Hari ini tepat 5 hari Sean berada di kota Daeng, selama itu pula keluarga kecilnya disiksa oleh rindu. Setiap Sean punya waktu senggan maupun singkat dia akan menyempatkan diri menelpon sang istri untuk mengobati rindu diantara mereka Eaaaa. Tapi kabar baiknya jika tidak ada halangan lusa Sean akan pulang.
Pagi ini seperti hari kemarin, Khanza mengerjakan semua pekerjaan rumah dan memasak untuk dirinya dan jagoan kecilnya, karena bibi pulang kampung jadi khanza mengerjakan semuanya sendiri kadang dibantu fathur meski itu hanya sekedar merapikan ruang mainnya tapi sudah sangat membantu. Sebisa mungkin Khanza mengusahakan agar tidak kelelahan dan teratur memakan makanan yang bergizi. tapi kadang susah juga, karna seperti kemarin saat makan siang Khanza mual memakan sayur bayam buatannya. Tidak ada makanan yang bisa lolos dari mulutnya selain bubur buatan sang bunda. Khanza dan Fathur memang menghabiskan waktu di panti asuhan selama bibi pulang kampung.
"Sayang ini coki-coki terakhir yaa, tidak baik makan coklat banyak-banyak"
"iya mam"
Mereka saat ini tengah berbaring di ruang tengah sambil menonton kartun kesayangan Fathur Shiva. itu loh kartun anak kecil, yang tidak mau dipanggil anak kecil. Biasanya kartunnya belum selesai Fathur sudah tidur duluan dan khanza akan ikut tidur siang bersama putranya karna semenjak hamil Khanza tiba-tiba seperti kebo yang doyan tidur.
Ting tong
Ting tong
"Ada tamu mam"
"Biar mama buka nak, kamu tunggu disini"
Khanza bergegas membuka pintu dan rasanya seperti saat ia membukakan pintu untuk mertuanya waktu itu. Khanza kembali dibuat syok ketika melihat siapa yang datang bertamu ke rumahnya.
Seorang wanita cantik berambut sebahu dimana terakhir mereka ketemu rambut itu masih panjang, lengkap dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya, menyempurnakan penampilannya. tapi yang membuat khanza heran wanita itu menyapanya dengan senyum lebar layaknya bertemu dengan teman lama dimana tidak seperti biasanya jika bertemu khanza hanya ada semburan hinaan dan makian yang keluar dari bibir wanita itu.
"Hay khanza, kamu tidak mau mempersilahkanku masuk?"
"Astgfirullah maaf mba, silahkan masuk!"ucap khanza.
"Silahkan duduk dulu mba"
Setelah memastikan tamunya duduk,Khanza kemudian beranjak meninggalkan sang tamu yang sedang terpaku melihat bingkai foto pernikahannya yang dipajang di atas sofa ruang tamu.
"Silahkan diminum mba maura"ucap Khanza, sambil meletakkan es jeruk untuk Maura dan teh hijau untuknya .
Yah seorang Maura ratulini lah yang datang bertamu, wanita yang sudah menvonis Khanza sebagai wanita perebut dan juga merupakan menantu idaman ibu mertua khanza. jika mertuanya kemarin datang dengan masih membawa raut dingin dan sifat angkuhnya, Maka berbeda dengan wanita cantik ini yang datang dengan keramahan dan senyum yang tidak lepas dari wajahnya, dimana jika ingin dibandingkan dengan mertua Khanza mungkin kebencian mauralah yang jauh lebih kuat meski persentasenya tidak beda jauh, dan kehadiran Maura saat ini benar-benar sebuah keajaiban.
"Wajar kalau kamu heran dengan kedatangan saya yang sangat tiba-tiba"ucap maura ramah?.
Khanza diam tapi dalam hati membenarkan, karna sampai detik ini dirinya masih tidak menyangka jika seorang maura yang terakhir kali bertemu dengannya sempat menyumpahi dan mengancamnya. Tapi kini mereka sudah duduk bersama tanpa adanya saling membunuh. Atau lebih tepatnyacMaura lah yang berpotensi sebagai pembunuhnya. Jelas itu sesuatu yang membingungkan dan patut dipertanyakan. Atau mungkin...
KAMU SEDANG MEMBACA
cinta untuk khanza
General Fictionmaafkan aku karna aku tidak sekuat itu. cinta yang membuatku tidak kuat untuk membagimu . walaupun Tuhanku menjanjikan surga untuk perempuan yang ikhlas di madu. *** seorang pria yang tak lain adalah Sean, duduk bersimpuh dihadapan istrinya dengan t...
