Akhirnya aku semakin dekat denganmu, dan juga mimpiku
~Arbi~
*****
"FELISH! FEL! FELISH!"
suara teriakan mama di lantai satu menggelegar sampai ke kamarku, membuatku yang sedang berbaring mendengus jengkel.
Mama membuka pintu kamarku, masih memakai riasan yang dia pakai ke gereja. Berarti mama baru pulang, padahal waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
"apa sih, ma" keluhku sambil berusaha duduk.
"mobil mama kemana? Kenapa nggak ada di garasi?" tanya mama.
Aku menggeleng.
"ya mana Felish tau! Itu kan mobil mama, kenapa nanya ke Felish"
"mama kan tadi ke gereja sama papa, terus lanjut pergi ke pertemuannya papa, dan baru pulang sekarang. Kamu yang seharian di rumah, masa iya kamu nggak tau di mana mobil mama?" kata mama.
Aku berusaha mengingat-ingat, kemudian berdecak setelah berhasil mengingat.
"ketinggalan di rumah Ziel" kataku.
"HAH?" pekik mama.
"kaget! Mama teriak gitu bikin kaget!" ketusku.
"apa nya yang ketinggalan?" tanya mama memastikan.
"mobil mama ketinggalan di rumah Ziel" kataku.
"KENAPA BISA DI SANA?" mama meninggikan suaranya lagi.
Aku tak menyahut, kembali berbaring sambil menatap langit-langit kamar.
"ma, kayaknya bagus nih kalau plafon kamarku dikasih lukisan glow in the dark. Besok papa suruh manggil tukang buat ngelukis, ya?"
"FELISH! MAMA LAGI MEMBAHAS MOBIL MAMA, KENAPA KAMU MALAH MIKIRIN LUKISAN!" pekik mama.
Aku mendengus.
"mama teriak terus, awas muncul kerutan"
Mama menghela nafas beberapa kali, seperti berusaha menetralkan emosinya.
"buruan kamu telfon Azriel, suruh dia anterin mobil mama!" suruh mama pelan.
Aku memiringkan tubuhku, memunggungi mama sambil menarik selimutku sampai leher.
"males ah, mama telfon aja sendiri. Felish capek tadi abis jalan-jalan"
"Ya Tuhan! Punya anak perempuan cuma satu, kerjaannya setiap hari bikin mama nya emosi" kata mama sebelum keluar dari kamarku.
Setelah mama pergi, aku mulai memejamkan mata dan tertidur.
Entah sudah berapa lama aku tertidur, tapi kembali terbangun setelah merasakan seseorang menarik selimutku.
Aku berbalik, kemudian mendapati Ziel terbaring di sampingku sambil memperbaiki letak selimut yang dicurinya dariku.
"ngapain lo di sini?" ketusku sambil berusaha memakai selimut yang sama dengan Ziel.
"diem, ini udah malem dan gue harus tidur supaya bisa tumbuh tinggi. Gara-gara lo ninggalin mobil di rumah gue, gue jadi harus balikin. Dan jam tidur gue keganggu" omel Ziel sambil memejamkan mata.
KAMU SEDANG MEMBACA
Garis Lurus (END)
Ficção AdolescenteGue cuma pengin punya kisah hidup yang mudah dan sederhana. Semudah dan sesederhana menggambar garis lurus. Tapi...GIMANA CARA MUDAH DAN SEDERHANA UNTUK MEMILIH SALAH SATU DARI DUA COWOK SUPER OLENGABLE INI? Felisha Albara~ ______ Inget Felish? Iya...
