Hari senin kegiatan baru akan dimulai. Jilan bersiap ke sekolah dengan seragam lengkap miliknya. Bukan lagi seragam kebesaran dilipat-lipat, kaos kaki yang pendek, tetapi sekarang seragam Jilan lebih rapi hampir sama seperti Jinan, perubahan yang dramatis bukan?
Jinan sudah pulang ke rumah kemarin sore. Jilan yang tak ingin Jinan kesempitan dalam tidur memilih tertidur di bawah dengan kasur lipat seperti biasanya.
Jilan menghela nafas kasar, pasalnya ia masih belum tahu mengenai penyakit kembarannya itu.
"Ma?" panggil Jilan memeluk Ochi dari samping.
"Apa?" tanya Ochi yang sedang mengiris bawang merah. Wanita paruh baya itu berdeham, tetapi pandangannya hanya fokus pada irisan nya.
"Jinan sakit apa sih sebenernya?" tanya Jilan benar-benar tak kuat menahan ke-ingin tahuannya tentang Jinan.
Seketika, Ochi menghentikan irisan pada bawang nya. Sungguh, ia tak suka jika Jilan bertanya tentang ini. Ochi hanya ingin Jinan sembuh seperti dahulu kala, bukan mengingat ini yang justru semakin membuat Ochi khawatir akan kondisi Jinan.
"Nanti. Ada saatnya kamu tau." Selalu itu saja yang dijawabnya.
Jilan berdecak kesal. Ia adalah kembaran Jinan, bagaimanapun kondisi Jinan, ia harus tahu. Bukan di sembunyikan-sembunyikan seperti ini. Sepantasnya Jilan tahu akan hal ini.
"Aku bakalan cari sendiri! Nggak usah kasih tau juga nanti bakalan tau." Setelah mengatakan itu, Jilan langsung melenggang pergi keluar seraya menunggu Juna yang tengah bersiap-siap.
Mata Jilan menyipit melihat mobil yang terparkir rapi didepan pagar rumahnya. Cewek itu melangkah maju ke depan, kalau dilihat dari sononya, ini adalah mobil, Axel. Ya, cowok itu, mengapa dia disini? pikir Jilan dalam hati.
"Lan?" Axel tersenyum semringah, cowok itu berjalan dengan langkah cepatnya menuju Jilan yang berdiri didekat pagar. Digenggamnya tangan Jilan seperti biasa yang Axel lakukan.
Perlahan, Jilan menarik sudut bibirnya membentuk senyuman, meski itu terpaksa. "Lo ngapain?" tanya Jilan heran.
"Gue mau jemput lo lah. Ke sekolah! Yuk!" Axel menarik tangan Jilan ingin membukakan pintu mobilnya untuk Jilan, tetapi Jilan lebih duli menahannya membuat alis Axel terangkat sebelah. "Kenapa?" tanya Axel.
"Gue sama Juna aja. Bentar lagi pasti dia selesai kok," ujar Jilan merapatkan kedua tangannya.
Axel mendesah kecewa. Ia hanya ingin menebus kesalahan kemarin saat ia berjanji pada Jilan akan mengajak cewek itu jalan. Tapi, buktinya? "Gue minta maaf masalah yang kemarin. Gue lagi-lagi buat lo kecewa, Lan."
Jilan terdiam. Ingin sekali mulutnya berkata yang sebenernya masalah yang ia lihat kemarin. Namun, apalah daya Jilan yang bukan siapa-siapa bagi Axel. Cukup tahu dan simak kelanjutannya, berhenti atau terus berlanjut, berjuang atau berhenti di tengah.
"Iya, nggak pa-pa. Gue tau kok lo sibuk makanya gue nggak terlalu berharap. Lagian gue waktu itu belum siap-siap juga kok," ujar Jilan berbohong. Jika ia mengatakan yang sebenarnya, terlalu jelas bahwa disini, Jilan yang sangat berharap pada Axel. Padahal cowok itu? "Lo duluan aja ke sekolah. Gue sama Juna aja," ucap Jilan tersenyum tipis.
"Nggak, Lan. Lo sama gue aja, ya? Izinin gue nebus kesalahan yang kemarin!" pinta Axel memohon.
Berdeham pelan, lalu Jilan bertanya, "Kemarin lo kemana?"
Axel tampak salah tingkah, semua kegiatan dari gerak-gerik anehnya terekam jelas dimata Jilan. "G-gue ada urusan keluarga kemarin," jawab Axel menggaruk hidungnya, sudah jelas bohong bukan?
Jilan hanya mangut-mangut. Satu sifat Axel terbongkar, pembohong. Jilan jadi yakin, kalau kata-kata manis yang Axel ungkapkan itu semua adalah bohong, kata manis yang keluar dari bibirnya, apakah itu hanya sandiwara saja? Katanya akan menjaga perasaan Jilan, tetapi apa? Dengan mudahnya Axel bersama Jinan, kembaran Jilan sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIFFERENT TWINS [ END ]
Teen FictionJilan Agatha. Sifatnya susah diatur dan tak mau diatur, berbanding terbalik dengan kembarannya. Jilan panggilannya, kelakuannya jauh dari kategori 'baik.' Pulang malam sudah menjadi rutinitas rutin dalam hidupnya. Mempunyai saudari kembar yang tak...
![DIFFERENT TWINS [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/251565503-64-k922166.jpg)