Bantu vote dan komentar ya🔊😘😍
Kalau mau SHARE juga boleh. BOLEH banget!😂
HAPPY READING!
_________________________________________________
"Perasaan adalah bentuk keperdulian. Jika membawa kata paksa, maka itu bukanlah perasaan. Tapi keambisiusan terhadap keserakahan."
"Denta sama Tassa makin dekat aja!"
Terdengar suara seorang gadis membuat Luna menoleh ke arah tiga gadis berseragam yang sama dengannya. Ketiga orang itu tampak menatap ke arah dua orang yang baru saja keluar dari tempat latihan anak basket. Luna mengikuti arah pandang ketiganya. Terlihat Tassa dan Denta tengah tertawa sembari berlari.
Luna menatap tajam ke arah punggung ia. Ia membelokkan kaki untuk kembali ke kelas. Dan duduk dengan gerakan kasar di bangkunya.
"Lun, lo sadar enggak? Selama lo diam, mereka berdua semakin dekat setelah kejadian di gudang beberapa hari lalu," ujar Vero ketika mereka memasuki kelas. Ia melemparkan pantatnya tepat pada bangku yang kosong di samping Luna.
"Iya, Lun. Mereka kelihatan bahagia banget setelah kejadian itu!" Dina berseru.
"Enggak bisa dibiarin ini, mah!"
"Jangan bahas mereka lagi!" gumam Luna dengan nada tajam.
"Enggak bisa, Lun! Tuh cewek, polos-polos kurang ajar!"
"Gue bilang diam."
"Gimana kita diam? Lo enggak ingat waktu di kantin dulu setelah kabar mereka pacaran? Jabatan lo sebagai ratu disekolah ini jatuh cuma gara-gara cewek cupu yang kabarnya koma itu. Cih, kalau gue enggak terima!" kompor Tia dengan nada berapi-api.
"Diam Tia!" Luna menatap tajam ke arah Tia.
"Lun, lo dibilang jablay! Emang lo enggak malu?! Kita sebagai teman aja malu, masa lo enggak?!" tukas Dina menatap Luna tak percaya.
"Lo harus pikirin, Lun. Geng kita diremehin habis-habisan! Emang lo suka dibanding-banding sama cewek lemah penuh sandiwara sama cewek yatim piatu itu? Mau taroh dimana muka kita?!" Vero menatap kesal ke arah Luna.
"Apa kata anak yang lain kalau lihat lo kalah sama cewek yang banyak sandiwaranya itu?" Tia menatap Luna lekat.
Luna merapatkan giginya kuat-kuat. Ia menarik udara dengan dalam dan menahannya. Hingga tenggorokkannya membuat lubang yang tidak terlalu dalam. Ia memejamkan mata, mengingat kejadian yang dikatakan oleh teman-temannya.
Flasback On : Setelah Denta mengumbar hubungannya dengan Tassa
Kantin tampak begitu ramai dengan perbincangan tentang seorang ketua geng yang telah lama dikabarkan tidak pernah berpacaran kini menjadikan seorang gadis lugu sebagai pacarnya di lapangan tadi pagi. Di depan orang-orang, Denta mengakui Tassa dan terang-terangan mengancam siapa saja yang menyakiti gadis itu.
Dua orang gadis duduk di sebuah meja yang kosong. Disana terdapat empat bangku kosong. Mereka duduk tepat di samping Luna and the geng.
"Tassa sama Denta cocok, deh!" seru seorang gadis dengan rambutnya yang tergerai lurus.
"Iya. Gue rasa mereka emang punya hubungan dari dulu," sahat gadis satunya dengan Rambut dikepang satu.
KAMU SEDANG MEMBACA
DENTARA(SELESAI)
Rastgele"Setiap langkah, setiap detik, percayalah. Satu perlawanan dari seseorang sedikit pun akan aku pastikan hidupnya tidak tenang jika berani melukaimu." -Dentara Aksapranaja "Manusia itu hanya titipan. Mereka bisa saja kembali tanpa kamu ketahui, jadi...
