Adegan berbahaya

5.7K 543 45
                                        

Sesampainya di apartemen ara menaruh tasnya dengan kasar, melemparkannya begitu saja ke sembarang tempat. Lalu duduk di tas kasurnya dengan wajah yang datar.

Baru kali ini chika melihat ara seperti itu, ia langsung menaruh tasnya dan berjalan mendekati ara. Melihat hal itu chika langsung duduk di samping Ara dan mencoba untuk mengajaknya berbicara.

Dengan sedikit penuh keberanian Ara mendekatkan wajahnya ke arah chika yang hendak menyentuh bibir mungilnya.

Cupp

Ara berhasil mendaratkan sebuah ciuman lembut di bibir, chika pun memejamkan matanya. Saat hendak menyentuh pipinya tiba-tiba chika membuka matanya. Ara membulatkan matanya dan melepaskan ciuman itu.

"Maaf" wajah Ara memerah saat chika memergoki dirinya yang akan menyentuh pipinya. Sangat lucu bukan.

"Nggak perlu minta maaf sayang" ucap chika, terlihat Ara yang salah tingkah.

Chika menatap ara dalam dan mulai mendekatkan wajahnya dengan bibir ara.

''Chika kamu ga boleh melakukanya"

"Kenapa? bukankah hal ini harusnya udah di lakukan dari kemarin? kenapa ara terus menolak?"

"Bukan nolak cuman-"

Chika menyeringai ke arah Ara, diraihnya bibir ara dengan bibirnya yang membuat ara memejamkan matanya. chika melepaskan ciumannya.

"Kenapa ara diem aja? apakah ara tidak tau cara melakukannya?" Ucap chika dengan nada mengejek.

"Apakah kamu menantang aku Chika?"

Ara mulai mencium bibir chika, dilumatnya bibir itu dengan lembut dan penuh kehati-hatian. sedangkan chika mulai menikmati ciuman ara dikalungkan tangannya di leher ara.

Tangan ara mengelus-elus punggung chika saat di rasakannya gadis itu membalas ciumannya. Ara dan chika melepaskan ciuman mereka untuk menghirup oksigen sebentar.

Ara kembali menyentuh bibir milik istrinya, kali ini ciumannya agak kasar dengan sesekali menggigit kecil bibir chika.

Ara menindih tubuh chika, dikecupnya seluruh tubuh bagian chika. membuat chika menikmati setiap kecupan yang di berikan oleh ara.

Tangan ara mulai menelusuri setiap lekuk tubuhnya, hari ini ara memperlakukan chika dengan sebagaimana mestinya layaknya pasangan yang sah. tubuh mereka bersatu dalam kehangatan dan kenikmatan.

Ara mulai melepas satu persatu kancing baju seragam milik Chika, tinggal satu kancing baju di buka terdengar suara bel apartemen yang berbunyi. Hal itu membuat mereka berdua gugup.

"Sialan" ucap ara.

Ara segera bangkit dari kasurnya begitupun chika, yang sedang sibuk mengancingkan bajunya kembali. mereka penasaran siapa yang datang ke apartemennya, apakah mamanya?

Ara membukakan pintu tersebut didapati sosok lelaki yang tidak terlalu tampan dengan kulit hitam mungkin karena sering terbakar sinar matahari.
Tangannya berotot mungkin juga sering olahraga.

"Benar dengan Yessica Marilena Harlan? saya mau nganterin paket dari ibu Gracia" ucap lelaki tersebut dengan ara.

"Saya bukan chika" ucap ara ketus.

"Paket dari mama saya mas?" Ucap chika yang baru saja datang.

"Iya mba ini paketnya" ucap lelaki tersebut. Lelaki itu terus memandangi wajah chika membuat Ara sedikit risih.

"Kenapa liatin istri saya begitu? saya tau istri saya cantik"

"Istri?" ucap lelaki itu kebingungan.

DIA HADIR KEMBALITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang