Baiknya berjalan mundur kembali daripada memaksakan melangkah ke depan yang kemudian membuat beberapa pihak merasa tersakiti.
***
Aku mau kasih kabar, yang entah itu bagus atau gak buat kalian. Aku taruh atas karena takut gak di baca kalau dibawah hehe.
Jadi, Tentang Athala beberapa part yang akan datang akan Ending guys, dan kemarin-kemarin aku ngngepublis karena bener-bener uring-uringan sama endingnya.
Dan endingnya udah siap, kelar di draft aku, tinggal publish aja, inshallah setiap hari aku publish, karena emang udah nulis. Ingatkan aku ya kalau lupa publis, karena aku emang pelupa akut banget.
Semoga suka sama endingnya ya, dan good news nya setiap part kedepan ini bakalan panjang-panjang banget, karena kalau pendek kayak gini bakalan banyak lagi partnya, ini udah mau 60 part kan, dan cerita aku ini udah hampir setahun juga.
HAPPY READING ...
"Mereka mau nginap disini," jelas Athala pelan.
"Bukannya besok masih kalian itu sekolah?" tanya Doni yang sedikit menolak mereka menginap dirumahnya.
Hening!
Athala menelan ludanya susah payah.
"Iya, cuma—,"
"Mau nginep? Gak papa, silahkan!" ucap Shera yang tiba-tiba datang dengan sumringah memotong ucapan Athala yang langsung membuat Athala tersenyum lega.
"Terima kasih, Tante!" pekik senang Nara dan Kyla.
"Yaudah, sekarang bersih-bersih, Tante hari ini bakal masakin makan malam buat kalian," ujar Shera ramah.
"Udah lama gak kayak gini, jadi kangen," celetuk Nara membuat Doni mengeryit.
"Emang kalian sering menginap ya?" tanya Doni.
"Iya, Om," jawab Lala tanpa rasa takut.
"Sebenarnya kita kesini, karena mau mengungkap teror—"
Nara dan Kyla dengan kompak menginjak kaki kanan dan kiri Lala yang selalu bermulut lemes.
"Teror?" tanya Doni menatap menatap mereka satu persatu.
"Oh! Tidak, Om! Ini hanyalah sebuah cerita fiksi," jawab cepat Kyla dengan memutar otak cantiknya.
"Lebih baik, gunakan waktu kalian dengan hal yang berguna, seperti belajar contohnya," ujar Doni ketus kemudian berlalu melewati mereka.
Dengan lesu, mereka berempat berjalan menaiki tangga menuju kamar Athala berada.
"Ngapain sih, lo bawa mereka ke rumah? Berisik!" cibir Eve yang baru saja melewati mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Athala [PROSES REVISI]
RomanceTentang semesta yang selalu penuh kejutan. Tentang ego dan hati yang selalu beradu. Tentang sebuah pertemuan kembali yang dialami seorang gadis penyuka hujan bersama masalalu yang diartikannya sebagai arsip! Masih disimpan tapi tidak untuk dibukanya...
![Tentang Athala [PROSES REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/207588138-64-k283572.jpg)