Sinar mentari perlahan masuk melalui celah-celah tirai pada jendela kamar Chika. Suara kicauan burung terdengar begitu merdu nan indah.
Perlahan mata chika mulai terbuka, kesadarannya belum pulih seutuhnya. Ia merasakan ranjangnya agak sesak dari biasanya dan di bagian dadanya ada tangan seseorang yang melingkar erat.
Deru nafas yang terasa meniup-niup rambutnya membuat chika menggeliat dan menoleh ke belakangnya.
Orang yang saat ini memeluknya dari belakang adalah benar-benar Ara. mata gadis itu pun terbuka.
"Morning Istriku" ucap Ara dengan suara serak khas baru bangunnya lalu mengecup kening chika.
Chika tak menyambut kecupan ara dengan senyuman, ia masih marah dengan kejadian semalam.
Saat akan bangun Ara menahan Chika agar tetap berbaring dan semakin erat memeluknya.
"Nanti aja bangunnya, dikit lagi. Gue masih mau peluk lo" desah lirih Ara yang kembali memejamkan matanya.
"Chik percaya sama gue, lo itu cantik. Gue bersyukur atas pertemuan kita, lo berharga. lo milik gue, gue sayang sama lo" ucap ara menatap manik-manik mata chika.
"Kalau sayang nggak bikin khawatir ra!"
"Chik lo udah capek ngadepin gue?" tanya ara. chika menatap ara dengan sorot yang menantang.
"Iya, mungkin kita sama-sama capek ra. kenapa nggak kita akhiri aja?" ujar chika membuat Ara mematung.
"Lo malu punya gue?"
"Aku nggak malu tapi aku udah ngerasa capek ngadepin kamu. Jadi buat apa di terusin, Ra?"
"Lo tau chik, apa yang buat gue sedih? kehilangan lo" mata ara sedikit mulai berkaca-kaca.
"Lo nggak tau gimana bahagianya gue setiap pagi ngebuka mata orang pertama yang gue lihat itu lo, lo nggak tau gimana gue setiap pagi selalu semangat sarapan bareng lo. chik,lo nggak pernah tau itu. karna" Ara mengatur nafas sejenak.
"Lo gak pernah tau itu karna lo selalu beranggapan bahwa gue nggak cinta sama lo"
"Brengsek" decih chika pelan.
"Apa?"
"Brengsek"
"Siapa yang brengsek" tanya ara.
"Kamu! Kamu brengsek aku benci sama kamu" ucap chika.
Ara menghela nafasnya kasar untuk beberapa kali.
"Oke, gue akan keluar dari geng motor itu. gue janji gue ga bakal lagi ikutan geng motor" ucap Ara.
"Ara serius bakal keluar dari geng motor itu? bukan karna keterpaksaan kan?" tanya chika penuh ragu.
"Gue gak terpaksa, gue ngalakuin ini karna gue sayang sama lo. kalau lo nggak nyaman atas apa yang gue lakukan bilang, jangan dadakan. jantung gue butuh persiapan soalnya" ujar Ara.
Chika memeluk Ara dengan sangat erat, ia merasa senang akhirnya ara keluar dari geng motornya tersebut. disisi lain ia pasti tahu jika Ara tidak sepenuhnya punya keinginan untuk keluar, tapi chika juga tidak mau jika Ara terus berada dalam bahaya jika masih ikut geng motor itu.
Ara melepaskan pelukannya, menyentuh wajah chika dengan kedua telapak tangannya dan menatap gadis itu sangat dalam.
"Lo tau nggak? hari ini hari yang paling menyedihkan buat gue" ucap Ara.
"Kenapa?''
"Karna gue denger pengakuan bahwa lo capek ngejalanin hubungan bareng gue, juga lo ngatain gue brengsek. Sialan" ucap Ara sambil terkekeh.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIA HADIR KEMBALI
RandomHari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun ia tidak pernah lagi mendengar kabarnya, Dia yang slalu ia tunggu. Bagaimana jika Dia hadir kembali dalam hidupmu?
