"Bi"
"Hm" dehem Sinb yang masih fokus dengan kegiatan mecatatnya sebagai jawaban atas panggilan Eunseo.
"Dicariin pacar lo tuh" ucap Eunseo membuat Sinb menghentikan gerakan tangannya.
"Pacar?" tanya Sinb dengan sebelah alis terangkat. "Gue gak punya pacar"
Eunseo berdecak malas sambil menoyor pelan kepala Sinb, hal itu langsung dibalas raungan tidak terima oleh gadis Hwang yang tengah menyelesaikan salinan tugas milik Eunseo.
"Apa sih Son Eunseo. Gak usah rese deh gue belom selesai nyatet"
"Yaudah cepet"
Lima menit kemudian Sinb meletakkan pulpen di atas meja dengan kencang. "Udah nih" ucapnya riang.
Alisnya berkerut saat sadar Eunseo tidak ada di bangku tadi.
"UDAH?" tanya Eunseo dari arah luar kelas.
"IYA UDAH NIH GUE BALIKIN KERTAS LO. GUE GAK BUTUH LAGI"
"Gatau diri lo" ucap Eunseo yang sudah berdiri di hadapan Sinb jadi tidak perlu berteriak seperti tadi.
"Udah sini mana tugas lo, gue kumpulin sekalian bareng Umji. Lo sana keluar udah ditungguin"
"Ditungguin siapa? Kayaknya gue belom bilang Kak Minhyun buat minta jemput"
"Udah cepetaaan" ucap Eunseo tidak sabar membantu Sinb membereskan barang-barangnya. Lalu menarik tubuh Sinb untuk segera keluar kelas.
"Apa sih Eunseo"
"Nih udah selesai" Eunseo mengabaikan ucapan Sinb barusan, menatap laki-laki yang berdiri bersandar di tembok sambil memainkan ponselnya.
"Hai" sapa laki-laki itu dengan senyum lebar menatap Sinb.
"Changmin. Lo ngapain ke sini lagi bukannya tadi udah pulang?"
"Jemput lo. Yaudah ayo pulang" ucap laki-laki itu sembari menarik pelan tangan Sinb untuk mengikutinya.
Di belakang mereka, Eunseo menatap keduanya dengan pekikan tertahan menahan gemas dengan pemandangan di depannya. Eunseo senang karena sebagai shipper Changmin-Sinb, kapalnya berlayar.
🌻🌻🌻
"Loh kok belok?" tanya Sinb ketika Changmin membelokkan mobilnya.
"Temenin beli buku yang dulu ya, Bi. Tadi kakak gue nitip"
"Oh. Iya gapapa"
Changmin keluar dari mobil terlebih dulu, berlari kecil memutar untuk membukakan pintu di sebelah Sinb.
"Apaan sih" gumam Sinb dengan kekehan kecil saat laki-laki itu memperlakukannya seperti tadi.
"Ayo" seru Changmin menarik tangan Sinb masuk ke toko buku.
"Ih lepas deh, kayak anak kecil" ucap Sinb meminta tangannya dilepaskan, tapi Changmin malah mempererat genggamannya.
"Takut nanti ilang"
"Idih"
"Udah ayo ikut gue"
"Iya ini juga kan tangan gue ditarik sama lo"
"Bagusan yang mana?" tanya Changmin meminta pendapat sambil mengangkat dua novel setelah tadi melepaskan genggaman tangannya dengan Sinb.
"Yang ini bagus, itu juga bagus. Kakak lo mau yang mana emangnya?"
"Gatau, cuma bilang penulisnya doang gak bilang judulnya apaan"
"Ih kalo penulis itu kan karyanya udah banyak, mau yang mana coba" ujar Sinb yang memang menyukai karya dari penulis novel ini. Setiap kali ada novel baru pasti langsung membelinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hwang Eunbi with boys
FanfictionCerita tentang Sinb, yang gasuka minggir dulu ya.
