EXTRA PART 2

10.9K 510 89
                                        

Masih ada yang nunggu kah?

Masih ada extra part-nya ditunggu, yaaa.

Selamat membaca🖤

***

Pagi seperti biasanya, Jilan bekerja di kafe haluan. Hari ini, ia libur kuliah, kata teman kampusnya juga, dosen juga nggak masuk makanya Jilan berani untuk bolos. Pagi ini juga terasa berbeda dimana Bos Sultan sudah berada di kafe katanya ingin meninjau kafe karena siang ini ada tamu khusus. Semua karyawan dikumpulkan untuk menyampaikan rangkaian kata menyambut tamu istimewa siang ini.

"Ekh, oke, hari ini kalian harus bekerja extra. Kafe harus bersih dan kinclong luar dalam, mengerti?" Semua karyawan mengangguk paham.

"Untuk memulai kegiatan kita pada pagi hari ini, marilah kita berhalu. Halu dimulai."

Dalam hati Jilan berhalu, ia menikah dengan Bright. Uh, ia benar-benar sangat mengidolakan aktor Thailand itu. Hampir setiap hari, Bright hadir dalam mimpinya, namun didalam mimpi itu juga Bright lebih memilih cewek lain dan Jilan hanya memaklumi saja, namanya juga halu.

"Halu selesai," kata bos Sultan.

"Silahkan kalian bekerja dengan baik. Saya tinggal dulu, ya." Bos Sultan berlalu pergi keuangannya. Tinggallah para karyawan yang harus bekerja dengan extra menyambut tamu spesial. 

Setelah mengerjakan semuanya, hari pun menjelang siang. Para karyawan disuruh untuk beristirahat sebentar. Dan katanya, tamu spesial bos Sultan sudah datang. Dan katanya lagi, tamunya ganteng, muda, dan ramah. Siapa yang nggak mau tuh? Para karyawan cewek aja gila-gila sama si tamu spesial.

"Ganteng banget, aduh. Andai aja dia mau sama gue yang pejuang rupiah uh, hidup gue bakalan berubah." Mbak Minah, tukang cuci piring kafe haluan berkata.

"Ye, mana mau dia sama kamu kayak kita. Ibaratnya dia langit kita bumi. Beda jauh," timpal Suih seraya menunjuk atap dan lantai.

"Jilan kamu dipanggil Bos Sultan. Sana! Katanya penting!" Instruksi bu Nol membuat Jilan kaget.

Apa ia punya salah? Apakah ia akan dipecat? Atau ia akan naik jabatan? Aish, jangan berhalu sebelum menerima kenyataan, Jilan.

"Benaran, Bu? Aku nggak ada salah apa-apa loh," kata Jilan masih dengan kaget nya.

"Udah sana, pergi!" kata Bu Nol sedikit mendorong Jilan.

Jilan menarik nafas pelan lalu menghembuskan nya perlahan. Di atap, tamu spesial yang katanya bos Sultan berada. Dengan ragu dan teliti, Jilan membuka pintu. Ia berjalan menuju bos Sultan yang duduk berhadapan dengan tamu spesial, bedanya tamu spesial itu membelakangi Jilan.

"Ada apa, Bos?" tanya Jilan to the point.

"Nah, ini karyawan saya yang namanya Jilan seusai yang Axel katakan," ujar bos Sultan girang.

Mata Jilan membola sempurna. Axel, ternyata cowok itu yang menjadi tamu spesial hari ini. Sialan, dada Jilan bergetar hebat, matanya berair entah kenapa. Jilan menatap Axel sekilas. Ada tatapan cinta yang ia layangkan pada Axel. Ada gerangan apa cowok itu memanggilnya?

Axel menatap Jilan dengan sinis. Ia menyuruh bos Sultan untuk keluar. Sepeninggalan nya bos Sultan, Jilan masih betah berdiri menatap Axel. Ia sadar, ia pelayan disini.

"Mau minum? Makan?" tanya Jilan berbasa basi.

"Mana pacar lo? Dia nggak ngasih lo uang buat hidup? Nggak banget lo kerja kayak gini."

DIFFERENT TWINS [ END ] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang