Meskipun pertandingan diadakan pada tengah hari dan matahari yang mulai terik, namun itu tidak berpengaruh terhadap kedua tim. Karena SMA Nusantara memiliki lapangan basket yang indoor dan sangat mewah, dilengkapi dengan tribun yang lumayan luas sehingga bisa menampung banyak sekali penonton. Suara tepuk tangan dan hentakan kaki terdengar di sekelilingku.
"Gimana udah siap kalian?" Tanya Chika.
"Kalau masalah siap ga siap si gue siap cuman bahu gue sedikit lagi nyeri gimana ntar coba" ucap Mira.
"Terus? Lo maunya gimana?" Vivi menyerngitkan dahinya.
"Gue main babak kedua aja ya?" Ucap Mira dengan wajah memelas.
"Yang gantiin lo main siapa curut? gada cadangan kita" ucap vivi yang sekarang memasang wajah datar.
"Iya deh iya ntar gue main dari awal" Mira pasrah.
"Yaudah ayok kita siap-siap udah jam setengah satu nih, kita ganti baju sekarang" ucap chika.
Mira dan vivi mengangguk dan mengikuti chika izin ke ketua kelas dan segera mengajak timnya untuk berganti pakaian.
Di lapangan chika dan teman-temannya sudah berganti pakaian menjadi kostum basket. Karena kebanyakan teman ceweknya mengikuti ekstrakurikuler basket jadi semua sudah memiliki kostum yang resmi. Kostum basket dengan warna biru Dongker dan garis garis putih di pinggirnya.
Disisi lain tampak team basket putri dari kelas XI-XII baru saja tiba dan kemudian duduk di bangku pemain. Kostum mereka memakai warna merah dengan garis hitam di sisinya.
Kedua tim melakukan pemanasan selama 5 menit. Mereka kemudian berjalan penuh tekad menuju lapangan basket.
Pertandingan pun di mulai tampak sang kapten basket putri chika dan tim dari lawan. Gaby, sedang berdiri di tengah lapangan untuk melakukan jump ball.
Peluit dari wasit berbunyi bebarengan dengan dilemparkannya bola ke atas oleh wasit. Chika dan Gaby melompat bersamaan untuk memperebutkan jump ball yang dinilai cukup penting untuk menentukan awal pertandingan.
Karena badan Chika yang cukup tinggi dari Gaby sehingga dia mendapatkan peluang besar untuk mendapatkan bola tersebut. Bola itu melambung dan berhasil diraih oleh chika.
Menarik sekali, seruan penonton semakin kencang saat chika menyentuh bola.
Chika? Manusia pembawa sial bagi ara. Dia menjadi pusat perhatian penonton di lapangan basket. Terlihat Chika yang lincah dan lihai saat mendribble bola. dia sangat lincah melewati dua lawan seperti pemain profesional.
Giliran lawan menyerang balik, tampak seorang cewek yang rambutnya di kuncir kepang bertubuh kecil, bernama Ashel menggiring bola dengan gesit kemudian Ashel melakukan over head pass kepada Gaby dan berhasil di tangkap dengan baik.
Saat Gaby menggiring bola dan berlari menuju ring chika, dia di hadang oleh mira dan vivi. Gaby mencoba beberapa kali untuk lewat tetapi tidak berhasil, kemudian dia memutuskan untuk shooting yang ternyata masuk.
Pertandingan berlangsung dengan sengit kedua tim tampak sangat bersemangat untuk bermain dan tidak ada yang mau mengalah, mereka saling mengejar point.
Hingga akhirnya pertandingan kurang dari 30 detik lagi. Kedua tim sedang beristirahat sambil mengatur strategi karena selisih point yang sangat sedikit 42:44 dengan tim dari chika yang unggul 2 point dari tim gaby.
Di bangku penonton oniel dan Adel bersorak berharap tim chika yang akan menang sedangkan Ara dan fiony hanya terdiam menikmati pemandangan yang sedang mereka tonton.
"Hebat banget ka chika ra ga nyangka gue" ucap fiony.
"biasa aja!"
Entah bagaimana caranya si tukang pembawa sial, badgirl dan suka mencari keributan dia bisa menjadi most wanted di sekolahnya. semua orang meneriakan namanya, chika! chika! chika.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIA HADIR KEMBALI
De TodoHari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun ia tidak pernah lagi mendengar kabarnya, Dia yang slalu ia tunggu. Bagaimana jika Dia hadir kembali dalam hidupmu?
