FATED 25 : Niat tulus

5.2K 305 17
                                        

••• Happy Reading•••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

••• Happy Reading•••

Kinan tengah membereskan kamarnya. Ia tak menyangka semalam Romeo tidur dikamarnya. Ia pikir Romeo akan menginap di hotel saja tapi ternyata Romeo sudi tidur di kamar sederhana miliknya tanpa AC, tanpa ranjang yang empuk dan tanpa selimut sutera seperti dikamarnya.

Meski Romeo sudah kembali ke Jakarta, tak lama setelah sarapan dan juga setelah berpamitan pada Kahyang, Kinan merasa bau tubuh Romeo dan wangi parfum mahal Romeo masih tertinggal dikamarnya.

Romeo berpamitan kembali ke Jakarta selain karena Grace yang terus menanyakan keberadaannya dan juga pekerjaan yang sudah menantinya, Natalie merupakan alasan Romeo kembali.

Ya, Natalie terus mengirimkan pesan dan menghubungi Romeo membuat Romeo muak. Bahkan jika Romeo tidak segera kembali, Natalie akan datang menyusulnya. Natalie tahu Romeo tidak memiliki kepentingan apapun di luar kota selain untuk menemani Mikael. Natalie sudah memastikannya sendiri pada Peter dan Grace.

See... Baru melakukan pendekatan dan belum resmi bertunangan saja Natalie sudah seposesif itu padanya. Tapi mau bagaimana lagi, Romeo sendiri yang sudah setuju dengan perjodohan ini.

***

Masih sama seperti pagi-pagi sebelumnya, Kahyang melamun dengan pandangan mata kosong. Kinan khawatir jika Ibunya terus-terusan seperti ini, Ibunya bisa jatuh sakit.

Kahyang menitikkan air matanya. Ia tidak bisa lagi membendung air mata yang sudah mati-matian ditahannya. Ia berjanji tidak akan menangis lagi untuk ini tapi ia tidak bisa.

"Bu..." Kinan sedih melihat Ibunya menangis dan kehilangan nafsu makan. Sudah tiga hari Ibunya seperti ini.

"Apa kamu tidak membenci Ibu atas apa yang sudah Ibu lakukan di masa lalu?"

Kinan menggelengkan kepalanya tanpa ragu. "Ibu melakukan ini karena suatu alasan. Karena keadaan yang memaksa Ibu."

"Tapi Ibu adalah Ibu yang paling jahat yang pernah ada di dunia ini Kinan. Ibu mana yang tega memberikan anaknya..." Kahyang menjeda ucapannya. Ia menangis pilu dan memukul-mukul dadanya. Sakit rasanya saat mengetahui putri yang dilahirkannya sudah tiada setelah lebih dari dua puluh tahun lamanya mereka tidak bertemu.

Meski selama ini Kahyang menganggap bahwa hanya Kinan lah putrinya, tapi tetap saja di hati kecilnya terukir nama Kirana. Ia mencintai Kirana sama seperti mencintai Kinan meski hingga ajal menjemput, Kirana tak pernah tahu bahwa ia lah Ibu kandungnya, Ibu yang melahirkannya.

Kinan mencoba tegar meski ia merasakan hal yang sama dengan Ibunya. Sedih? Iya. Kecewa? Iya. Marah? Jangan ditanya! Jelas saja ia sedih, kecewa dan marah karena baru mengetahui bahwa ternyata ia memiliki saudara kembar tapi belum sempat mereka bertemu, kembarannya itu sudah tiada.

Kinan memeluk Ibunya. "Kinan tahu Ibu sedih dan terluka dengan keadaan ini. Kinan juga sama Bu. Kinan sedih lihat Ibu seperti ini."

"Maafkan Ibu. Ibu benar-benar jahat." Lagi, Pernyataan seperti itu lah yang Kinan dengar sejak Ibunya tahu hal ini. Kinan ingat sudah dua malam berturut-turut Ibunya tidak bisa tidur nyenyak dan mengigau dengan menggumamkan nama Kirana.

FATED [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang