Bantu vote dan komentar ya😘
Kalau suka Denta, kalian boleh share, kok😄. Acha ijinin kalau itu demi kelancaran kisah hidup mereka berdua😂😍 okey?
HAPPY READING
___________________
"Di mataku, kamu seperti berlian yang bersemayam di antara bintang-bintang. Kamu sangat berharga. Walaupun nyawa imbalannya, aku akan terus menjadikan diriku sebagai perisai untukmu. Hanya untukmu."
-Dentara Aksapranaja-
Sendari tadi Denta tanpa henti tersenyum tipis menatap wajah manis ciptaan tuhan yang entah kapan menutup mata itu, Samudera tertutup rapat dan tidak bisa ia selami, tapi anehnya mampu membuat mannik Denta tanpa henti meliriknya candu. Wajah itu terlihat semakin mengagumkan ketika tertidur.
Denta sempat terkejut tadi ketika sebuah tangan tiba-tiba melingkar di pinggangnya dan ada sesuatu yang bersandar di punggungnya. Dan ini, kali pertama ia melihat Tassa tertidur di atas motor yang tengah melaju dengan kedua tangannya memeluk erat Denta. Pasti gadis itu kelelahan? pikirnya.
Karena takut Tassa terjatuh, Denta memegang erat tangan Kaira dengan tangan kirinya. Dengan ibu jarinya mengusap lembut punggung tangan gadis itu.
"Acha ...," gumam Denta menyebut nama kesayangan yang ia buatkan untuk gadis itu dengan pelan dan mendayu.
Namun, kening Denta berkerut ketika melihat ada banyak orang tengah berjejer, berdiri di tengah jalan. Seperti menghadang seseorang.
TIN!
Denta membunyikan klakson guna membuat orang-orang itu menyingkir.
Alih-alih menyingkir, mereka semakin memperdempet badan. Tidak memberi celah untuk Denta lewat.
Tersadar akan satu hal, Denta memelankan laju motornya dan berhenti. Lalu ia menepuk pelan pipi Tassa, "Cha, bangun ...," panggilnya.
"Acha?"
Tassa menerjab pelan. Ia bergumam menanggapi panggilan Denta. Keningnya berkerut mendapati Denta begitu dekat dengannya, lalu ia menunduk, "Ma-maaf." Tassa langsung menarik tangannya dan menegakkan tubuh ketika menyadari bahwa ia memeluk Denta.
"Lihat depan!" titah Denta yang langsung di turuti oleh Tassa.
Alis gadis itu bertautan melihat orang-orang berbaju hitam yang tidak jauh dari mereka tengah berdiri, menghalang jalan. Tassa mempertajam matanya dengan mata menyempit. Mereka seperti ... menunggu mereka.
Tassa merasa yakin akan hal itu. Memang Tassa tidak bisa melihat bola mata mereka karena hari yang gelap. Tapi ia tahu arah kepala itu kemana.
"Denta ... Kamu sadar kalau mereka melihat ke arah kita?"
Di balik helm yang ia pakai, Denta mengangguk. "Iya. Mereka menunggu kita," balas Denta.
Denta menolehkan kepala ke belakang, "Pegangan, Cha. Gue mau ngebut."
Tassa terdiam. Perlahan ia menggerakkan tangannya lalu memegang erat jaket Denta, "Udah," ujarnya.
Denta melirik tengan itu. Detik berikutnya, dengan sekali sentakan Denta menarik tangan Tassa hingga gadis itu menubruk punggungnya dan langsung memeluknya.
"Jangan dilepas." Setelah mengucapkan itu, Denta kembali melajukan motornya. Kemudian tangan kanannya perlahan bergerak menarik gas hingga sebuah jarum yang di balik kaca yang berada di depan atas motornya bergerak perlahan ke atas. Bagai jarum jam, jarum itu bergerak ke arah angka dua belas. Hingga knalpot itu menciptakan suara yang cukup keras.
KAMU SEDANG MEMBACA
DENTARA(SELESAI)
Casuale"Setiap langkah, setiap detik, percayalah. Satu perlawanan dari seseorang sedikit pun akan aku pastikan hidupnya tidak tenang jika berani melukaimu." -Dentara Aksapranaja "Manusia itu hanya titipan. Mereka bisa saja kembali tanpa kamu ketahui, jadi...
