Ica terus saja mengusap sisa-sisa air matanya, ia juga berkali-kali menatap Bintang yang masih sibuk menyembuhkan lukanya dengan kapas dan obat merah.
Ica yang tadinya menangis kini tersenyum, ia sedikit menyembunyikannya karena takut Bintang akan melihatnya.
"Nggak usah senyum-senyum, potong rumputnya yang bener," tegur Bintang yang masih fokus mengoleskan obat merah ke pipi Ica
Ica memajukan mulutnya, ia kesal ternyata aksinya ketahuan. Dan ia juga di buat semakin kesal saat sedang kesakitan seperti ini dia malah dihukum untuk memotong rumput di taman, bersama kedua perempuan tadi.
"Lagian lo ngapain sih? Baru aja masuk sekolah udah bikin ulah," ujar Bintang yang kesal karena Ica tidak bisa jaga sikap
"Emm itu sih, aku nggak tau. Tiba-tiba diajak lari terus aku juga ikut di serang," adunya pada Bintang
"Dan satu lagi, tadi lo manggil gue Abin. Ini di sekolah," peringat Bintang membuat Ica terhenyak. Astaga dia lupa
"Oh iya, maaf."
"Udah selesai, gue ke kelas ya?!" ucapnya yang hendak berlalu, namun kini lengannya di cekal oleh Ica
"Apa?"
"Yang itu beneran?" tanya Ica
"Itu apanya?"
"Yang tadi," ucap Ica sambil senyum-senyum
"Yang mana? Dah ah, kebiasaan lo." Bintang hendak berdiri namun kini lengannya kembai dicekal lebih erat oleh Ica
"Abin, eh maksudnya Bintang sayang sama aku? Sayang sama Ica? Iya?"
Bintang sampai lupa dengan ucapannya tadi, ia juga sempat terdiam untuk beberapa saat karena bingung harus menjawab apa.
"Bintaaang!"
"Iya," jawabnya kesal, "Ada lagi yang mau di tanyain? Udah bel masuk Ca, nanti gue telat."
Ica tersenyum sumringah, "Oh iya, yaudah selamat belajar Bintang."
Bintang berdiri dari rumput taman yang sedari tadi mereka gunakan untuk duduk, "Lo juga, tanya ke mereka ada apa sampai-sampai lo ikut diseret ke masalah mereka," ujar Bintang sambil melirik kedua perempuan yang ternyata memperhatikan Ica dan Bintang sedari tadi
Ica mengikuti arah pandang Bintang, ah iya kedua perempuan menyebalkan itu.
"Iya, Bintang," jawabnya sambil mengulas senyum
"Yaudah gue duluan," Bintang berlalu sambil membawa kotak p3knya
Ica kini berhenti menatap punggung Bintang yang menjauh, kini tatapannya beralih ke arah dua perempuan yang sepertinya memperhatikan Ica diam-diam, lihat saja tatapannya langsung dialihkan ke arah gunting dan memotong rumput dengan gugup.
"Ekhem," dehem Ica ketika sampai di samping mereka berdua
"Ekhemm hem."
"Ekhem, hem uhuk uhuk."
Ica memicingkan matanya, kenapa mereka malah saling membalas batuk?
"Eh kalian!" tegur Ica sampai mereka berhenti terbatuk-batuk dan kini diam sambil berpura-pura memotong rumput, benar mereka di suruh untuk merapihkan rumput taman
"Kenapa?" tanya Gita singkat
"Kenapa? Harusnya aku yang nanya loh!" tegas Ica
"Yaudah langsung to the point aja!" suruh Gita
Ica kini duduk di samping mereka berdua, "Kenapa kamu nyeret aku?" tanya Ica pada Gita, lalu tatapannya beralih ke perempuan berbando biru, "Kamu juga, ngapain jambak aku?"
KAMU SEDANG MEMBACA
DUA TIPE
Teen FictionBintang Gala Pratama terus dibayangi masa lalu yang menyedihkan, ketika ia mencoba mengambil tindakan untuk pergi dan melupakan masa lalunya, ia bertemu dengan Kiana gadis cantik yang siap menemaninya. Namun, Bintang jatuh hati akan kebaikan Kiana d...
