Kalau ini mimpi, gue nggak mau bangun lagi!
Sulit dipercaya, orang yang selama ini gue taksir akhirnya mulai memberi gue harapan~
~Felisha Albara~
*****
"hai" sapa Arbi saat mendekat ke meja ku.
Bel istirahat baru berbunyi dan Arbi sudah menghampiri ruang kelasku sambil menenteng paperbag.
Aku tersenyum pada cowok itu.
"hai" sahutku.
Arbi menghentikan langkahnya, wajahnya kelihatan shock.
"barusan lo senyum ke gue?" tanya nya cengo.
Aku tertawa melihat tingkah Arbi.
"dan sekarang lo ketawa ke gue?" Arbi meyakinkan dirinya.
"ini mimpi nggak, sih?" Si Arbi masih kebingungan.
"ini kenyataan, apa perlu gue tonjok muka lo supaya lo sadar kalau ini bukan mimpi?" Ziel menghampiri kami dengan wajah semrawut seperti manusia kebanyakan beban.
"sensi amat lo?" tanya Arbi pada Ziel.
"dari pagi dia uring-uringan" kataku.
"kenapa?" tanya Arbi padaku.
Aku mengedikkan bahu.
"lagi sakau gara-gara nggak ketemu sama cewek yang dia cari tadi pagi"
"cewek?" ulang Arbi.
Aku mengangguk.
"iya, cewek yang tadi pagi lo suruh nganterin roti ke gue"
Arbi mengangguk paham.
"oh cewek itu"
"NAH!" tiba-tiba Ziel berteriak, membuat aku dan Arbi kaget.
"apaan sih, lo! Bikin kaget aja!" keluhku.
Ziel mendekatkan dirinya ke Arbi.
"Bi, ternyata lo yang nyuruh cewek itu ngasih roti ke Felish? Fel, kok lo nggak bilang dari tadi sih kalau lo tau yang mengutus cewek itu ternyata si Arbi"
"siapa duluan nih yang harus jawab? Gue atau Felish? Lo ngasih pertanyaan ke kita berdua secara bersamaan soalnya" kata Arbi.
"Felish duluan aja!" suruh Ziel.
"lo daritadi nggak nanya ke gue soal roti itu sama sekali" sahutku santai.
Ziel mendengus mendengar jawabanku.
"sekarang giliran Arbi yang jawab" kata Ziel.
"iya, gue yang nyuruh cewek itu ngasih roti ke Felish" jawab Arbi.
Wajah Ziel mendadak berbinar.
"lo kenal sama dia?" tanya Ziel antusias.
Arbi menggeleng, membuat wajah Ziel kembali terlihat lesu.
"kalau nggak kenal kok lo bisa nyuruh dia?" tanyaku.
"cewek itu tadi kebetulan lewat kelas gue dan arahnya ke kelas lo ini, jadi yaudah sekalian aja gue minta tolong" jelas Arbi.
Ziel mendengus.
"informasi yang tidak berguna" ketus nya.
"tapi tadi gue sempet baca badge name nya" kata Arbi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Garis Lurus (END)
Teen FictionGue cuma pengin punya kisah hidup yang mudah dan sederhana. Semudah dan sesederhana menggambar garis lurus. Tapi...GIMANA CARA MUDAH DAN SEDERHANA UNTUK MEMILIH SALAH SATU DARI DUA COWOK SUPER OLENGABLE INI? Felisha Albara~ ______ Inget Felish? Iya...
