Vote? Follow? Thanks 🥰
Libur sudah hampir habis, dan selama masa liburan itu Ara tidak kemana-mana. Ia hanya dirumah saja dengan kegiatan yang itu-itu saja pula
Sebenarnya Ara gelisah, karna sudah sejak beberapa hari lalu Dewa tidak juga pulang kerumah, kemarin Ara tidak sengaja mendengar Radit bicara bersama Riana dan mengatakan bahwa Dewa memutuskan untuk tinggal di apartment sendirian. Jika saja Ara tau dimana letak apartment itu Ara pasti akan kesana. Meminta maaf pada Dewa entah untuk apa jelasnya, Ara juga masih bingung. Tapi ia rasanya juga tidak bisa kalau tidak meluruskan ini pada Dewa
Ara yang sedang berbaring telentang memandang langit kamarnya yang polos terbangun mendengar ketukan tidak sabar dari Riana
"biasa aja kali ma, masih pagi ini" Riana masuk buru-buru. Membuka lemari besar putrinya dan mengeluarkan dress dari sana
"mandi sana, dandan. Bentar lagi Andra datang" Ara melongo. Kenapa tiba-tiba? Sekarang pun Ara sedang dalam mode emosi pada Andra karna laki-laki kurang ajar itu sama sekali tidak menghubungi Ara. jangankan telfon, kirim pesan pun tidak. Maka ara pun melakukan hal yang sama. Takut ternyata ia menganggu. Secara Kalliandra adalah orang sibuk
"ngapain ma"?
"kok ngapain sih! ya mau ngelamar lah udah sana mandi, mama kesini lagi awas kamu belum siap"! ancamnya lalu keluar dari kamar Ara. kehebohan seketika terjadi. Riana berteriak memanggil nama Radit untuk ikut bersiap dan dua ART yang lain juga turut sibuk
Kadang Ara lupa kalau dirumah ini ada ART karna Riana lebih sering turun tangan sendiri
Tapi lupakan soal itu, yang menjadi masalah sekarang adalah mahkluk tuhan bernama Kalliandra sebentar lagi akan kesini
Melamar!
Ara ulangi MELAMAR
Ara mengambil ponselnya yang tergeletak diatas kasur lalu menghubungi Kalliandra
Kalo dia gak angkat telfon gue, gue kabur dari lamaran ini!
"bapak gimana sih kok gak bilang kalau bakal datang hari ini"! sembur Ara tanpa basa-basi. hening sejenak menyapa Ara.
Bukannya saya udah bilang, minggu depan saya kesana lagi
Minggu depan memang berarti hari ini, dimana itu juga berarti libur sisa dua hari lagi
saya sudah bilang ke orang tua kamu
"tapi bapak gak ngabarin saya apa-apa jangankan soal lamaran kirim__
Ara terpaku, sadar akan keceplosan yang ia lakukan lalu memukul keningnya pelan
Kamu kangen yah?
"gak usah GR"!
Saya kangen kamu Ra, maaf akhir-akhir ini saya sibuk. Sengaja saya gak ngabarin kamu. pengen tau gimana reaksi kamu
Ara susah tidur, bahkan ia berfikir perjuangan Andra cuma sampai sana. karna setelah Ara bilang mau menikah, tidak ada lagi kabar dari Andra.
Tapi kayaknya kamu biasa aja ya
Pelan, Ara jadi merasa tidak enak padahal Ara gelisah setengah mampus memikirkan kemana Andra sampai rasanya ia muak sendiri
"saya nyariin bapak, gak berani telfon takut ganggu"
Hening kembali
Saya kesana sebentar lagi ya
Ara mengangguk padahal Andra juga tidak bisa melihat anggukan itu
KAMU SEDANG MEMBACA
STRUMFREI✓
ChickLitTernyata memang benar, garis antara cinta dan benci itu nyaris tak ada. Dari yang bukan siapa-siapa bisa menjadi teman hidup.
