Untuk apa? Kalau memang tak sesuai harapan, untuk apa diteruskan?.
***
Ada dua hari untuk memulihkan kondisinya setelah koma, kini ia sudah diizinkan untuk pulang.
Dengan langkah gontai gadis ini menaiki tangga, ingatannya muncul saat ia terjatuh dari tangga ini.
Memutar knop pintu kamarnya perlahan, gadis ini menatap sekeliling kamarnya yang tak ada bedanya seperti sebelumnya.
Gadis ini mengambil sebuah kotak rahasia miliknya, ia mengambil bingkai fotonya bersama keempat sahabatnya, sampai saat ini ia tak tahu ada apa dengan sikap Nara dan Lala yang akhir-akhir ini seolah-olah tak terjadi apa-apa diantara mereka.
Athala menaruh bingkai itu di nakas sebelahnya. Kaki jenjangnya melangkah menuju meja rias miliknya, menarik laci sebelah kanan.
Athala menunduk saat tak merasakan menyentuh benda lain kecuali laci.
Kosong!
Athala kembali melihat dengan teliti, dengan gerakan cepat ia membuka laci lainnya.
Kosong!
Dengan cepat ia berdiri dan mencari kesana kemari, ia ingat tak memindahkan itu kemana pun sama sekali.
Kenangan itu hilang seperti hatinya yang kehilangan pemiliknya.
"Kok gak ada," ucapnya masih mencari.
Untuk apa mencari kenangan itu? Untuk apa masih menyimpan itu? Gadis ini terdiam membisu.
Gadis ini terdiam menatap mawar putih yang tinggal tangkai yang daunnya sudah kering gugur dibawahnya.
Athala menatap jam dinding, masih sore, bisa ia gunakan untuk membeli bunga dan sekadar menghirup udara segar, ia butuh tenang.
Dengan sekali langkah ia mengambil kunci mobil, kemudian ia kembalikan lagi. Entah, ia lebih suka menaiki taxi.
"Toko bunga florest," ucapnya.
Kali ini tampilannya sedikit beda dari biasanya, ia memakai rok selutut bermotif bunga serta atasan cold shoulder, dan flatshoes abu-abunya.
"Selamat sore, lama tidak kemari." Athala hanya tersenyum kaku.
Dengan cepat ia mengambil dan membayar kemudian keluar dari toko.
BRUK!
"Eh, maaf gak sengaja."
"Athala?" ujar Alvando terkejut begitu pula Athal sendiri.
"Ngapain kesini?" tanya Alvando.
Gadis ini hanya menunjukkan sebungkus bunga.
"Oh, lo suka beli bunga disini ya?" tanya Alvando kembali yang hanya diangguki Athala.
"Kamu sendiri ngapain?" tanya Athala.
Athala menggelengkan kepalanya pelan, kenapa ia bisa seakrab ini bertanya kepada orang yang belum lama dikenalnya.
"Ya sama beli bunga, bentar! Gue segera kembali, tunggu disini!" pekik Alvando langsung ngacir pergi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Athala [PROSES REVISI]
RomanceTentang semesta yang selalu penuh kejutan. Tentang ego dan hati yang selalu beradu. Tentang sebuah pertemuan kembali yang dialami seorang gadis penyuka hujan bersama masalalu yang diartikannya sebagai arsip! Masih disimpan tapi tidak untuk dibukanya...
![Tentang Athala [PROSES REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/207588138-64-k283572.jpg)