47

208 17 12
                                        

Ada ketulusan yang selalu datang menyapamu setiap hari. Kaunya saja yang menolak untuk melihat dan lebih memilih untuk menatap ke arah lain.

***

Gadis berambut pirang ini menyeringai menatap satu persatu orang yang terduduk lemas di koridor rumah sakit.

"Thanks, semesta berpihak pada gue," batinnya sambil melipat tangan di dada.

"Athala ... hiks," isak Shera dari kemarin malam hingga menuju pagi ini.

Mereka sedang menunggu kabar tentang kondisi Athala atas kejadian mengenaskan kemarin malam.

"Kyla, kamu pulang istirahat saja. Nanti sore kembali lagi," ujar Doni.

Kyla yang mendapat kabar dari Eve kemarin malam sangat syock, gadis ini hanya mengangguki perintah Doni.

"Kabarin Kyla atas kondisi Athala ya, Om," ucap Kyla sambil meraih tangan Doni untuk bersalaman.

Kyla menghapus air matanya, gadis ini menoleh menatap Eve yang sedang berdiri tak jauh dari posisinya, Kyla merasakan bahwa tak ada pancaran kesedihan dari wajah Eve atas apa yang ditimpa oleh Athala.

"Eve kamu juga pulang, pergi sekolah." Eve mengangguk dengan cepat ia langsung berlalu karena hanya ini yang ia inginkan, pulang!

"Bagaimana keadaan Non Athala, Non?" tanya Inah dengan cemas saat Eve baru saja datang.

"Aduh! Sekarang buatin aku sarapan, udah siang ini, mau sekolah!" sarkasnya membuat Inah terdiam.

"Kenapa ya, hidup Athala tuh penuh cobaan, sial mulu hidupnya,terus endingnya nyusahin orang lain!" Inah menghela nafas mendengar ucapan Eve.

Ditengah koridor Eve berpapasan dengan Alvonda, gadis ini hanya melengos tanpa mempedulikan Alvonda yang terdiam membisu menatap Eve yang bersikap tak biasanya.

Eve memasuki kelas bebarengan dengan bel masuk berbunyi, gadis ini duduk saat gurunya juga memasuki kelasnya.

"Baik sekarang saya absen," ujar guru perempuan.

"Alfani Sukma Lestari." Yang dipanggil langsung menganggkat tangannya.

"Athala Putri Nugraha."

Hening.

"Athala?" ulang guru tersebut.

"Dirumah sakit jatuh dari tangga," ujar Eve membuat semua terkejut.

"APA!" pekik Nara dan Lala bebarengan sambil  menatap Eve yang berada di bangku depannya.

"Athala sakit?" Eve hanya mengangguki acuh pertanyaan gurunya.

"Lo serius gak sih Eve! Gue serius nih!" seru Nara dengan berbisik saat guru masih mengabsen.

Eve hanya mengangguk acuh.

"Jangan main-main dong!" seru Nara kembali.

"Kenapa lo peduli dengan dia?"

Deg.

"Ya ... itu, terserah gue lah!" seru Nara menutupi kegugupannya.

"Lo masih anggap dia sahabat?" tanya Eve menghadap belakang di bangku Nara.

Lala hanya mendengarkan saja.

"Apa urusan lo?" tanya balik Nara.

"Evelyn Salsabila Nugraha."

Tentang Athala [PROSES REVISI] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang