Ternyata ada jajahan senyaman ini.
Seperti terikat tapi aku masih merdeka.
Seperti disandera, tapi tidak tersiksa.
Keabu-abuan mu.
Rapsberry Latte
Jam sudah menunjukan pukul 11 malam. Gadis dengan tubuh yang jiwanya sudah separuh melayangpun akhirnya sampai di kosan. Ia langsung merebahkan badannya dikasur, membiarkan gravitasi bumi menyedotnya. Gadis mulai memainkan telepon genggamnya. Dari semua notifikasi yang muncul dilayarnya, ia memilih satu, yaitu sebuah pesan.
Gimana hari ini?
Belum tidur, Max?
Sebentar lagi.
Gimana hari ini?
Baik, ayah kelihatan senang
aku memintanya untuk
berkeliling kantor besok.
Eh, kamu belum jawab
pertanyaan aku!
Hahaha.
Hari ini kesel.
Kesel kenapa?
Males ketik.
Belum ada sedetik ia membalas pesan tersebut, nada dering telepon masuk. Gadis pun segera mengangkatnya.
"Halo, boleh bicara sama Gadis?"
"Gadisnya sudah tidur."
"Yah sayang sekali, padahal aku sudah didepan kosannya."
"Kamu serius?!" ia langsung bangun dari tempat tidurnya.
"Yah enggak lah."
Gadis juga berpikir itu hal yang mustahil. Itu hanya berlaku di film atau novel romantis. Kenyataanya tidak mungkin seperti itu. Tapi kenapa tetap saja dia kecewa dengan kenyataan kalau Max tidak ada didepannya saat ini. Apa dia mengharapkan keberadaan Max? Padahal biasanya dia bisa menjalaninya sendirian selama ini.
"Kenapa kesel?" tanya Max.
"Hari ini Kelvin datang."
"Oh, begitu. Terus?"
"Terus apa?"
"Terusin ceritain buat apa dia datang, niat nya apa, terus terjadi apa sampai kamu kesel Ya Tuhann !!!"
"KOK JADI KAMU YANG KESEL?"
"Iya, maap."
"Hahaha. Kesel aku jadi hilang."
"Bagus. Kalo gitu lanjutin." senang Max.
"Gak ah, karna udah hilang jadi gak mau ingat lagi."
Max hanya bisa menarik nafas panjang. Ia kewalahan dengan mood Gadis yang naik turun melebihi wahana dufan. Gadis memang selalu bersikap dewasa tapi tetap saja tidak menutup kemungkinan ia punya sisi anak kecil seperti ini.
"Makan malam sana." Max mengubah topik.
Ia tidak bertanya lagi apa Gadis sudah makan atau belum. Ia sudah bisa menyimpulkan kebiasaan perempuan itu saat menginap di kosannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Thanks A Latte [END]
RomanceNamanya Allula Gladis, biasa dipanggil Gadis. Seorang barista paruh waktu yang sebetulnya menghabiskan seluruh hidupnya untuk cafe tempat ia bekerja. Suatu hari, cafe nya mendapat pelanggan sekelompok anak muda. Itulah awal dari bertemunya Gadis den...
![Thanks A Latte [END]](https://img.wattpad.com/cover/278335101-64-k823151.jpg)