Gita baru saja sampai di parkiran, ia melepas helmnya dan kini ia bisa melihat Ica yang baru saja turun dari mobil, ia tersenyum dan hendak memanggil Ica namun tiba-tiba ada seseorang lelaki yang datang menghampirinya, jika dilihat-lihat Gita pernah melihat orang ini.
"Lo Gita?" tanya cowok itu dengan wajah datarnya
"Iya, kok lo tau nama gue?"
"Ikut gue!" ujarnya sambil berlalu dan meminta Gita untuk mengikutinya
"Emang lo siapa? Dateng-dateng nyuruh ikut, mau culik gue lo ya?" celoteh Gita, namun nyatanya ia mengikuti langkah cowok itu karena rasa penasarannya
Cowok itu tidak menanggapi sama sekali, membuat Gita berlari dan menghadang langkah cowok itu dan terhenti, "Kalo gue liat liat, lo anggota Farmon ya? Ada urusan apa lo sama gue?"
"Wakil ketua Farmon lebih tepatnya!"
Gita mengeluarkan smirknya, "Ada urusan apa? Mau nyulik gue lo? Jangan harap lo gue kaya cewek-cewek lain ya yang mau diajak kemana aja karena kegantengan lo!"
Cowok itu hanya menatap Gita datar, "Ikut gue!"
"Nggak!"
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang ramai dari belakang, dan seketika itu lengan Gita di tarik oleh cowok tadi dan menyembunyikan tubuh Gita di balik tubuhnya.
"Kurung dia Ron, jangan sampe ada penyusup!" ujar Damar yang berdiri tegak membawa pasukannya, mereka telah bersiap untuk perang siang ini, dapat di pastikan orang-orang itu membolos sekolah
"Siap, Dam! Gue bawa dia pergi," ujar Damar sambil menarik lengan Gita
Gita terkejut, apa maksud dari penyusup? Dirinya penyusup?
"Lepasin gue, gue bukan penyusup!" ujar Gita sambil meronta meminta untuk di lepaskan dari cekalan tangan Aron
"Lo nggak akan di apa-apain, cukup diem!" ujar Aron sambil menatap mata Gita
Gita gemetar saat mata yang sedari tadi ia lihat dengan tatapan datar kini berubah menjadi tatapan yang menusuk dan membuatnya takut. Padahal, tak ada seorangpun yang bisa membuatnya ketakutan.
Gita di bawa ke gudang sekolah, memang tidak di apa-apakan, dirinya hanya duduk diam dan tak boleh kemana-mana karena pintunya di kunci dan di jaga oleh laki-laki bernama Aron ini.
Aron juga di dalam, ia belum pergi dan tengah sibuk memainkan ponsel untuk menghubungi keadaan di lapangan seperti apa.
Gita memperhatikan wajah serius cowok itu, kalo sedang diam seperti itu tampak garang dan menyeramkan.
"Berhenti liatin gue!" ujar Aron tanpa menoleh dari ponselnya
Gita mengalihkan pandangannya, "Gue bukan penyusup."
"Tapi lo sepupu Darko."
Seketika itu Gita menatap Aron penuh pertanyaan, "Lo tahu? Dan, kalo lo tahu gue sama sekali bukan penyusup dan gue udah nggak dan urusan lagi sama orang itu!"
"Semalem Darko sendiri yang share foto lo, dan bilang kalo lo penyusup!"
Anjing batin Gita, Darko benar-benar ingin menghancurkan segala yang sudah ia perjuangkan.
"Nggak bisa ngelak kan?"
"Kalaupun gue ngelak, apa lo percaya?"
Aron tersenyum, "Percaya."
Gita tampak sangat asing dengan senyum itu, apakah manusia sedatar dia bisa tersenyum? Dan, kenapa bisa semanis itu?
"Makasih udah bilang gue ganteng, tapi gue risih diliatin kaya gitu!"
KAMU SEDANG MEMBACA
DUA TIPE
Roman pour AdolescentsBintang Gala Pratama terus dibayangi masa lalu yang menyedihkan, ketika ia mencoba mengambil tindakan untuk pergi dan melupakan masa lalunya, ia bertemu dengan Kiana gadis cantik yang siap menemaninya. Namun, Bintang jatuh hati akan kebaikan Kiana d...
