41

225 18 7
                                        

Celahmu akan dianggap sempurna oleh hati yang memang ditakdirkan untukmu.

***

Setelah seharian Kyla mengurus surat-surat pindahnya, sejak tadi pagi Kyla sudah mengirim pesan lewat dari ponsel tapi Athala sama sekali tak merespon.

"Athala gue pulang nih!" ucapnya memasuki apartmennya.

Hening.

"Kok lo gak bales chat gue sih, maaf gue lama karena banyak banget yang diurus gila," ujar Kyla sendirian.

"Jangan-jangan." Dengan spontan Kyla membuka pintu dan syukurlah pintunya tidak terkunci.

Kyla menghela nafas lega saat melihat seorang perempuan menunduk terduduk di sofa dekat jendela panjang yang menghubungkan balkon apartemennya.

Bahkan gorden dari tadi pagi belum dibuka oleh Athala.

"Gue tahu lo kuat, dan Tuhan ngasih cobaan itu udah pasti tahu lo kuat," ucap Kyla sambil membuka tirai gorden memanjang itu.

"Ya memang takdir lo sama kak Alvonda cuma segini." Kyla menatap wajah Athala.

"Astaga Athala! Lo pucet banget!" seru Kyla saat menangkup wajah Athala.

"Badan lo panas!" Mendengar suara Kyla serta tangkupan diwajahnya membuat Athala sadar akan lamunannya.

Athala hanya terdiam, airmata nya luruh.

"Lo kok jadi kayak gini sih, ayo kita ke dokter sekarang, karena gue gak punya nomor dokter buat dihubungi untuk kesini." Athala hanya menatap datar Kyla yang kelabakan kesana kemari.

"Jangan bilang lo kemarin malam gak tidur!" Kyla sudah memastikan akan hal ini.

"Come on Thal, lo kuat, lo bukan orang rapuh yang dikit-dikit nangis kayak orang depresi gini," cerocos Kyla saat berada di dalam mobil.

Memasuki rumah sakit, Kyla menggandeng Athala yang lemas masih dengan pandangan kosong.

"Gimana Dok?" tanya Kyla saat selesai memeriksa Athala.

"Mari ke ruangan saya." Kyla masih setia menggandeng Athala.

"Gue mau keluar cari udara." Kyla mengangguk ragu atas permintaan Athala.

"Pasien Athala ini mengalami depresi yang cukup berat, dan harus jaga kesehatan dengan pola tidur yang sesuai. Silahkan ambil obatnya dan ini resepnya."

"Baik Dok terima kasih." Kyla berjalan lunglai.

Athala menuju luar rumah sakit, entah kenapa ia ingin menuju luar rumah sakit. Ia hanya berjalan-jalan saja.

"Athala kemana ya," ucap Kyla saat selesai menebus obat.

Ia sudah mencari dari setiap sudut rumah sakit.

"ATHALA!"

Spontan Kyla gelabakan dan menoleh mencari sumber suara yang lantang tersebut.

Jantungnya berpacu sangat cepat saat melihat Athala melamun dengan didepannya terdapat mobil  berwarna hitam melaju kencang.

Ia dengan cepat menjatuhkan obat-obat yang dibawa nya dan berlari menuju Athala.

Sampai.

Kyla membekap mulutnya dengan tangisan kencang yang keluar.

Athala memegang kepala nya yang tersungkur, ia tak teringat apapun.

Athala menoleh terdapat banyak orang yang datang. Alvonda lah yang tadi menyelamatkan Athala. Alvonda yang telah berteriak lantang yang didengar Kyla tadi.

Tentang Athala [PROSES REVISI] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang