Aku tidak tau cara kerja cinta sampai akhirnya aku menyadari bagaimana aku bisa tersenyum hanya dengan melihat wajah seseorang saja.
Rapsberry Latte
"Hai." senyum Gadis menyapa pria yang ada didepannya. Max pun membalas senyuman Gadis itu, meskipun ia sadar itu senyuman palsu.
"Boleh tinggalin aku sendiri?" lanjut Gadis
"Enggak."
"Sumpah, demi apapun kamu gak punya hak untuk bilang enggak, Max! Ini rumah aku." nadanya mulai naik.
Gadis masih berada dalam tekanan shock yang hebat. Ia merasa dirinya yang sekarang belum punya kekuatan untuk terlihat baik-baik saja. Ia langsung masuk kamar dan berniat untuk menutup pintu. Tapi tertahan dengan tangan Max.
"Aku baik-baik aja, Max."
"Benarkah? Tapi kamu tidak terlihat baik-baik aja."
"Kalau begitu berhenti untuk melihat!"
Gadis berusaha untuk menyingkirkan tangan Max tapi tidak berhasil. Kekuatan mereka tidak sebanding. Air mata Gadis sudah tidak bisa terbendung lagi. Ia sudah kehabisan tenaga untuk berdiri tegap dan menahan tangisnya.
"Ada apa, Dis?"
Gadis pun menyandarkan kepalanya kebahu Max, perlahan air matanya turun. Tidak berisik dan tidak terlihat tanda seperti seseorang sedang menangis. Ia menangis dengan tenang.
"Kalau seseorang ingin sendiri, jangan tanya dia kenapa."
"Karna?"
"Karna harusnya orang itu bisa menahan air matanya. Tapi karna mendengar pertanyaan bodoh itu, air matanya jadi turun otomatis."
Max hanya diam, dia sebenarnya tidak mengerti apa yang dimaksud Gadis. Hanya saja dia membeku melihat apa yang sedang terjadi sekarang. Baginya untuk pertama kali sedekat ini dengan perempuan. Memang Gadis sering menggodanya atau menyentuh beberapa bagian tubuhnya, tapi kali ini berbeda. Seorang Gadis yang biasanya mempunyai aura dominan bagi Max, sekarang sedang seperti membutuhkan bahunya.
"Aku lapar." ucap Gadis setelah merasa air mata yang sudah kering di pipinya.
"Iya. Kali ini ke restaurant aja ya. Kamu kayaknya butuh tempat yang gak terlalu ramai untuk saat ini."
"Tapi jangan ditempat makan Max dan Kelvin waktu kecil."
"Kamu tadi diajak kesana?" Max kaget.
Gadis hanya mengangguk. Ia tidak mau pergi ketempat yang mengingatkannya dengan Kelvin. Mungkin semua rute yang dilewati mereka tadi siang saja sudah dikutuk oleh Gadis.
Gadis dan Max pun memutuskan untuk makan di restaurant pinggir pantai agar bisa bersatu dengan alam dan merasa tenang. Betapa dikagetkan kembali Gadis melihat mobil yang dibawa Max. Sebuah Ferrari putih terparkir didepan gang kosannya. Mengingat Max mempunya asisten pribadi sudah bisa terbayang ia adalah orang yang kaya raya.
Gadis berusaha untuk terlihat biasa saja, masuk ke mobil dan bersikap seolah itu adalah hal yang normal.
"Eden itu asisten pribadi kamu?"
"Astaga, dia masih memperkenalkan dirinya asistenku? Padahal aku selalu menyuruhnya untuk bilang saudaraku saja."
"Jadi dia itu siapa?"
"Dia anak dari asisten pribadi ayahku. Ayah dan aku sudah menganggap mereka seperti saudara. Dulu waktu kecil, Eden yang selalu melindungiku ketika Kelvin usil." Max antusias bercerita.
KAMU SEDANG MEMBACA
Thanks A Latte [END]
RomanceNamanya Allula Gladis, biasa dipanggil Gadis. Seorang barista paruh waktu yang sebetulnya menghabiskan seluruh hidupnya untuk cafe tempat ia bekerja. Suatu hari, cafe nya mendapat pelanggan sekelompok anak muda. Itulah awal dari bertemunya Gadis den...
![Thanks A Latte [END]](https://img.wattpad.com/cover/278335101-64-k823151.jpg)