Tidak ada kebetulan yang terjadi tanpa alasan di dunia ini termasuk pertemuan Kinanti Fara dengan Romeo Andrew Addison Clark yang mengira bahwa Kinan adalah Vania Willson, kekasihnya yang meninggal dalam tragedi kecelakaan pesawat 4 tahun silam.
Kin...
Saat tengah sarapan, Grace senyum-senyum sendiri sembari memperhatikan putranya. Bagaimana tidak, ia senang bukan kepalang karena pada akhirnya putranya itu menerima Natalie dan mulai menjalin hubungan dengannya.
Setiap Natalie usai berkencan dengan Romeo, Natalie akan meneleponnya dan menceritakan apapun padanya.
"Mama kayak nya bahagia banget, abis menang arisan ya?" tebak Olivia. Ia heran melihat Mamanya senyum-senyum sendiri.
"Lebih dari itu sayang," jawab Grace masih dengan senyuman lebarnya.
Olivia pikir Mamanya menang arisan dengan genk sosialitanya yang terdiri dari 15 orang wanita-wanita seusia Mamanya. Olivia tahu karena tak jarang setiap arisan tiba, ia di ajak untuk menemani Grace.
"Mama denger seharian kemarin kamu jalan sama Natalie terus semalam juga kamu nganterin Natalie ke pesta?" tanya Grace pada Romeo.
Romeo mengangguk membenarkan. Romeo yakin Grace tahu hal ini dari Natalie mengingat betapa dekatnya mereka.
Olivia memutar bola matanya jengah. Ia benci jika topik pembicaraan di meja makan adalah mengenai Natalie.
"Itu bagus kalau kamu makin dekat sama dia." Peter menimpali seraya tersenyum.
"Jangan lupa besok kosongkan jadwal kamu buat nemenin Natalie ke butik." Grace mengingatkan putranya.
Romeo tersenyum tipis menanggapinya. Peter dan Grace mendukung penuh hubungannya dengan Natalie karena sejak awal memang mereka lah yang menginginkan perjodohan ini.
"Ngomong-ngomong, pagi ini Papa nggak langsung ke kantor Romeo. Papa mau nganterin Mama dulu ketemu Pak Hendrick," ucap Peter kemudian bangkit berdiri. Ia sudah selesai dengan sarapannya di susul oleh Grace kemudian.
Romeo mengangguk mengerti.
Sepeninggal Peter dan Grace, Olivia pun bangkit dari duduknya. Diantara ia dan Romeo masih ada tiga pelayan yang berdiri tak jauh dari mereka berada untuk melayani mereka.
"Oliv juga duluan Kak. Oliv ada urusan sama Wilona." Olivia meninggalkan Romeo begitu saja. Belakangan ini Olivia lebih banyak menghindar saat dirinya dihadapkan dengan Romeo.
Sepertinya kini Olivia tahu apa yang Romeo inginkan. Romeo merasa ini lebih baik daripada Olivia terus menempel padanya membuatnya jengah dan muak.
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tatapan mata Romeo tak beralih sedetik pun dari Kinan yang tengah membereskan kamarnya. Ternyata Kinan lah yang kini bertugas membersihkan kamarnya bukan pelayan lain seperti biasanya. Pantas saja setiap pagi saat sarapan di meja makan dan Romeo berusaha mencari-cari keberadaan Kinan, ternyata gadis itu ada di sini.
Tadinya Romeo sudah akan berangkat ke kantor namun karena ada sesuatu yang ketinggalan di ruang kerjanya, Romeo pun kembali untuk mengambilnya tapi saat hendak masuk ke kamarnya, ia malah melihat Kinan.