HAPPY READING!!🔥
Suara deru motor yang di gas hingga habis terdengar jelas mengisi lenggangnya malam ini. Ia terus melaju hingga berhenti di sebuah jalan yang sepi dengan pohon-pohon besar yang menjulang tinggi di sekitarnya. Denta melepas helm full face-nya menatap sekeliling yang tampak gelap. Seseorang tiba-tiba menelponnya dengan menggunakan suara robot dengan mengatakan telah menculik Lanjar.
Denta turun, melangkah dengan kaki panjangnya menuju sebuah bangunan tua yang baru terlihat dimatanya. Ketika membuka pintu Denta terbatuk pelan akibat debu yang berhamburan dari dalam. Mata Denta menyempit melihat ada seseorang terkapar disana. Perlahan ia melangkah mendekat hingga berhenti disamping kepala pria yang sedang tengkurap di lantai Itu.
"Hahhh, Denta?"
Denta mundur satu langkah ketika pria itu mendongak dan memeluk kedua kakinya. Sesaat Denta terdiam menatap wajah Lanjar yang terdapat banyak luka lebam. Denta kira orang itu menipu dan berniat menjebak dengan membawa nama Lanjar di dalamnya, ternyata benar Lanjar berada disini dan telah dihajar oleh orang asing itu.
"Lanjar? Kenapa lo bisa disini?"
Denta membalikkan tubuh Lanjar dan berjongkok disampingnya. Ia menatap Lanjar dari atas hingga bawah yang terlihat masih memakai seragam SMA Dirgantara. Lanjar meringis memegang sudut bibirnya. Matanya terpejam dengan mulut sedikit terbuka mengeluarkan napas dengan kasar dari sana beberapa kali. Tubuhnya terasa remuk.
Paham perasaan Lanjar Denta diam menatapnya menunggu jawaban dengan sabar.
Setelah hembusan napas panjang Lanjar menatap Denta, "Gue gak tau," ujarnya menggeleng pelan. Denta membantunya untuk duduk. "Pas gue di atas motor habis dari mini market didekat sekolah, gue merasa ada yang nutup muka gue pakai kain hitam. Saat gue bangun, gue udah dalam keadaan kayak gini." Lanjar terbatuk menjelaskan dengan panjang lebar.
Satu alis Denta terangkat, menatap heran Lanjar. Mulutnya sedikit terbuka hendak menanyakan sesuatu, namun suara sesuatu membuat Denta mengurungkan niatnya.
Suara gelak tawa seseorang terdengar dari belakang Denta, tepatnya dari pintu masuk. Denta menoleh. Ketika Denta menoleh terlihat seorang pria berpakaian serba hitam dengan wajah yang terlihat keriput. Namun ... kening Denta menyerngit melihat badan pria itu yang terlihat masih segar bugar layaknya anak muda sepantaran Denta.
"Ternyata lo masih perduli sama teman tolol lo itu," kata pria itu. "Gue kira lo gak datang."
Denta kembali menyerngit mendengar suara itu terdengar sama saat di telepon. Ia kira suaranya akan berubah, nyatanya tidak. Bahkan bahasanya tidak terdengar seperti orang tua, melainkan anak muda. Baik Denta maupun Lanjar, keduanya menatap pria itu dalam diam serta penasaran. Keheningan yang mereka ciptakan membuat suara sepatu bot hitam yang menyentuh lantai terdengar jelas dan berirama.
Rahang Lanjar mengeras ketika tersadar bahwa pria itu yang menculik dirinya. Lanjar mengerang sakit seraya berdiri menatap tajam pria itu. "Pasti lo kan yang bikin gue babak belur?!" teriaknya menunjuk wajah yang diyakini hanya topeng itu.
"Very good guessing boy," balas pria itu terkekeh geli.
Lanjar naik pitam mendengar kalimat yang terasa seperti ejekan itu, tanpa sadar mengangkat kepalan berniat menampar pria itu. Alih - alih mengenai sasaran justru Lanjar terjerembab akibat tamparan yang meleset. Ia meringis sesaat lalu menatap tajam pria itu, "Sialan!" umpat Lanjar pada pria itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
DENTARA(SELESAI)
Random"Setiap langkah, setiap detik, percayalah. Satu perlawanan dari seseorang sedikit pun akan aku pastikan hidupnya tidak tenang jika berani melukaimu." -Dentara Aksapranaja "Manusia itu hanya titipan. Mereka bisa saja kembali tanpa kamu ketahui, jadi...
