Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bagian 37 || Rumah Pohon

17 4 0
                                        

Ica menatap Hana sekilas, lalu Hana hanya membalas senyuman canggung saat di tatap oleh Ica.

"Katanya ke pantai, sejak kapan pantai segini sempitnya," ujar Ica dengan kesal

"Siapa yang bilang gue di pantai? Orang gue masih di sekolah," sahut Gita

Hana mencubit lengan Gita sejenak dan ya Ica paham apa maksudnya, mereka kini tengah berada di markas Farmon. Gita bilang dia ada urusan mendadak dan harus diselesaikan disini.

"Em, kamu nggak marah sama kita kan?" tanya Ica tiba-tiba

"Ngapain gue marah sama kalian, kurang kerjaan banget," jawab Gita acuh

"Ya kan, kemarin-"

"Ya gue kan udah jelasin, udah deh ga usah mellow, gue tahu tujuan lo Han. Lo mau hibur Ica kan?" potong Gita

Hana mengangguk, dan kini ia menatap Ica yang masih duduk sambil menatap jalanan kota, ya mereka berada di luar markas bukan di dalam.

"Lo ada urusan apa Git? Sama siapa? tanya Hana

"Ngga usah kepo lo!" jawab Gita

"Dih, orang gue nanya."

"Ya lo-"

"Udah dong, kebiasaan banget kalian," potong Ica dengan nada tak semangat

Mereka tidak membolos, kebetulan sedang jam istirahat dan guru yang mengajar sedang sakit jadi mereka memutuskan untuk keluar dari kelas, beda tipis.

"Tapi, aku jadi pengen ke pantai beneran. Aku kangen suara ombak, aku pengen main pasir, aku pengen ke..."

"Kemana?" tanya Hana

Ica menundukkan kepalanya lalu tiba-tiba ia menggelengkan kepalanya dengan cepat, "nggak kok, nggak kemana-mana."

Di keheningan mereka, tiba-tiba ada suara sepatu yang mendekat dan membuat mereka menoleh tanpa sang pemilik sepatu memanggil.

"Disini ada yang namanya Ica?" tanya Damar

Semuanya terkejut, terlebih Ica ia yang tengah memikirkan banyak hal kini fokusnya terarah pada Damar yang berdiri tegak d hadapannya.

"Kenapa kak?"

"Ikut gue sebentar," pintanya lalu ia melangkah lebih dulu

Mungkin dalam pikiran Ica, ia memang ingin berbicara banyak hal dengn Damar, karena memang lelaki itu misterius dan membuat Ica penasaran ada apa dengan dia dan Kian.

"Ca!" cegah Hana

"Nggak pa-pa," jawab Ica lalu ia segera mengikuti langkah Damar didepan sana

Sampai di suatu tempat yang jauh dari markas, kini Damar berhenti dan menunggu Ica yang masih melangkah kecil menuju kearahnya.

"Kenapa kak?" tanya Ica yang menyipitkan matanya karena panas

"Lo kemarin liat gue? Pas di mall?"

Ica mengangguk ragu, tapi Damar bisa menangkap bahwa gadis yang ada di hadapannya menjawab iya.

"Lo pantes sama Bintang, jangan sampai wanita licik seperti Kian dapat laki-laki baik kaya Bintang."

Ica tak paham yang di bicarakan Damar, ia memiringkan kepalanya dan mengerutkan alisnya, "Maksudnya?"

"Dia masih ngejar-ngejar gue."

"Hah?" Ica benar-benar terkejut, padahal ia bisa melihat bahwa Kian selalu tersenyum di hadapan Bintang dan meskipun terkadang memang meragukan

DUA TIPECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang