Bagian 38|| Masa Lalu Kian

15 4 3
                                        

Vina memperhatikan Kian yang masih mengobrol dengan beberapa adik kelas, jika dilihat Kian adalah sosok yang baik dan manis, dia seperti malaikat. Dia selalu ramah dan mau membantu orang lain, lalu bagaimana dengan kejadian yang Vina lihat saat itu?

Vina menggelengkan kepalanya, menyadarkan diri agar tidak berpikiran buruk tentang Kian, ia melangkah mendekati Kian yang tak lagi mengobrol dengan adik kelas.

"Kian!"

"Eh, Vi. Mau kemana? Kumpul OSIS?" tanya Kian ramah

Vina tampak sedikit canggung, "Lo sibuk nggak? Gue mau bicara."

"Nggak sih, boleh, bicara aja."

Vina melirik keadaan sekitar yang sangat ramai karena mereka di depan perpustakaan saat ini, "Gimana kalo di taman aja, biasanya jam segini sepi sih soalnya lagi pada di kantin."

"Penting banget nih kayaknya," ujar Kian sambil mulai melangkah menuju taman lalu disusul dengan Vina

"Ya, sedikit penting lah."

Mereka tiba di taman dan kini mereka duduk di kursi taman, Kian menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.

"Bintang dimana, Ki?" tanya Vina

Kian terperanjat, "Emm, di kelas mungkin. Soalnya abis pelajaran tadi gue langsung manggil Bu Naili buat nanya tugas bahasa Indonesia."

"Ooh," sahut Vina

"Kenapa kok lo nanya Bintang? Emang di kelas nggak ada?"

"Oh bukan," sahut Vina segera, ia bingung harus memulai dari mana dan seperti apa, tapi yang pasti ia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi antara Kian dan Damar

"Gue sebelumnya minta maaf ya, soalnya pertanyaan gue agak-"

"Pake minta maf segala, eh gue ini temen lo! Masih aja lo, lagian biasanya kan lo yang paling cablak."

"Heheh iya sih," ujar Vina, lalu ia mempersiapkan kata untuk memulai pertanyaannya, "Lo sama Bintang bahagia nggak sih? Maksudnya kehidupan lo jadi lebih baik atau gimana gitu."

"Emmm iya bahagia, dia baik dan dia sayang gue. Kenapa?"

"Lebih bahagia mana? Saat lo masih sama Damar atau sama Bintang?"

"Tunggu-tunggu, kenapa lo tiba-tiba nanya gitu? Gue ada salah?"

"Bukan, ya gue cuma nanya aja. Siapa tahu lo nggak bahagia sama Bintang atau Bintang berkhianat sama lo atau-"

"Dia baik pokoknya dia baik, tapi.."

"Tapi apa?"

"Gue lebih bahagia sama Damar."

Kan benar, Vina memang melihat Kian tidak sepenuhnya menyukai Bintang, ia tak seceria dulu saat bersama Damar.

"Kok bisa?"

"Gue udah kenal sama Damar dari SMP, mulai deket pas awal masuk SMA dan dia kakak kelas gue, gue sering dihukum buat minta tanda tangan dia, foto sama dia, dan akhirnya kita bisa deket dan jadian. Dia baik, dia selalu melindungi gue dan nggak akan buat gue terluka. Dulu dia anggota OSIS dan itu juga yang buat gue minat masuk ke OSIS, dan.."

"Dan?"

Kian tertunduk, ia menyembunyikan wajahnya dibalik rambutnya yang panjang, "Gue selingkuh."

"Kok bisa?"

Mata Kian memerah, ia benar-benar ingin mengeluarkan air matanya, "Dan selingkuhan gue itu kakak Damar sendiri, kakak tiri Damar yang sering gue lihat pas gue diajak dia ke rumah."

DUA TIPECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang