Latte sendiri memiliki makna banyak untuk Max. Latte yang mempertemukan dia dengan Gadis. (Allu)Latte yang menyelamatkan hidupnya dari teror. Dan sekarang (Aru)Latte yang akan membantunya untuk terus mengingat nama Gadis seumur hidupnya.
Karna itu Max bicara padaku bahwa banyak dari Latte ikut urus campur dalam hidup dan menyelamatkannya. Dia merasa perlu berterima kasih untuk orang-orang itu.
"Mereka selalu marah ketika aku bilang 'Thanks a lot, ya!' setiap pertemuan dengan mereka." ucap Max.
"Konteksnya kamu lagi makan jagung rebus kali, makanya bingung."
"Padahal untuk kebaikan mereka yang gak akan pernah bisa kubalas, kurasa mengucapkan terima kasih terus-menerus sudah sewajarnya."
"Yaudah. Biar mereka gak bosen dengernya, sekarang denger aku. Plesetin 'Thanks a Latte'. Mereka gak akan marah lagi."
"Iya kah?"
"Paling bingung."
Max tertawa, aku lebih-lebih. Ide yang aneh, tapi tidak begitu buruk. Buktinya Max berhasil membuat mereka bungkam, aku berhasil menyelesaikan cerita ini.
• • •
Pada akhir cerita ini aku hanya ingin mengatakan terima kasih untuk Max, Gadis dan kawan-kawan, untuk perjalanan dan perjuangan mempertahankan perasaannya masing-masing.
Pada akhir cerita, aku berterima kasih untuk kalian yang mau terus berjalan meskipun disetiap harinya sangat menyebalkan harus menunggu cerita selanjutnya.
Aku menulis cerita ini agar suatu saat belahan jiwaku sudah ditemukan, ia bisa membaca cerita dan menangkap apa yang aku butuhkan.
Max adalah tokoh yang aku ciptakan sebagai sosok yang aku impikan di masa depan. Bukan karna segala hartanya ataupun berapa banyak barang yang sudah ia beri kepada Gadis. Melaikan sosok yang tidak neko-neko dan menerima seseorang apa adanya karna ia tau, ia sendiri penuh kekurangan.
Sosok yang ingin mengembangkan diri untuk menjadi yang terbaik bagi wanitanya. Ia tidak pernah lelah melawan dirinya yang kemarin dan siap menantang dirinya di hari besok.
Sosok yang selalu hangat diajak bicara serius, bercanda maupun bertengkar.
Sosok yang terlalu sempurna untuk aku sampai aku berkaca bahwa aku terlalu kurang untuknya. Sosok yang membuat aku sampai berkata 'aku juga harus berubah untuk nya.'
Tapi dilain sisi, hidup tidak selamanya menyenangkan untuk kita yang menjalankan. Selama kamu hidup di dunia ini, kemungkinan selalu bisa saja terjadi. Yang tertindas akan terbalas, yang jahat bisa saja mati dengan ganas atau justru panjang umur.
Kalau dalam mencapai kesuksesan bukanlah sebuah perlombaan, tapi bagiku dalam urusan cinta itu bisa dikatakan sebuah pertandingan.
Tapi lucunya, didalam sebuah hubungan, ada yang sangat mudah dipersatukan tapi salah satu harus berjuang sendirian. Ada yang keduanya saling mencintai tapi dipisahkan begitu hebat dan sadisnya.
Jangan seperti Quin yang mencintai orang lain sampai lupa dirinya sendiri tidak ada yang mencintai.
Jangan seperti Eden yang hanya cinta dalam diam. Karna sekecil apapun bentuknya, sebuah perasaan harus diperlihatkan.
Jangan juga seperti Kelvin yang penuh ambisi sampai orang yang ia cintai tidak merasakan cinta itu.
Tapi cinta lah seperti awal Gadis mencintai Max. "Cinta yang paling tulus adalah cinta yang didasari kasihan." Itu yang aku dapatkan dari salah satu komika yang kuhormati. Biasa dipanggil bang Uus. Setelah kupikir-pikir benar juga, karna kalau kamu cinta dan dia bersikap buruk sama kamu, lama-lama kamu pun bisa capek dan parahnya sampai benci. Tapi jika kalau kamu kasihan sama dia, kamu gak akan bisa membenci orang itu bagaimanapun caranya ia mengecewakan dirimu.
Kuharap respon kalian tidak marah karna merasa harga dirinya diinjak merasa perlu dikasihani. Aku harap kalian seperti Max yang terima saja dikasihani oleh Gadis. Karna dia sadar betul dirinya sedang dicintai.
Terima kasih untuk waktu berharga dalam hidup kalian yang diberikan hanya untuk membaca ceritaku yang tidak seberapa ini. Kecup!
Kalau ada hal yang kamu tidak suka, tolong maafkan dan segera abaikan. Jika ada hal yang kamu suka, silahkan tag aku di sosial media. Dengan sangat senang aku akan merepostnya.
Oh iya. Kedepannya, aku punya satu cerita menarik dari kisah seseorang. Kamu mau baca cerita aku lagi?
KAMU SEDANG MEMBACA
Thanks A Latte [END]
RomanceNamanya Allula Gladis, biasa dipanggil Gadis. Seorang barista paruh waktu yang sebetulnya menghabiskan seluruh hidupnya untuk cafe tempat ia bekerja. Suatu hari, cafe nya mendapat pelanggan sekelompok anak muda. Itulah awal dari bertemunya Gadis den...
![Thanks A Latte [END]](https://img.wattpad.com/cover/278335101-64-k823151.jpg)