Yang nungguin?
____
"Ada murid baru," heboh Yara mendekati Dira.
"Bagus dong," komentar Dira langsung. Gadis itu masih asik memakan roti bakar yang dibelinya didepan sekolah tadi.
"Ganteng?" tanya Winda heboh.
"Iya, gans. Ada dua kan murid baru, cewek cowok," jelas Yara.
Dinda mengangguk semangat. "Cowoknya ganteng banget anjiirr!! Dia dikelas kita nanti. Kalau yang cewek dikelas sebelah," jelas Desi heboh.
Dira mengernyit. "Kembar? Saudaraan?" tanyanya bingung.
Yara menggeleng, "kaga."
"Yang satu pindahan dari luar, yang laki cuma pindah sekolah doang," ujar Yara menjelaskan.
"Oo," mulut Dira membulat membentuk huruf o.
"Ah o ah o, mulu lo. Nih ya, cowoknya itu ganteng banget njiirrr. Walaupun gantengan Kak Erlan atau Kak Allard tapi sifatnya beda jauh," jelas Desi heboh.
Dira hanya mengangguk menanggapi, ini dari mereka berempat yang ketinggalan berita cuma dia doang?
"Hah?" tanya Winda bingung.
Desi dan Yara berdecak. "Nih ya, Kak Allard, Kak Erlan. Udah nggak diraguin, famous? Iya. Ganteng? Iya. Nggak ada akhlak? Iya."
Dira malah terkekeh mendengar ucapan Yara yang antara menjelekkan dua orang itu atau memuji. Tapi Erlan emang gak punya akhlak sih, dikit.
"Bener tuh! Kalau yang ini, dari yang gue lihat pas dia ada disini kemaren gegara lihat-lihat SMA. Ramah banget, ganteng apalagi, murah senyum, beuh, mantep!" ujar Desi heboh.
Winda mengela nafas bingung, bimbang. "Gue udah punya cowok, masa iya mau selingkuh,"
Mereka tergelak mendengar ucapan Winda yang memang sering asal ceplas-ceplos itu.
"Bego," ujar Dira meraih ponselnya yang tergeletak diatas meja.
"Ntar, pepet Des!!" kompor Yara langsung. Cewek itu kemudian menoleh kearah Dira. "Eh lo aja. Suka kan lo modusin orang!" teriak Yara keras sehingga mereka jadi perhatian seluruh penjuru kelas sekarang.
Dira menatap Yara datar. "Lambemu!"
Atensi mereka teralihkan saat bel berbunyi nyaring tanda awal pembelajaran. Harapanya pasti akan jamkos, tapi apalah daya saat mereka melihat Bu Nani masuk diikuti salah satu cowok.
"Selamat pagiii!!" sapa Bu Nani.
Dira tak menjawab, tatapanya terpaku pada orang itu. Ganteng sih, banget. Tak salah kan kalau sekarang Dira kagum?
"Hm, tatapan kalian biasa aja!" sentak Bu Nani saat melihat tatapan siswinya yang terdiam menganga.
"Buset," dengus Dira pelan mulai memperhatikan.
"Oke, perkenalkan nama kamu," ujar Bu Nani ramah yang disambut senyum manis oleh cowok disampingnya.
Tentu saja hal itu membuat seluruh anak memekik girang. Yang perempuan, termasuk dira yang terpana. Dira itu cewek, yang gampang baper, gampang oleng kalau ada cogan. Itu Dira, jadi jangan salahkan. Itu manusiawi.
"Kenalin nama gue Rayhan, pindahan dari SMA N 1," ujar cowok itu ramah.
"Rayhan, kamu boleh duduk dibelakang bangku Yara."
Yara otomatis dengan semangat mengangkat tanganya, membuat Rayhan paham mana orang yang bernama Yara itu. Cowok itu berjalan santai menuju bangku kosong dibagian paling belakang.
KAMU SEDANG MEMBACA
SENIOR LOVE
Roman pour AdolescentsErlan Anggara, ketua osis di SMA nya sendiri, SMA Cakrawala. Dingin, bermulut pedas, itu yang mereka kenal dari Erlan. Satu lagi, tampan. Semua wanita yang melihatnya akan tergila-gila, tapi tak ada berani yang mendekatinya. Erlan tak bisa tersentuh...
