Happy Reading
Klo nemuin typo komen
*********
RayXander NYC Coorp's
Seorang pemuda tampan sedang duduk di kursi kebesarannya yang pertama sedangkan yang kedua berada di manison-nya. Ruangan tersebut baru saja dimasukinya 1 jam yang lalu setelah mengadakan rapat dengan sebuah perusahaan yang nyaris gulung tikar. Didepannya beberapa tumpuk dokumen dan sebuah komputer yang sejak tadi menyala. Kini, dia sedang membaca dokumen dengan teliti, setelah memastikan tidak ada yang salah, dia menandatanganinya dengan bolpoin.
Bolpoin yang berada ditangannya bukan sembarang bolpoin. Bolpoin tersebut adalah bolpoin yang menjadi saksi dirinya bersusah payah mendirikan perusahaan ini. Setelah selesai dengan satu dokumen, dia beralih mengambil dokumen lainnya.
"Ray ini aku Daniel. Bolehkah aku masuk?"
Suara dari luar yang masuk melalui intercome. Raymond melepaskan diri dari dokumen dan berkata 'masuk' melalui intercome yang berada di dinding dekat kursi kebesarannya. Masuklah Daniel dengan pakaian rapi nya. Di tangan kanannya membawa sebuah laptop sedangkan tangan kirinya digunakan untuk membuka pintu yang berdiri kokoh dengan tulisan 'The Owners' berwarna emas di tengah pintu yang menjulang ke atas.
Daniel duduk di kursi yang berhadapan dengan Raymond. Dia menaruh laptop yang berada di tangan kanannya ke atas meja. Dia menekan tombol on pada laptop. Setelah beberapa detik, Daniel menunjukkan sebuah video dari kamera kecil yang dipasang di Dalila's Bakery untuk memantau sang kekasih tuannya.
Raymond melihat video dengan teliti, sesekali tersenyum melihat wajah kekasihnya. Dilihatnya Zahera yang berada di dapur membuat kue pesanannya. Lalu keluar ketika mendapat panggilan suara dari seseorang yang tak lain adalah Leona. Tatapan Raymond yang awalnya berbinar berubah menjadi tatapan tajam, dingin, dan benci ketika melihat Leona. Zahera keluar dari dapur dan menghampiri Leona yang duduk di meja nomor 4.
Leona memberikan sebuah kotak kepada Zahera. Detik itu juga Raymond menghentikan video yang sedang berputar. Raymond menatap Daniel dengan tanda tanya besar. Daniel yang paham akan isi yang berada di benak tuannya langsung memberi penjelasan.
"Leona memberikan sebuah kotak yang berisi gaun dan juga undangan pertunangan kau dengannya" papar Daniel.
Astaga aku belum membahas ini dengan Zahera
Raymond memijit pelipisnya yang sedikit berdenyut. Daniel paham dengan keadaan, dia mengajukan usulnya yang kemungkinan besar tidak akan berguna.
"Ray, felling-ku ketika dia mengetahui jika kau dengan Leona bertunangan, dia pasti akan pergi meninggalkan kota ini, entah cepat atau lambat…" Raymond mendongakkan kepalanya menunggu kelanjutan ucapan tangan kanannya yang sudah bekerja padanya semenjak dia terjun ke dunia bisnis.
"Aku memiliki seorang adik yang berada di Spanyol. Jika kau mau kau bisa memantau lebih dekat melalui adikku tentang keadaan kekasihmu"
"Maksudmu, kau akan menyerah untuk mengawasi kekasihku" Raymond menaikkan nada bicaranya.
"Bukan, bukan begitu. Maksudku setelah kau bertunangan kau akan sulit untuk berada didekatnya. Tuann dan nyonya Guztavo akan membuatmu kesulitan berada di dekat kekasihmu walaupun semenit " papar Daniel.
"Darimana kau mengetahuinya?" Raymond menaikkan sebelah alisnya.
"Aku mendapat sebuah mimpi" dan Zahera akan segera bertemu dengan kedua orangtua kandungnya lanjut Daniel dalam hati. Raymond mengangguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lightover
RandomMaafkan aku aku adalah pengkhianat. Aku pria terbrengsek. Aku yang berjanji dan bersumpah memastikan kau selalu bahagia tapi akulah yang membuat luka yang teramat dalam di hidup mu -Raymond Xander Benito- Aku rapuh, aku lemah, aku marah...
