Taman luas diterangi lampu yang menggantung di tali, dipayungi langit malam yang diselimuti udara dingin. Tidak seperti sebelum-sebelumnya, pesta ulang tahun perusahaan kali ini dilakukan outdoor. Om Marx sendirilah yang meminta konsep ini, ia suka sesuatu hal yang sederhana dan terlihat hangat.
"Tumben sekali pesta kali ini kamu yang menentukan konsep."
"Karna pesta kali ini special."
"Apa istimewanya?"
"Karna kali ini aku akan mengumumkan bahwa Max yang akan memimpin perusahaan."
Tante Dziwo terlihat terkejut mendengar kalimat itu. Suaminya tidak pernah membicarakan hal ini sebelumnya.
"Kamu gak bicarakan ini sama aku?"
Om Marx menggenggam tangan istrinya, "Aku sudah semakin tua, tugasku sebagai orang tua untuk membimbingnya menjadi orang berguna sudah selesai. Aku ingin mempercepat bersenang-senang di masa tuaku bersama kamu" Om marx tersenyum tulus, "Aku yakin kamu pasti mendukung hal ini."
"Pasti." tante Dziwo membalas senyum om Marx.
Semua tamu dari masing-masing anggota keluarga berkumpul. Om Marx dengan partner kerjanya, tante Dziwo dengan para ibu sosialita dan Max yang mengundang teman lamanya, Kelvin, Nathan, Sam dan Alex yang membawa Dame. Ada juga Quin beserta ayah dan ibunya.
"Oi perjaka glow up!" panggil Sam.
Max yang sedang mengambil buah bersama Lula pun merasa terpanggil. Mereka berlima menghampiri Max.
"Tuh Sam, orang tuh kayak Max. Gak expose hubungannya di sosial media, tapi media yang ekspos hubungannya. Lu expose cewek ini itu tapi gak ada yang dibawa kesini." nyinyir Nathan.
"Gak perlu bawa cewek, karna gua harusnya gua bawa kaca."
"Sorry, gua mah ada. Sayang aja di luar negri."
"Bule?" tanya Kelvin.
"Bukan. Ceweknya orang Indonesia tapi baru aja dapet beasiswa di Turki."
"Lu pacarin anak baru lulus SMA? Sakit." jawab Alex.
"Ini nih. Lu mah gak mikir ke depan." Sam sombong berlagak pintar. "Nanti kalau tua, kulit gua udah keriput, kulit istri gua masih kenceng!"
Sam mengedipkan sebelah matanya kepada Alex, "Belom ada kata terlambat Lex."
Tanpa pikir panjang Dame menarik kuping Sam cukup kencang.
"Sombong amat gak mau dikenalin." Kelvin mengalihkan topik.
Hubungan Kelvin dan Max masih belum baik semenjak kepergian Gadis. Satu tahun pertama mereka berdua mencari Gadis di Indonesia dan tidak mendapatkan hasil, Kelvin memutuskan untuk bekerja ke berbagai negara sambil mencari keberadaan Gadis. Ini pertama kalinya mereka betemu kembali.
"Ini Lula. Lula kenalin, ini teman-teman saya."
Lula pun berkenalan dengan mereka satu persatu. Dia cukup lama memperhatikan wajah satu persatu teman-teman Max, khususnya Dame.
"Jadi kapan kalian nanti kawin?" tanya Nathan.
"Eh .." Sam menanggapi.
"Nikah maksudnya." Nathan mengoreksi.
"Kalo kawin mah gak nanti dong. Kan udah."
Max tertawa kecil. Ia sudah lama tidak mendengar kombinasi dua orang bodoh ini. Di tengah asyiknya obrolan, Lula meminta izin untuk pergi sebentar ke dalam rumah.
"Jadi lu udah hopeless ya? Bagus deh, jadi gua lebih percaya diri untuk Gadis akan lebih milih gua ketimbang lu." ketus Kelvin.
"Enggak."
KAMU SEDANG MEMBACA
Thanks A Latte [END]
RomanceNamanya Allula Gladis, biasa dipanggil Gadis. Seorang barista paruh waktu yang sebetulnya menghabiskan seluruh hidupnya untuk cafe tempat ia bekerja. Suatu hari, cafe nya mendapat pelanggan sekelompok anak muda. Itulah awal dari bertemunya Gadis den...
![Thanks A Latte [END]](https://img.wattpad.com/cover/278335101-64-k823151.jpg)