Belajar tentang seseorang, bila ia menghinanati sekali, maka ia akan melakukan nya lagi
***
Dikantin yang ramai ada Ravel dkk beserta Alvonda yang sedang mengobrol tentang pendidikan yang akan ditempuhnya setelah lulus nanti. Inilah SMA Bangsa yang mempunyai tiga istirahat yang terjadi pada setiap hari kamis saja. Istirahat ini terjadi sebelum pulang.
"Lagian ini kan udah kelas 12 akhir ngapain lo malah pindah sekolah?" tanya Rama kepada Alvonda.
"Ya gimana ini keputusan orangtua gue." jawabnya.
"Nanggung banget men!" timpal Rean pula.
Alvonda juga tidak tahu apa alasan orangtuanya menyuruh ia pindah sekolah. Sebagai anak yang berbakti ia hanya menurut saja.
"Gue mau cari Nara dulu ya." ujar Rama berlalu.
Rama mencari Nara dipenjuru kantin luas ini. "Nara mana?" ucapnya setelah menemukan Lala.
Lala mengendikkan bahu. "Lagi balik ke kelas. Katanya ada penting gitu." ujar Lala tanpa memandang Rama.
Rama melangkah menuju kelas Nara berada, tak menemukan juga. Ia kembali berjalan menuju arah ke kantin.
"Athala!" teriaknya memanggil seorang gadis yang tengah berjalan sendiri.
Athala menoleh, ia mendapati Rama yang tengah berlari kearahnya.
"Nara mana?" ucap Rama.
"Di kantin. Ini aku mau nyusul." sahut Athala karena ia baru saja menuju perpustakaan terlebih dahulu.
"Gak ada ... gue tadi dikantin. Dia gak ada."
"Loh, soalnya—."
Ucapan Athala terpotong saat bunyi nyaring sebuah bel pulang berbunyi. Banyak murid yang keluar kelas berlari berlawanan dengan dirinya. Athala terdorong hingga ke tubuh Rama. Tapi Rama juga tak siap menerima tubuh Athala.
Rama jatuh tepat di atas tubuh Athala.
Athala meringis karena kepalanya terbentur sedikit keras di lantai.
"Kalian!!"
Rama langsung berdiri. "Maaf ya, Thal." ucap Rama membantu Athala berdiri.
Nara meneteskan air mata.
Rama memberikan tangannya untuk membantu Athala berdiri tanpa mempedulikan Nara yang sudah memasang raut wajah kecewa.
"Kak!!" seru Nara.
Athala yang sudah tidak kuat ia menerima uluran tangan Ravel untuk berdiri.
"Lo gak papa? Maaf ya."
Nara sangat kecewa disini ada dirinya kenapa pacarnya malah peduli dengan Athala. Rama tahu ada Nara tapi ini salahnya ia harus bertanggung jawab.
"Athala!" seru Nara menatap tajam.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Nara lirih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Athala [PROSES REVISI]
RomanceTentang semesta yang selalu penuh kejutan. Tentang ego dan hati yang selalu beradu. Tentang sebuah pertemuan kembali yang dialami seorang gadis penyuka hujan bersama masalalu yang diartikannya sebagai arsip! Masih disimpan tapi tidak untuk dibukanya...
![Tentang Athala [PROSES REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/207588138-64-k283572.jpg)