Bagian 33

3.5K 188 2
                                        

Sean POV

Entah apa yang sebenarnya terjadi,aku benar benar bingung. saat sadar aku sudah terbaring di rumah sakit dan kata willy aku pingsan karna kecapean,magh kambuh dan juga kekurangan darah. Tapi setelah dapat obat dan perawatan aku belum merasa baik, karna kecemasan dan ketakutan yang tiba-tiba menggerogoti ku, setelah mimpi buruk yang sangat membekas di ingatanku.

Aku bermimpi melihat khanza menangis meraung dalam ruangan gelap, hanya ada satu titik cahaya yang berasal dari seorang wanita tengah mendekap seorang bayi. Disana khanza tampak berusaha meraih wanita itu atau lebih tepatnya bayi dalam gendongannya tapi semakin khanza mendekat,cahaya yang membawa wanita dan bayinya makin menjauh dan itu semakin membuat khanza menangis pilu, aku ingin menghampirinya tapi langkahku terhenti ketika khanza berteriak anakku saat itu pula aku bangun dalam keadaan hampa.

aku tidak akan bisa tenang sebelum mengetahui kabar khanza,sejak sadar aku terus menghubunginya tapi operatorlah yang menjawab dan itu makin membuatku kalut. Disaat seperti ini khanza malah sulit dihubungi. Aku sempat menghubungi bibi tapi ternyata beliau belum pulang jika tidak ada halangan besok baru bisa sampai jakarta.

aku ingin memastikan keadaannya sendiri dengan pulang hari ini juga, tapi dokter belum mengizinkan. Sebenarnya kami sudah dalam perjalanan ke bandara untuk kembali ke jakarta, rencananya ingin memberi keluargaku kejutan tapi ada insiden ini yang justru menahanku lebih lama.

"Will tolong terus hubungi istri saya, saya sangat mengantuk.kalau istri saya sudah mengangkat atau ada kabar darinya kamu langsung bangunkan saya"

"Baik pak"

mataku sudah sangat berat dengan tubuh yang melemah, sepertinya tubuhku sedang berontak untuk diistirahatkan setelah menforsir kerjaanku dan akibatnya jam makan dan tidurku terganggu. Semua itu kulakukan semata-mata agar aku bisa segera pulang. Tapi malah aku harus terjebak di rumah sakit yang justru membuatku makin lama menemui keluargaku. Sangat menyebalkan!, jika khanza tau aku akan habis diomelinya.Aku harap ketika bangun nanti Willy sudah mendapatkan kabar darinya.

Karna kondisiku yang belum pulih mengharuskan ku dirawat dua hari,ini pun aku memohon ke dokter agar diizinkan keluar dengan menandatangani beberapa syarat dari rumah sakit. Tapi itu tidak apa-apa lagian aku sudah merasa lebih baik, justru aku akan makin tersiksa jika tidak pulang karna kekhawatiranku dengan khanza yang sedari kemarin belum bisa dihubungi.

willy sudah pulang dari mesjid saat aku juga baru selesai salat subuh. Aku belum menanyakan perkembangan istriku, jadi semoga kali ini sudah ada kabar baik yang dibawa willy untukku.

"Will bagaimana, apa istri saya sudah ada kabar?"

"Maaf pak, ponsel nyonya masih tidak aktif"jawab willy.

Ya Allah sayang kamu dimana?

"tapi saya sudah dapatkan tiket pak, dengan penerbangan pagi ini. jadi habis dari hotel kita langsung berangkat ke bandara pak"

"Good job Will, thankyou"

"Sure sir"

***

Kami sedang dalam perjalanan ke bandara, seperti rencana awal setelah dari hotel untuk mengambil barang kami,kita langsung chekout dan segera bertolak ke bandara. Selama perjalanan aku masih berusaha menghubungi khanza, di saat aku mulai putus asa tiba-tiba panggilanku sudah bisa tersambung membuatku tanpa sadar berseru keras dengan mengucap hamdalah, willy yang disampingku terkejut hingga hampir menjatuhkan tabletnya yang ada di pangkuannya.

"Assalamualaikum by"

"alhamdulillah,akhirnya kamu angkat sayang!, kamu dari mana? kamu nggak apa-apa kan? kalian baik-baik saja kan? Atau terjadi sesuatu sama kamu selama aku tidak ada?"

cinta untuk khanzaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang