Sedangkan disisi lain terlihat seorang perempuan yang tengah bangkit dari tidurnya, nampak sangat sulit untuk dirinya terbangun setelah kejadian tadi malam. Setelah semalam dirinya berpesta dan banyak menenggak minuman beralkohol sepuasnya, di pagi hari ia mulai merasakan efeknya. Ia mulai merasakan sakit kepala yang begitu hebat dan sedikit mual.
Meskipun rasa kantuk masih sangat melekat di matanya, dia tetap diharuskan pergi ke sekolah. ia mulai berjalan menuruni tangga satu per satu. Dia menengok ke arah meja makan tak ada satupun dari keluarga mereka yang tengah sarapan pagi, ia duduk dan makan sarapan yang telah di buat oleh pembantunya, roti berisikan selai stroberi dan satu gelas susu putih hangat.
"Non chika tadi bapak bilang kalau uang non chika habis tinggal minta sama mas vino"
"Iya bi, tadi malam yang nganterin aku pulang siapa? Mira sama vivi bukan?"
"Bukan non"
"Hah! Bukan? terus siapa?"
"Dia bilang namanya ara adek kelasnya non chika"
chika mencoba mengingat kejadian tadi malam percumah, tetap saja ia tak ingat.
Tahu-tahunya keesokan harinya dirinya memang sudah berada di kamarnya, menurut pembantunya yang mengantarkan dirinya ara. kenapa bisa anak tersebut yang mengantar ia pulang, sungguh pertanyaan itu menjadi misteri.
Setelah menengguk satu gelas susu chika segera berangkat ke sekolah karena ia tidak sabar ingin menanyakan kepada kedua sahabatnya tentang mengapa dirinya di antarkan pulang oleh ara.
Karena jarak rumah Ara dan fiony dengan sekolah cukup jauh, ia pun mengendarai sepeda motornya dengan sangat ngebut. Ara terus melajukan sepeda motornya dengan cepat sekali. Tiba-tiba , srutttt....!!! brugggh, ia mengerem dan membelokkan motornya untuk menghindari mobil yang berhenti mendadak, akan tetapi Ara tidak dapat lagi menghindari. Ia pun menabrak trotoar gara-gara menghindari mobil dan tak sempat mengerem. Ara dan fiony jatuh tersungkur di atas jalan.
"Aduh sakit, mobil kurang ajar! Main berhenti mendadak, fiony lo ga papa?"
"Ga papa ra lecet dikit nih siku'' ucap fiony sambil memperlihatkan sikunya yang sedikitpun terluka.
Ara langsung pergi menghampiri mobil yang membuat dirinya dan fiony terjungkal dan terperosok. Ara menggedor-gedor pintu dengan sangat keras, emosi ara sudah tidak bisa di kontrol.
"Turun lo brengsek! keluar sekarang tanggung jawab lo" orang yang berada dalam mobil turun dengan memakai seragam yang dibalut sweater berwarna pink.
"apa?" Ucapnya tanpa memiliki rasa bersalah karena telah mengerem mendadak.
"lo? Manusia di bumi ini berjuta-juta kenapa gue harus ketemu sama lo lagi si?"
"Mana gue tau"
"Lihat gara-gara kekakuan lo, gue sama temen gue jatuh dari motor. motor gue lecet sekarang lo tanggung jawab"
"Demi apa lo nyuruh gue tanggung jawab?"
"Yang pertama lo udah ngerem mendadak, ke dua lo udah buat gue dan temen gue terluka dan terakhir lo udah buat motor kesayangan gue lecet, ganti rugi sekarang"
"Ogah!" Wanita tersebut segera masuk ke dalam mobil lalu di cegah oleh ara.
"Jangan kabur tanggung jawab lo"
"Gue bilang ogah jangan maksa jadi orang!" tiba-tiba kepala wanita tersebut kembali sakit dan membuatnya sempoyongan.
"Udah deh ga usah nge-drama gitu gue tau lo cuman akting"
"Ara kayaknya dia ga akting deh lihat aja mukanya sedikit pucat" ucap fiony.
"Terus kita harus gimana?"
KAMU SEDANG MEMBACA
DIA HADIR KEMBALI
RandomHari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun ia tidak pernah lagi mendengar kabarnya, Dia yang slalu ia tunggu. Bagaimana jika Dia hadir kembali dalam hidupmu?
