"Ini beneran gapapa aku ikut kak?"
"Gapapa ih, Eunbi" jawab Yerin gemas dengan pertanyaan Eunbi sudah terulang lima kali sejak mereka berdua keluar dari rumah kos yang mereka tempati bersama menuju panti asuhan yang akan mereka kunjungi.
Eunbi hanya merasa takut, ini acara sosial yang diadakan oleh bem kampus dan Yerin menjadi ketua divisi ini. Sedangkan Sinb itu maba yang baru mendaftar sampai pada tahap lolos berkas. Masih ada tahap wawancara yang harus ia lalui baru bisa dianggap menjadi bagian organisasi mahasiswa ini.
"Gapapa, Eunbi. Santai aja ya. Lagian kamu juga bakal jadi anggota bem kok. Belajar dulu lah ikut acara ini" ucap Yerin dengan senyum manis menenangkan Eunbi.
"Iya deh kak" pasrah Eunbi mengikuti langkah Yerin masuk ke mobil.
Mereka berdua langsung menuju tempat yang menjadi tujuan acara bakti sosial bulan ini dengan Yerin yang mengemudikan mobil dan Eunbi duduk di sampingnya.
🌻🌻🌻
"Wah udah rame ya kak" ucap Eunbi begitu keluar dari mobil melihat sudah banyak kakak tingkat yang sampai di panti asuhan itu sibuk mengeluarkan kardus. Kardus-kardus itu berisi buku bacaan, alat tulis, mainan, dan juga baju untuk anak-anak yang ada di sini.
Yerin ikut menurunkan beberapa kardus dari bagasi mobilnya.
"Aku bantu ya, kak"
Sinb membantu Yerin mengangkat kardus ke arah aula yang akan digunakan untuk acara ini.
"Makasih, Eunbi"
Eunbi mengangkat dua tumpuk kardus yang tidak terlalu berat. Hal itu membuat pandangannya sedikit terganggu karena terhalang oleh kardus. Tanpa sengaja menabrak seseorang.
Sadar sudah menabrak orang, Eunbi buru-buru menurunkan kardus yang ia bawa. Membungkuk sopan sembri mengucapkan permintaan maaf pada orang itu. "A ah. Maaf. Maaf aku nggak sengaja. Maaf kak" ringis Sinb dengan wajah tidak enak menatap seorang laki-laki tinggi di depannya.
Dalam hati Sinb sudah ingin menangis menatap wajah kakak tingkat yang ia tau merupakan ketua bem tahun ini. Kata Eunseo, laki-laki di hadapannya itu terkenal dengan prestasi yang didapatkan juga sifat dingin dan tegasnya.
"Hati-hati" kata Doyoung yang merupakan laki-laki yang dimaksud Eunbi berlalu lewat begitu saja.
Eunbi menghembuskan napas lega karena Doyoung hanya mengatakan hal itu. Ia sudah membayangkan akan dimarahi atau paling tidak diberi ucapan pedas oleh laki-laki itu. Untung saja tidak. Huh. Selamat.
🌻🌻🌻
Acara itu berjalan dengan lancar. Semua anak yang ada di panti asuhan terlihat senang dengan kehadiran teman-teman dari kampus. Setelah tadi ada sesi doa, makan bersama, juga games yang diadakan di dalam ruangan sekarang mereka menuju taman yang ada di depan panti untuk bermain.
Ada yang bermain sepak bola, lompat tali, boneka, juga ada yang sedang mendengarkan cerita dongeng yang sedang dibacakan oleh Yerin. Sebenarnya Yerin tidak mempersiapkan untuk melakukan ini, tapi karena ada seorang anak yang meminta dibacakan jadi ia melakukannya. Cerita tentang persahabatan harimau dan kelinci menarik perhatian anak lain. Dari yang tadinya hanya satu anak yang mendengarkan, jadi ada sekitar sepuluh anak baik laki-laki maupun perempuan.
Cara bercerita Yerin yang ekspresif membuat anak-anak itu tertarik untuk mendengarkan dan menonton bagaimana Yerin bercerita.
Eunbi tersenyum kecil menonton Yerin dari arah samping. Ikut merasa senang ketika anak-anak di depannya tertawa menikmati cerita itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hwang Eunbi with boys
Fiksi PenggemarCerita tentang Sinb, yang gasuka minggir dulu ya.
