Namanya Allula Gladis, biasa dipanggil Gadis. Seorang barista paruh waktu yang sebetulnya menghabiskan seluruh hidupnya untuk cafe tempat ia bekerja. Suatu hari, cafe nya mendapat pelanggan sekelompok anak muda. Itulah awal dari bertemunya Gadis den...
Meskipun tidak bisa sampai akhir, setidaknya aku bersyukur sudah menjadi 'pernah' bagimu.
Rapsberry Latte
"O-oh.. H-hai.." sapa Dame terbatah.
Alex meniup beberapa salju yang menempel disarung tangannya. Lalu mengarahkannya kepada Dame.
"Kamu tau tujuan utama Tuhan menciptakan tangan apa?"
"Buat mempermudah aktivitas?"
"Bukan. Agar manusia bisa sering membantu satu sama lain dengan tangan ini."
"Maksudnya?"
"Contoh sederhananya seperti ini."
Alex menggenggam tangan Dame dan mengajaknya berdiri tegap.
"Ayo, main ice skating." ajak Alex.
Dame tersenyum, menggenggam balik tangan Alex dan mempercayakan seluruh kepercayaannya kepada Alex.
Mereka semua asik menikmati musim dingin Iceland. Alex dan Dame yang masih terus melanjutkan kursus dadakan ice skating, Nathan dan Sam yang tengah asik bermain lempar-lemparan bola salju, Max dan Gadis yang sedang membangun benteng beserta para perajurit boneka saljunya. Kelvin dan Eden? Mereka sedang duduk santai menikmati segelas coklat panas dan menonton mereka semua bersenang-senang.
• • •
16.00 PM
Matahari sudah terbenam, Gadis dan kawan-kawan pun memutuskan untuk explore kuliner. Menjelang natal, di ibukota memang sering mengadakan festival. Iceland terkenal dengan banyak menggunakan ikan dan domba sebagai bahan makanan utamanya.
Gadis dan kawan-kawan memilih salah satu restaurant yang menarik perhatian mereka. Desain interiornya sangat klasik dan hangat di mata mereka. Mereka pun segera duduk dimeja panjang dan mulai memilih makanan.
"Long time no see, Max." suara seksi terdengar dekat di kuping Max.
Max terkejut dengan kedua tangan yang melingkari dan kepala yang bersandar di bahunya.
"Hei Quin!"
"Oh hai, Kelvin! I miss you." suara seksi itu berubah menjadi suara ceria.
"Guys, kenalin ini Quin." ucap Kelvin.
"Hai! Aku Abigail Quinessa. Bisa panggil aku Quin. Aku teman seangkatan Kelvin dan lainnya sewaktu kuliah."
"Dan tunangan Max." senyum Quin.
ABIGAIL QUINESSA
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.