Haiiiiii!!
Maaf, karena lama tidak publish.
Tetap ikuti protokol kesehatan ya teman- teman, biar semuanya tetap sehat.
Selamat membaca❤
"Gimana, berhasil?" Tanya Rayhan kepada Sera.
Sera mengangguk sumringah.
"Iya, bahkan mau married bentar lagi. Terima kasih, Dok."
"Sama- sama, ini juga karena kerja keras kamu sendiri."
Self healing.
Akhirnya Sera berhasil.
Altar menganggap adiknya masih punya rasa tidak nyaman saat berhadapan langsung dengan pria yang menorehkan luka batin tersebut.
Dua hari setelah mereka pindah ke apartemen Altar, pria itu mengambil langkah cepat dengan menghubungi dokter Rayhan yang nota bene adalah sahabatnya. Altar membujuk Sera. Awalnya wanita itu menolak bahwa ia baik- baik saja dan tidak perlu dengan hal- hal berbau terapi atau apalah. Altar tahu bahwa adiknya berbohong.
Pada akhirnya Sera mau untuk konsultasi ke dokter Rayhan.
Selama konsultasi dan kesimpulan yang dokter Rayhan dapatkan adalah Sera mencintai pria yang menorehkan ketakutan batin tersebut.
Dokter Rayhan menyarankan bahwa salah satu jalan keluar yang paling ampuh adalah self healing. Menurutnya, Sera adalah pasien kelima dengan cerita yang hampir mirip dan keberhasilan pasien-pasien sebelum Sera telah berhasil sembuh dari rasa trauma karena satu dari sekian terapi yang menyembuhkan yaitu mereka melakukan self healing.
Sera harus melakukan self healing tiap malam dan tanpa gangguan apapun.
Hingga hari saat dimana Jericko menemukannya diapartemen Altar. Kala itu, Dokter Rayhan yang berada disampingnya berbisik. "Apakah pria itu? Aku rasa.... kamu bisa menghadapinya," ucap Dokter Rayhan memberi semangat kala itu sebelum mereka berjalan menghampiri Jericko yang diam mematung didepan pintu unit Altar.
Meski masih ada secuil ketakutan namun dokter Rayhan terus-terusan berkata bahwa keberhasilan terbesar adalah Sera harus berani berduaan dengan Jericko karena dokter Rayhan mengetahui dari sekian ketakutan Sera, wanita itu mencintai Jericko yang nota bene adalah orang yang menorehkan ketakutan batin tersebut.
Altar bahkan sempat menolak hal itu namun Rayhan berkata bahwa Sera mencintai Jericko dan tidak ada salahnya untuk mencoba cara itu.
Akhirnya Sera berhasil.
"Sekali lagi terima kasih dokter," ucap Sera tulus.
"Ya. Tapi kamu panggil seperti biasa aja. Gak usah formal begitu."
"Nggak bisa dok, ini kan di rumah sakit."
"Ya ya, terserah kamu saja." Rayhan terkekeh. "Btw, sahabat kamu yang rambut pirang itu cerewet yah?"
"Siapa...., Lia?"
"Yep, Maybe. Aku belum tahu namanya."
"Sahabat aku cuma dua, satu Sasa dan Lia yang rambut pirang. Dokter..... jangan-jangan...."
"No no no, aku..... cuma penasaran," bantah Rayhan salah tingkah.
"Ya penasaran karena jatuh cinta pandang pertama? Hhh, bang Altar punya saingan dong."
"Altar sama dia---"
"Lia yang suka bang Altar tapi masalahnya mereka gak bisa bersama," terang Sera lesu. Sebenarnya Altar dan Lia cocok namun mereka punya perbedaan besar. Sera baru sadar akhir-akhir ini. Sahabatnya pasti akan patah hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
SERAYA
AcakFollow dulu guys ❤ Biar kita makin dekat hehee. Mengandung hasil dari perbuatan bejat orang yang tidak dikenalinya sungguh membuat Sera tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah dan menerima janin itu. Jika bukan aku yang menjaganya, siapa lagi? _Ser...
