Bagian 22

3K 183 5
                                        

Yuk kekondangannya Sean dan Khanza , author duluan Yee 'udah kangen sama si gemess Fathur 🥰 sang pengantin minta doa restunya Loh 😘

***

Hari bahagia Sean dan Khanza telah tiba. panti didekor layaknya pesta di hotel dengan mengambil nuansa perpaduan putih dan cream dari warna favorit mereka. Khanza juga telah disulap bak putri kerajaan dengan gaun pengantin berwarna putih beraksen renda dibagian tangannya. gaun itu menjuntai lembut hingga melewati kaki, begitupula jilbab panjang yang senada dengan warna bajunya, disempurnakan adanya mahkota berukuran sedang melingkar indah diatas kepalanya, benar-benar seorang putri yang akan segera menemui sang pangeran.

Wajah yang tidak pernah terpoles itu, kini dihiasi dengan berbagai warna nude oleh tangan MUA yang sudah profesional. Sean benar-benar total mewujudkan pernikahan impiannya dengan khanza. Mereka telah bekerja sama untuk hari ini meskipun sean sudah memberi kepercayaan pada WO, tetap saja pria itu merasa perlu terjun langsung untuk memastikan semuanya berjalan sesuai harapannya. padahal pembicaraan awal jika mereka hanya akan mengadakan Pernikahan sederhana, iya memang sederhana untuk standar seorang Arseana, tapi tidak bagi orang lain yang melihatnya takjub karna kemewahannya. Bahkan sean merasa ini belum seberapa, tapi dia juga tidak bisa melakukan lebih dari itu karna permintaan khanza. sean juga sempat bersikeras untuk melangsungkan pernikahan di hotel berbintang tapi ditolak keras oleh khanza dan didukung oleh bunda ramlah.

setelah selesai bersiap Khanza ditinggalkan sendiri di kamarnya, dan kini dia duduk termenung sambil menunggu waktu ijab qobul dimulai. Sedangkan Fathur yang sempat menemaninya juga sudah siap dengan stelan jas yang mirip dengan sang papa, tapi telah diamankan oleh nisa. Perasaan Khanza saat ini campur aduk meski lebih dominan bahagia. tapi dalam hati kecilnya dia belum bisa mencicipi nikmatnya kelegaan. Walau restu sudah mereka kantongi, tetap saja itu tidak meringankan sesaknya karna penerimaan keluarga sean masih begitu mustahil untuknya.

Selama seminggu khanza dan sean tidak pernah bertemu, hanya berkabar atau saling memberikan perhatian melalui ponsel. tapi bagi mereka yang kasmaran itu sama sekali tidak membantu, beda ketika bertemu langsung. syukurnya kesibukan mengurus pernikahan bisa mengalihkan dari rasa rindu yang cukup mengganggu, tapi itu hanya berlaku bagi khanza tidak bagi sean yang benar-benar frustasi karna ide yang menurutnya konyol dari bunda ramlah. meski begitu dia tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti tradisi calon mertua dan menelan mentah-mentah semua protesannya.

Masih hanyut dalam lamunan dan kegelisahan yang tidak diperlukan khanza sampai tidak menyadari kedatangan nisa yang ingin mengabari jika acara sebentar lagi dimulai, namun nisa urung ketika melihat raut sendu sang kakak, dimana hari ini wajah cantik itu harusnya berseri-seri. tidak ada yang tau jika selain bahagia, hati khanza juga diselimuti rasa bersalah yang teramat besar. dalam hatinya selalu menggumamkan apakah ia egois?. mengingat kejadian di kafe 2 Minggu lalu, hari yang sama ketika sean ngambek dengannya.

"Kamu kok lama sih nyusulnya?" tanya sean. ketika khanza telah masuk mobil.

sean berdecak,"Minum dulu,kenapa bisa ngos-ngosan begini sih?"

khanza begitu haus, sampai dia tidak butuh waktu lama menandaskan air mineral ukuran kecil yang diberikan sean.

"ya karna lari mas, kan liat sendiri tadi aku lari karna takut ditinggalin"

"aku nggak akan ninggalin kamu zaa, bagaimana pun keselnya aku liat kamu belain Adit terus"ucap sean setengah menyendir.

"mas cemburu?"

yaelah pake nanya!

"mas tidak perlu cemburu sama kak Adit atau siapapun karna bagiku tidak ada yang lebih baik dari kamu"ucap khanza ketika tidak mendengar jawaban sean yang berarti iya.

cinta untuk khanzaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang