*happy reading!
Tujuh tahun berlalu...
Bulan Juni 2025, di Aussie.
Kedua tangannya mengeratkan jaket tebal yang ia kenakan meski ditangan kirinya sambil menenteng sebuah buket bungkus dari kertas yang berisi seikat bunga mawar putih, seikat bukan satu batang. Athala masih sama ia tidak pernah berubah meski dunia berubah.
Ia berdiri di belakang banyak punggung orang yang berada di depan zebra cross menunggu untuk menyebrang. Matanya menatap sekeliling, ia suka suasana malam hari di kota ini.
Drtt! Drtt!
Ia merogoh sakunya, sambil melangkah menyebrang.
Ia menempelkan telepon miliknya ditelinga.
"SERIUS GUE GAK BOHONG, GUE LIHAT DENGAN—"
Bruk!
"LO DENGERIN GUE KAN?"
Athala sontak menunduk mengambil buket bungkus yang tak sengaja tersenggol dengan orang lain hingga terjatuh, naas bunga yang terikat itu berceceran.
"ATHALA, DENGERIN!"
"KALO GUE KETEMU KAK ALVONDA DIA ADA DISINI!"
Athala menurunkan ponselnya, dan ia melihat lelaki di depannya yang tengah menatapnya juga.
Tin!
Tin!
Athala melepaskan tangannya dari mawar putih yang remuk itu, ia berlari.
"Athala!" Teriak lelaki itu yang juga terdengar dibalik telepon yang masih terhubung itu.
Athala menghentikan langkahnya ketika melihat lelaki itu mengejarnya.
"Stop," lirihnya menatap Alvonda dengan gelengan kepala pelan.
"Aku hanya—"
"Kenapa ada disini?" potongnya.
"Kalian berdua gila apa gimana?!" Teriak Kyla dari telepon yang masih terhubung membuatnya langsung bergegas mencari dan menemui mereka berdua.
"Kenapa ada disini?" ucap Athala lagi.
Alvonda berdecak, ia memalingkan wajahnya.
"Kita gak akan pernah bisa sama-sama."
"Hidup harus terus berlanjut, lanjutin hidupmu tanpa saya," lanjutnya yang masih menatap Alvonda.
"Saya gak pernah cari tahu lagi, saya gak pengen lagi ada di kondisi yang lalu, saya kesini karena saya pengen lari dari masa lalu itu," lanjut Athala dengan berkaca-kaca.
"Meski saya tahu, saya sangat susah di kondisi ini, tapi saya sudah terbiasa, dan saya gak—"
Greb
Alvonda memeluk Athala, gadis ini memaku.
"Gak butuh kamu lagi," lanjutnya dengan terisak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Athala [PROSES REVISI]
RomanceTentang semesta yang selalu penuh kejutan. Tentang ego dan hati yang selalu beradu. Tentang sebuah pertemuan kembali yang dialami seorang gadis penyuka hujan bersama masalalu yang diartikannya sebagai arsip! Masih disimpan tapi tidak untuk dibukanya...
![Tentang Athala [PROSES REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/207588138-64-k283572.jpg)