Warning Typo bertebaran!!!
Happy Reading ❤️"Ibu,Cariesta mau dibawa kemana ibu?"tanya Cariesta dengan agak meringis karena pergelangan tangannya sakit di cekal terlalu kasar oleh Ibu Chintia.
"Udah sini ikut kamu,nggak usah ngebantah!"jawab Ibu Chintia masih dengan menyeret Cariesta menuju kamar Cariesta.
Sesampainya di kamar Cariesta Ibu Chintia mengunci Cariesta di kamarnya.
"Ibu,ibu jangan kunciin Cariesta di kamar ibu,"teriak Cariesta seraya menggedor-gedor pintu kamarnya.
"Diam kamu jangan berisik!! Awas aja kalo sampai adik kamu bangun Ibu bakal ngasih kamu hukuman yang lebih berat lagi."ucap Ibu Chintia dari balik pintu kamar Cariesta.
"Tapi Cariesta mohon jangan kunci di kamar Bu,"mohon Cariesta pada Ibu Chintia.
"Masih mending kamu Ibu kunci di kamar jadi diem sebelum Ibu kunci kamu di gudang!!"Ancam Ibu Chintia seraya pergi dari depan kamar Cariesta menuju kamarnya.
"Ibu kenapa sih kunciin aku di kamar?"tanya Cariesta pada dirinya sendiri sambil terisak.
Cariesta pun menangis sambil menyandarkan tubuhnya di pintu kamarnya,tak terasa ada yang mengalir dari hidung nya dia pun beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan hidung nya.
Sesudah membersihkan hidung dan tubuhnya Cariesta menuju tempat tidurnya lalu ia memejamkan matanya.
Di tengah malam Cariesta merasa ada yang mengelus rambut nya ketika ia membuka mata ternyata tidak ada siapa-siapa di kamarnya.
"Ah mungkin cuman perasaan aku aja,lagian mana mungkin masih ada yang bangun jam segini."gumam Cariesta seraya menutup matanya untuk melanjutkan tidurnya kembali.
Kringggg
Terdengar suara alarm dari ponsel Cariesta,ia pun bangun dan mematikan alarm di ponselnya. Setelah mengumpulkan nyawa Cariesta beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Setelah mandi ia pun melaksanakan kewajiban nya sebagai agama Islam. Setelah selesai sholat Cariesta memakai seragam sekolah nya dan membuka pintu kamar nya yang ternyata sudah tidak di kunci oleh Ibu Chintia.
"Hah untung udah di buka jadi aku bisa sekolah,"ucap Cariesta merasa lega.
Cariesta pun menuruni tangga dan seperti biasa ia menuju dapur untuk membawa bekalnya,tetapi sekarang berbeda dari kemarin karena tidak terlihat Ibu,Ayah dan Adiknya makan."Bi,Cariesta pergi sekolah dulu ya,"pamit Cariesta pada Bi Sumi ketika sudah membawa bekalnya.
"Loh non ini kan masih pagi udah mau berangkat aja?"tanya Bi Sumi merasa heran.
"Iya bi, Cariesta mau pagi aja hehe,"ucap Cariesta sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
"Yaudah Hati-hati ya non,"ucap Bi Sumi.
"Iya bi, Assalamualaikum."pamit Cariesta seraya mencium tangan Bi Sumi.
"Waalaikumsalam non."jawab Bi Sumi.
Sesampainya di sekolah Cariesta memarkirkan motornya,ketika dia berjalan di koridor ia bertemu dengan Disa dan Dirga yang kebetulan sudah dari Kantin.
"Eh Dif udah dateng?"tanya Disa seraya berjalan beriringan dengan Cariesta sedangkan Dirga berjalan di belakang kedua gadis tersebut.
"Iya nih lagi pengen berangkat pagi aja."ucap Cariesta.
"Wahh bakalan ada hujan angin deh kayaknya,"sela Dirga ketika Disa akan berbicara.
"Apasih lo ikut nimbrung aja,"ucap Cariesta seraya mendelik merasa tidak suka.
"Suka-suka gue dong mulut-mulut gue ini,"sungut Dirga.
"Udah deh kalian ini masih pagi juga!"ucap Disa.
"Yaudah gue duluan ya awas jangan berantem lagi!"sambung Disa seraya masuk ke kelasnya yang memang terletak di lantai satu.
Sepeninggalan Disa mereka berdua berjalan beriringan tetapi tidak ada satu pembicaraan pun.
Ibu mulai beraksi nih
Menurut kalian mending sad ending atau happy ending aku bingung banget soalnya:(
Jangan lupa vote ❤️

KAMU SEDANG MEMBACA
Cariesta (End)
Teen FictionDifa Cariesta Salsabila siswa kelas 12 di SMA Chandra Bakti yang hanya dikenal oleh teman-teman seangkatannya. Cariesta itu nggak suka yang namanya keributan dia akan mengalah ketika berdebat kecuali ketika ia berdebat dengan Dirgantara Saputra si s...