0.1 | KENYATAAN UNTUK TASSA

24.9K 966 30
                                        

"Denta ... kamu mau menikahkan Tassa? Saya akan sangat berterima kasih jika kamu berkenan. Hanya kamu dan keluarga kamu harapan dan orang yang saya percayakan, tapi saya akan memaklumi jika kamu menolak. Saya juga tidak akan memaksa. Bagaimana 'pun juga permintaan saya ini memang kurang masuk akal, Nak."

Mata seseorang terpejam ketika teringat permintaan seorang pria paruh baya yang merupakan sahabat baik ayahnya. Rambutnya bergerak pelan ketika hembusan angin menerpa wajahnya.

Tidak pernah terbayangkan olehnya akan ada orang yang meminta, bahkan memohon supaya ia mau menikahkan anaknya yang masih dikatakan remaja. Terlebih lagi itu adalah permintaan dari pria paruh baya yang sekarat. Rasa begitu egois jika ia langsung menolaknya. Di usia sekarang menikah muda bukanlah solusi yang tepat, ada banyak mimpi yang harus dicapai olehnya. Denta mendongak ketika sebuah tangan mengusap lembut bahunya. "Denta ... Bunda tau kamu masih terlalu muda untuk masalah seperti ini. Bunda tau ini berat, tapi entah kenapa bunda yakin kamu bisa melewati semua ini. Jika memang ini sulit untuk dilewati, jangan segan minta bantuan sama ayah ataupun bunda."

Denta menatap wanita itu.

"Kita tidak tau seperti apa takdir seseorang, Nak. Bunda gak tega sama dia, hidupnya sebatang kara. Bunda gak nuntut kamu untuk bertanggung jawab penus sama dia, Bunda paham kalian masih terlalu kecil untuk berada di titik ini. Tapi ada satu hal yang mau bunda minta sama kamu." Kedua alis Denta bergerak segaris menatap bingung. "Apapun yang terjadi, tetap sama dia. Jangan sampai karena kalian masih muda, kalian dengan mudah mengatakan pisah."

Denta melihat punggung tangannya diusap lembut oleh wanita paruh baya yang telah melahirkannya itu. Tatapan tulus itu seolah - olah membuatnya yakin bahwa yang ia lakukan tidaklah salah. "Bantu Denta ya bunda," ucapnya pelan. 

"Pasti sayang."

Esoknya, Denta diajak orangtuanya untuk kembali datang ke rumah sakit. Sekian menit mereka berjalan melewati lorong - lorong rumah sakit yang tampak ramai karena sekarang adalah jam besuk rumah sakit. Rumah sakit memiliki aturan jam waktu jenguk yang dimana sudah ditentukan oleh pihak rumah sakit yaitu kurang lebih diberi kesempatan selama tiga jam. 

Langkah tiga orang itu terhenti di depan etalase yang puntunya tanpak tertuup rapat. "Itu Tassa ... anak om Wira sama alm. Tante Dian," tunjuk Dinar pada seorang perempuan yang tengah terbaring lemah di atas brankar dengan banyak alat-alat entah apa namanya melekat ditubuhnya. 

Denta tidak menyahut namun matanya metap dalam sosok itu. Wajah cantik yang tampak pucat namun sayangnya tampak begitu rapuh dan lemah dengan banyak alat yang menempel di tubuhnya,

"Ini Tassa anaknya om Wira?" Denta berbalik badan menatap kedua orangtuanya.

...

Apa ada hal yang lebih menyakitkan daripada mendapatkan kabar duka setalah kamu membuka mata? Kedua orang tua yang sudah berpulang? rasanya baru kemarin mereka tertawa bersama dan bahagia dan tidur dalam semalam, ketika membuka mata ternyata semua sudah berlalu begitu banyak hingga jatuh pada kenyataan bahwa semua yang tersisa hanya dirinya sendiri. Sepersekian detik, semuanya seakan berhenti berputar hingg tata surya saja seakan berhenti berputar mengitari matahari membuat gravitasi bumi ikut berhenti. Lalu, dengan kurang ajar ia tertidur pulas begitu lama, mengabaikan apa yang terjadi di dunia nyata dan juga yang terjadi pada keluarganya. Setelah bangun dari tidur panjangnya, dia harus menerima kenyataan bahwa kedua orang tuanya telah tiada. 

Tatapan itu terlihat tampak kosong dengan bibirnya yang pucat, tubuhnya yang ringkih tampak kurus tak berdaya, rambut yang acak - acakan, dan mata kosong itu perlahan - lahan mulai berbinar hingga menjatuhkan cairan bening. Kedua tangannya meremas kuat sprei hingga menampakan tulang jari jemari pucat itu. Hingga pelukan hangat bersumber dari wanita paruh baya menyelimuti tubuhnya, tanpa mengatakan apapun wanita itu mengusap punggungnya tampat berusaha memberikan ketenangan.

DENTARA(SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang