Menentukan tanggal pernikahan

3.6K 465 13
                                        

Malam ini keluarga Harlan menginjakan kakinya di rumah sederhana milik keluarga Natio, tentu saja Harlan dan Gracia datang bersama chika untuk menentukan tanggal pernikahan mereka.

Chika mengetuk daun pintu berwarna silver sembari mengucapkan salam, toleransi yang sangat tinggi. Tak lama kemudian sang pemilik rumah membuka pintu serta menjawab salam lalu mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam rumah.

Entah mengapa saat chika masuk ke dalam rasanya sangat nyaman, walaupun nampak sederhana namun sangat menyenangkan.

"Om Tante silahkan masuk dulu, maaf rumah saya kecil" ucap ara mempersilahkan keluarga Harlan untuk masuk.

"Dimana orang tua kamu?" Tanya gracia.

"Di dalem tante, adek tolong panggil ayah sama bunda" ucap ara. Christy mengangguk dan berjalan untuk memanggil kedua orangtuanya.

Tak lama kemudian kedua orang orang ara datang, Gracia yang nampak penasaran dengan orang tua ara mendongakan wajahnya dan ia terkejut dengan sosok perempuan yang dilihatnya sekarang.

"Cici" ucap gracia.

"Gege" ucap shani.

"Ya ampun ternyata ara anak kamu ci?"

"Chika juga ternyata anak kamu ge?"

"Bunda kenal sama mamanya chika?" Tanya Ara heran.

"Pasti kenal, gracia adalah sahabat mama dari kecil. cuman sejak bunda masuk sma kita berdua pisah karena gracia pindah kota" ucap Shani mencoba menerangkan tentang dirinya dan gracia.

"Belasan tahun kita nggak ketemu shani dan sekarang aku bersyukur bisa bertemu dengan kamu lagi, makin cantik kamu ci"

"Biasa aja kok ge, silahkan duduk. maaf ya rumah aku sederhana" ucap Shani mempersilahkan mereka untuk duduk.

"Jadi kedatangan kalian kesini ada apa?" Ucap Natio.

"Kita semua disini untuk menentukan tanggal pernikahan antara chika dan ara?"

"Pernikahan anak saya? maksud anda apa? bukankah anak kita sama-sama masih sekolah?"

"Apakah anak kamu belum bercerita soal ini?" Tanya Harlan.

"Belum sama sekali" jawab Natio.

"Jadi gini anak saya chika mau saya jodohkan dengan anak temen saya tetapi chika menolaknya dia bilang cinta dengan anak anda, ara. dan saya memutuskan untuk menikahkan mereka berdua"

"Apakah ini tidak kecepatan? lalu bagaimana dengan sekolah mereka? saya tidak mau anak saya sampai putus dari sekolahnya"

"Anda jangan khawatir soal itu, soal sekolah mereka akan tetap sekolah biar saya yang atur semua ini. Jadi gimana menurut anda Natio?"

"Saya sebagai orang tua hanya bisa memberikan yang terbaik buat anak saya, saya serahkan semuanya ke ara"

"Jadi, kalian berdua ingin tanggal berapa untuk pernikahan kalian" ucap gracia.

Chika menoleh ke arah mata sang mama lalu menoleh ke arah gadis itu yang sedari sedikit menunduk, Chika menjadi gemas sendiri.

"Ehmm" chika hanya berdehem dan masih berpikir, lebih tepatnya menunggu gadis itu terangkat kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari gracia bersama-sama.

Tak lama Ara mendongkakan kepala, chika menatap manik mata hitam pekat itu begitu dalam. Menyelidiki apa yang akan gadis itu ucapkan. Namun dari tatapan itu sepertinya jawaban yang akan gadis itu berikan sama.

"Setelah aku pikir-pikir aku akan menyerahkannya ke papa dan mama aja, pasti lebih tahu dalam masalah ini" jawab chika yang tak memutuskan kontak mata dengan ara.

"Ara pun sama" ucap ara.

Setelah Harlan, gracia dan chika mendengar jawaban yang chika dan ara berikan.

Cukup lama mereka menentukan tanggal, Karena harus memperhatikan dalam segi apapun. Akhirnya tepat pada jam sembilan malam tanggal pernikahan sudah ditentukan, keluarga sepakat untuk mengambil akhi bulan.

"Waktu dua minggu untuk mempersiapkan pernikahannya" ucap Harlan.

"Apa itu tidak terlalu cepat, om?" Ucap ara.

"Tidak, ara. Kami pasti bisa mempersiapkan semuanya dengan baik, kamu dan chika tidak perlu khawatir" sambung gracia.

Ara merasa dua minggu itu sangat cepat untuk mempersiapkan acara pernikahan, terlebih mereka harus melangsungkan pernikahan di luar negeri.

Namun ia tak bisa menolak, karena itu sudah keputusan keluarga mereka dan pasti yang terbaik. Lagi pula ia yakin dengan keputusan yang ia ambil walaupun belum sepenuhnya yakin.

"Jadi kak ara sama ka chika bakal nikah? ih seru banget Kity juga mau" ucap christy.

"Kamu kan masih kecil christy ya ampun" ucap shani.

"Ka Ara juga masih kecil tapi udah di bolehin nikah, christy kan juga pingin. Bunda sama ayah ga adil" ucap christy sambil memonyongkan bibirnya, semuanya hanya bisa terkekeh.

"Jadi kita sudah sepakat ya akan melangsungkan pernikahan putri kita akhir bulan, kalau gitu saya pamit nanti saya akan kabari kalian lagi" Harlan dan keluarganya pergi dari rumah ara.

Sedangkan disisi lain ara masih bimbang dengan dirinya, apakah keputusan yang ia ambil tepat. Apakah nanti ia bisa mencintai chika seperti chika mencintai dirinya? ntahlah kita berdoa saja yang terbaik buat mereka.

DIA HADIR KEMBALICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang