"Aku tidak mengerti apa yang anda maksud, Nona." sanggah Rebecca.
"Tidak usah kau berpura-pura baik disini. Katakan yang sebenarnya tujuan kau kemari itu untuk apa? Apa kau dikirim oleh seseorang untuk mengawasi gerak-gerik Diego?!" hardikku.
"Ini semua fitnah, Diego. Aku sama sekali tidak melakukan apa yang dituduhkan Ulyssa pada diriku." sanggah Rebecca lagi.
"Kau pikir aku orang bodoh yang tidak bisa membedakan mana orang yang dulu menjadi pembully-ku dan mana yang bukan. Jadi lebih baik kau mengaku saja perbuatanmu disini, Rebecca. Jangan memaksaku menggunakan cara kasar untuk bisa mendapatkan pengakuanmu." ancamku.
"Aku benar-benar tidak tahu apa-apa, Ulyssa. Jangan menunduhku dengan tuduhan yang tanpa bukti seperti begini. Bila memang kau tidak suka dengan diriku, mending kau katakan saja daripada kau bersikap tidak adil seperti ini." ungkap Rebecca.
"Tidak adil apanya? Aku hanya mengatakan fakta disini. Aku yakin kaulah biang keroknya." kekehku.
"Sya, jangan sembarangan menuduh orang seperti itu. Dia kuperkerjakan untuk mencari pengalaman baru dan bukan untuk mematai-matai kita. Toh dia sudah berkerja hampir 6 tahun bersama dengan diriku dan dalam kurun waktu itu dia sama sekali tidak melakukan hal-hal yang membuatku kehilangan kepercayaan padanya." sanggah Diego membela Rebecca.
"Dia memang disuruh oleh kedua orangtuanya untuk mencari pengalaman dulu tetapi sejak 2 tahun yang lalu usaha orangtuanya sudah di merger dengan perusahaan William. Dan mungkin dia tetap bertahan bekerja di perusahaan ini, karena dialah mata-mata yang dikirimkan William pada perusahaanmu. Seseorang yang tidak terlalu nampak tapi juga berada di posisi yang strategis untuk menghancurkan. Aku tidak tahu bagaimana dia bisa menutupi identitasnya tetapi sekarang pada kenyataannya, dia telah mengecoh dan mau menghancurkan usahamu, Diego. Dialah akar masalah sejak awal." tuduhku.
"Guys! Guys! Aku menemukan suatu fakta yang mencenangkan. Ternyata...." sahut Tae Hyung berlari masuk namun ucapannya harus terhenti saat melihat wajah Rebecca.
"Ini dalangnya. Tidak kusangka orang yang kita percayai selama ini ternyata punya maksud untuk menjatuhkan usaha kita. Dia telah menaruh kamera tersembunyi di salah satu bukumu untuk mengambil semua rencana bisnismu dan memberikannya pada William. Dia juga menaruh recorder di bawah mejamu sehingga William bisa kapanpun mendengar semua yang kita bicarakan selama ini. Dan bodohnya itu sudah berlangsung selama hampir 7 bulan." jelas Tae Hyung sambil mengambil semua barang bukti yang dimaksudnya dan langsung menghancurkannya. Terkuaknya semua kedok Rebecca membuat nyali Rebecca menciut dan berusaha untuk melarikan diri, namun berhasil ditahan oleh Ji Min dan beberapa security yang berada diluar.
"Saya benar-benar tidak tahu apa-apa, Mr. Alvito. Saya lagi difitnah. Itu semua perbuatan jalang tengik itu, Ulyssa. Yang menghancurkan hidup sepupuku dengan tipu muslihatnya dan hampir saja membuat perusahaannya bangkrut jika orangtuaku tidak membantunya." jujurnya yang langsung membuatnya tersadar dan menutup mulutnya.
"Bilangnya tidak tahu tapi apa buktinya? Kita semua disini rasanya bisa dengan mudah tahu bahwa kau pastinya ikut terlibat dalam rencananya William. Apa rencananya? Beritahu kami, Rebecca!" gertak Ji Min.
"Cuih... Sampai kapanpun juga aku tidak akan memberitahu kalian. Naif sekali kalian sampai berpikir aku akan dengan mudah membeberkan rahasia terbesar keluarga Theodore pada saingan bisnis kami. Tidak mudah untuk bisa mencapai tahap ini. Perlu banyak orang yang berkorban termasuk aku. Dan saat ini kalian sudah cukup terlambat untuk mengetahuinya. Bodoh kalian! Uang hasil pendapatan kalian selama ini, selalu aku pindahtangankan untuk membantu pengembangan usaha keluarga kita. Dan kalian tidak pernah menyadari hal itu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Bound to Ex
Romansa"Ditempat inilah aku menginginkan suatu permulaan hidup yang baru. Tanpa adanya masa lalu yang terus menghantuiku setiap malamnya. Namun sayangnya takdir menghendaki kita untuk kembali bersama. Disaat aku berusaha untuk pergi menghindar, aku malah d...
