Pagi hari ini chika bangun lebih awal dari biasanya, jadi hari ini ialah yang akan masak sarapan pagi untuk dirinya dan ara.
Menu sarapan hari ini hanya satu buah roti berisi selai coklat dan segelas susu putih hangat, Ara tidak pernah protes dengan masakan yang ia buat. karena ara tau dirinya tidak terlalu pandai kalau urusan masak.
Dapat dilihat ara keluar dari kamar dengan pakaian seragamnya yang rapi dan terlihat cantik menurut chika. Ara tersenyum sambil berjalan ke arah meja makan.
Ara terlebih dahulu berjalan mendekati chika dan memeluknya dari belakang, lalu mencium tengkuk lehernya.
"Maaf ya aku cuman bikin roti buat kamu, bahan-bahan makanan habis soalnya" ucap chika.
"Nggak papa kok, nanti pulang sekolah kita ke supermarket untuk belanja" kata Ara lalu duduk di meja makan.
"Biar aku aja yang belanja nanti" tolak chika.
Anehnya Ara hanya bisa tersenyum sambil memakan roti tersebut.
"Kenapa malah senyum?" Tanya chika.
"Enggak kok" ucap Ara sambil senyum-senyum tidak jelas.
"Ara nyebelin banget sih"
"Nyebelin gini tapi kamu suka kan?" Goda Ara sambil mencolek dagu milik chika.
Setelah mereka selesai dengan sarapan paginya, mereka segera pergi dan berangkat menuju ke sekolah.
Seseorang berlari kecil menuruni tangga untuk membukakan pintu pada tamu yang sedari tadi memencet bel rumahnya.
"Ya ampun! ga sabaran banget si jadi orang'' ucap mira menggerutu lantaran orang tersebut memencet bel dengan jahilnya.
Mira terus mempercepat langkahnya dan segera membukakan pintu, di dapati vivi yang tengah berdiri tepat di depan pintu.
"Berisik banget lo Drun" omel mira.
"Habisnya bukain pintunya lama banget, gue kan capek nungguinnya" ucap vivi.
"Yaudah ayo berangkat, emangnya lo mau kita telah?" Tanya Mira sambil menaikan satu alisnya.
"Gak lah" jawab vivi.
Vivi dan Mira langsung pergi berangkat sekolah karena mereka tidak ingin telat, dan vivi rela bangun pagi dan berangkat pagi demi menjemput mira.
Baru saja sampai mereka di area sekolah mira segera pergi meninggalkan vivi namun tangannya berhasil di genggam oleh vivi.
"Tunggu gue napa sih mir, buru-buru amat" ucap vivi.
"Lama lo drun" ucap mira.
"Yaelah mir tumben-tumbenan lo mau cepet-cepet masuk ke kelas"
"Gue belom ngerjain tugas, gue mau nyontek sama yang laen" ucap mira.
"Gue udah kerjain, lo nyongek punya gue aja" ucap vivi.
"Nah bilang dari tadi dong drun" ucap Mira sambil memukul kepala vivi. mereka berdua segera berjalan menuju kelas.
Di sela kegiatan melamunnya, ia tak menyadari sedari tadi fiony sudah berdiri di depannya. Gadis itu memegang kepala bagian sampingnya dengan telapak tangannya, ia mendorong kecil kepala Ara ke arah dadanya.
"Maaf ya ra bukan apa apa, lo kenapa melamun Ra??" Tanya fiony.
Ara tak menjawab, ia memandang ke arah lain. Fiony mencoba mengangkat dagu gadis itu agar menatapnya.
"Kenapa ra?" Tanya fiony lagi.
"Eh eh Ade ape nih peluk pelukan segala masuk cepet" ucap adel. mereka berempat segera masuk ke dalam rumah adel.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIA HADIR KEMBALI
RandomHari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun ia tidak pernah lagi mendengar kabarnya, Dia yang slalu ia tunggu. Bagaimana jika Dia hadir kembali dalam hidupmu?
