15. Persiapan Liburan

937 113 18
                                        

Ketika mimpiku menjadi kenyataan lebih cepat dari yang aku bayangkan.
Dan aku bisa mengenalmu lebih dekat daripada yang aku harapkan.

Rapsberry Latte

"APA?!"

"Ayok siap-siap."

"Jangan bercanda Max."

"Aku serius. Emang kenapa?" polos Max.

"Aku gak punya duit, tau!"

Max tidak menjawab. Ia menghiraukan ucapan Gadis dan justru menaruh gitar ketempatnya kembali.

"Aku besok kerja, Max."

"Aku udah bilang sama pemilik cafe kamu."

"Tapi kasian temen-temen aku yang lain, pasti kurang orang."

"Aku minta untuk pelayan rumahku menggantikan selama kamu pergi. Pemilik cafe kamu juga gak keberatan."

"Tapi.."

"Tenang, ia cukup handal dalam bidang kopi." senyum Max.

*Drrtt ! Drrtt !*

Max mengambil ponsel dari sakunya dan segera mengangkat telpon tersebut.

"Halo Eden?"

"Gadis? Ini baru bangun."

"Oke."

Max memberikan ponsel tersebut kepada Gadis. Perempuan itu kebingungan ada urusan apa dirinya dengan Eden. Dia tidak merasa bahwa ia mempunyai urusan dengan Eden.

"APA YANG KAMU LAKUKAN?! CEPAT SIAP-SIAP!" terdengar suara perempuana yang Gadis sangat kenal suaranya.

"Dame?"

"Aku sedang sibuk mengurus ini itu, kamu justru enak-enakan seperti tuan putri!"

"Kamu juga ikut?"

"Kenapa?! Gak boleh?!"

"Bukan gitu."

"CEPAT SIAP-SIAP!"

Dame langsung menutup telponnya. Apa yang dipikirkan temannya itu sekarang? Bukannya dia sendiri yang bilang jangan terlalu dekat dengan pelanggan? Tapi sekarang dia sendiri yang terbuai dan bertindak semaunya.

"Max, maaf tapi aku gak bisa .."

"Kenapa? Bukannya kamu ingin main salju?"

"Aku bukan anak kecil, Max."

"Tapi kemarin kamu nangis mau bikin boneka salju, Dis."

Gadis diam kebingungan. Apa yang sudah ia lakukan semalam? Apa saja yang di katakanny semalaman sampai bangun melihat semua keajaiban ini? Ia benar-benar tidak dapat mengingatnya.

"Max, aku mabuk."

"Justru itu isi hati kamu yang sebenarnya, kan?"

"Max, aku gak bisa nerima ini."

"Begitu.. Sayang sekali kamu gak bisa ikut." Max kecewa.

"Gak apa. Kalau begitu, aku akan pergi kira-kira seminggu. Ada aku dan Eden. Jangan khawatir dengan temanmu, dia pasti kami jaga."

'Temanmu pasti kami jaga?' Apa maksudnya kalimat tersebut? Dame akan tetap pergi bersama Max? Dame dan Max? Jangan bercanda!

"Aku ikut!" Gadis langsung berubah pikiran.

"Kenapa?" Max tidak mengerti.

"Max, kamu pernah dengar, kalau dua laki-laki pergi, yang ketiganya itu setan."

Thanks A Latte [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang