Kehilangan kita pernah. Terjatuh kita mungkin. Menyesal kita jangan. Berubah kita akan. Berterima kasih kita selalu.
***
Sudah seminggu semenjak kejadian Doni mengajak Athala pergi dan bertemu Citra, Doni kembali tidak pulang.
Athala tak pernah tahu sesibuk apakah pekerjaan Doni. Untuk akhir-akhir mamanya sangat sibuk. Ia juga jarang bertemu dengan Shera karena mamanya selalu pulang larut saat ia sudah tertidur dan berangkat ketika Athala belum bangun tidur.
Athala melangkahkan kaki menuju kelasnya 11 IPA 3. Sebentar lagi Athala akan kelas 12. SMA bangsa tidak seperti sekolah lainnya jika sekolah lain sedang melaksakan ujian maka akan meliburkan siswa yang tidak bersangkutan seperti kelas 11 dan kelas 10, tapi ini tidak berlaku buat SMA Bangsa! SMA Bangsa akan tetap memasukkan muridnya dan melakukan aktifitas seperti biasa.
Athala memutar bola mata malas ketika lagi-lagi mendapati Jasmine berada di tempat duduknya.
"Mau apa." ucap Athala.
"Nanti kita ke kantin ya, Thal. Sekali aja..." ujar Jasmine memasang wajah puppy eyes.
Athala menghela nafas pelan. "Gue sibuk nanti mau ke perpustakaan." tolak halus Athala.
"Oke nanti gue ikut dada..." ucapnya yang langsung ngacir pergi.
Athala mendudukkan diri dibangkunya. Ia membuka ponselnya.
"Kenapa sih masih ada yang mau temenan sama orang munafik kayak elo."
Athala menghentikan pergerakannya, ia tahu Eve menyindirnya.
"Ternyata sahabat lo yang dibelakang lo itu juga jauhin lo ya? Pantas sih buat perebut kayak lo!" ucapnya lantang yang mungkin terdengar oleh satu kelas.
Rumor tentang pertikaian persahabatannya yang tengah dalam masalah sudah sampai ditelinga banyak orang. Athala tak suka dikenal banyak orang! Orang lain hanya mendengar dari telinga ke telinga bukan dari aslinya.
Ada yang mendukung Athala dan ada juga yang percaya dan berada di kubu Eve atau Nara.
"Lo gak usah sebut-sebut gue!" seru Nara saat mendengar ucapan Eve.
"Bener kan kata gue lo sih gak percaya! Dia ini munafik jauhin aja dia." ucap Eve berdiri menantang.
Seisi kelas hening dan melihat pertikaian mereka berdua.
"Gue emang kecewa sama perbuatan Athala! Tapi gue juga gak mau sepemikiran sama otak bego lo!" seru Nara.
"Lo gak usah belagu!" Eve mendorong bahu Nara.
Sebuah suara tarikan kursi dari gadis yang hanya mendengarkannya, ia berlari. Athala sudah tak ingin mendengarkan semuanya.
Ia berjalan cepat di koridor yang sangat sepi. Entah kenapa ia memasuki perpusrtakaan yang hanya ada beberapa siswa yang berada di dalamnya. Athala menelungkupkan wajahnya antara tangan yang ditekuknya diatas meja.
Athala mendongak terkejut saat mendapati tepukan di pundaknya, ia merapikan rambutnya yang semrawut.
"Kak Rama!" pekiknya.
"Ngapain disini?"
Athala berdiri. "Maaf kak aku harus cari buku." alibinya.
Dengan cepat Rama mencekal tangan Athala yang baru melangkah.
"Apa sih Kak!" seru Athala menghempaskan tangan Rama.
***
Jauh dilubuk hatiku engkau masih kekasihku. Hadirmu tak mungkin kusambut lagi, karena ada seseorang yang tak lain adalah sahabatku yang telah menggantikanku. Dalam hatiku engkau masih hidup. Dan teramat masih segalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Athala [PROSES REVISI]
RomanceTentang semesta yang selalu penuh kejutan. Tentang ego dan hati yang selalu beradu. Tentang sebuah pertemuan kembali yang dialami seorang gadis penyuka hujan bersama masalalu yang diartikannya sebagai arsip! Masih disimpan tapi tidak untuk dibukanya...
![Tentang Athala [PROSES REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/207588138-64-k283572.jpg)