Cerita 40

33.9K 1.8K 10
                                        


Vote? Follow? Thanks 🥰





Libur sudah hampir habis, dan selama masa liburan itu Ara tidak kemana-mana. Ia hanya dirumah saja dengan kegiatan yang itu-itu saja pula

Sebenarnya Ara gelisah, karna sudah sejak beberapa hari lalu Dewa tidak juga pulang kerumah, kemarin Ara tidak sengaja mendengar Radit bicara bersama Riana dan mengatakan bahwa Dewa memutuskan untuk tinggal di apartment sendirian. Jika saja Ara tau dimana letak apartment itu Ara pasti akan kesana. Meminta maaf pada Dewa entah untuk apa jelasnya, Ara juga masih bingung. Tapi ia rasanya juga tidak bisa kalau tidak meluruskan ini pada Dewa

Ara yang sedang berbaring telentang memandang langit kamarnya yang polos terbangun mendengar ketukan tidak sabar dari Riana

"biasa aja kali ma, masih pagi ini" Riana masuk buru-buru. Membuka lemari besar putrinya dan mengeluarkan dress dari sana

"mandi sana, dandan. Bentar lagi Andra datang" Ara melongo. Kenapa tiba-tiba? Sekarang pun Ara sedang dalam mode emosi pada Andra karna laki-laki kurang ajar itu sama sekali tidak menghubungi Ara. jangankan telfon, kirim pesan pun tidak. Maka ara pun melakukan hal yang sama. Takut ternyata ia menganggu. Secara Kalliandra adalah orang sibuk

"ngapain ma"?

"kok ngapain sih! ya mau ngelamar lah udah sana mandi, mama kesini lagi awas kamu belum siap"! ancamnya lalu keluar dari kamar Ara. kehebohan seketika terjadi. Riana berteriak memanggil nama Radit untuk ikut bersiap dan dua ART yang lain juga turut sibuk

Kadang Ara lupa kalau dirumah ini ada ART karna Riana lebih sering turun tangan sendiri

Tapi lupakan soal itu, yang menjadi masalah sekarang adalah mahkluk tuhan bernama Kalliandra sebentar lagi akan kesini

Melamar!

Ara ulangi MELAMAR

Ara mengambil ponselnya yang tergeletak diatas kasur lalu menghubungi Kalliandra

Kalo dia gak angkat telfon gue, gue kabur dari lamaran ini!

"bapak gimana sih kok gak bilang kalau bakal datang hari ini"! sembur Ara tanpa basa-basi. hening sejenak menyapa Ara.

Bukannya saya udah bilang, minggu depan saya kesana lagi

Minggu depan memang berarti hari ini, dimana itu juga berarti libur sisa dua hari lagi

saya sudah bilang ke orang tua kamu

"tapi bapak gak ngabarin saya apa-apa jangankan soal lamaran kirim__

Ara terpaku, sadar akan keceplosan yang ia lakukan lalu memukul keningnya pelan

Kamu kangen yah?

"gak usah GR"!

Saya kangen kamu Ra, maaf akhir-akhir ini saya sibuk. Sengaja saya gak ngabarin kamu. pengen tau gimana reaksi kamu

Ara susah tidur, bahkan ia berfikir perjuangan Andra cuma sampai sana. karna setelah Ara bilang mau menikah, tidak ada lagi kabar dari Andra.

Tapi kayaknya kamu biasa aja ya

Pelan, Ara jadi merasa tidak enak padahal Ara gelisah setengah mampus memikirkan kemana Andra sampai rasanya ia muak sendiri

"saya nyariin bapak, gak berani telfon takut ganggu"

Hening kembali

Saya kesana sebentar lagi ya

Ara mengangguk padahal Andra juga tidak bisa melihat anggukan itu

STRUMFREI✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang