempuan pintar, dan tidak egois. Ia lebih memilih keluarga daripada cintanya sendiri
Nadia sendiri juga yakin, tidak perlu repot-repot karna sesuatu yang di takdirkan untuk kita jika itu memang milik kita tuhan akan memberikannya tanpa kompromi
Begitu juga jodohnya Ara, mau di belahan dunia mana pun dia berada pasti mereka akan bertemu.
"gak, mood gue lagi agak berantakan aja sekarang" lebih berantakan dari biasanya. Ara sadar sih bahwa dirinya memang terlampau sering mengalami pasang surut mood tapi yang sekarang benar-benar membuatnya kesal
Satu pesan dari Kalliandra yang sebenarnya masuk dari tadi tapi baru Ara baca.
Kali(aja)andra: kamu dimana sayang? saya sudah terima buburnya. Makasih itu enak. Bisa tolong kamu angkat telfon saya?
Ara menaikkan alis? benar-benar dimakan atau Andra hanya sekedar ingin menenangkan ya? kan disana ada Mira dan Calista yang pasti juga membawa makanan untuk Andra
Vote? Follow? Thanks
KAMU SEDANG MEMBACA
STRUMFREI✓
Chick-LitTernyata memang benar, garis antara cinta dan benci itu nyaris tak ada. Dari yang bukan siapa-siapa bisa menjadi teman hidup.
