Tidak ada kebetulan yang terjadi tanpa alasan di dunia ini termasuk pertemuan Kinanti Fara dengan Romeo Andrew Addison Clark yang mengira bahwa Kinan adalah Vania Willson, kekasihnya yang meninggal dalam tragedi kecelakaan pesawat 4 tahun silam.
Kin...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
••• Happy Reading •••
Romeo tersenyum tipis seraya memperhatikan Kinan yang masih terlelap tidur dengan berbantalkan lengannya. Semalam mereka tidur bersama. Tidur dalam artian tidur yang sebenarnya. Romeo lah yang ngotot tidak ingin pulang dan ingin tetap berada di sana saja meski berkali-kali Kinan mengusirnya.
Kinan terjaga sepanjang malam dan baru bisa tidur saat pukul 3 dini hari karena ia sudah sangat mengantuk. Dan saat Kinan ketiduran, Romeo kembali menarik Kinan ke dalam pelukannya hingga akhirnya Romeo ikut tidur bersamanya.
Drrtt!! Drrtt!! Drrtt!!
Romeo merogoh ponsel di saku celananya yang bergetar hebat menandakan ada panggilan masuk untuknya.
Romeo tersenyum miring saat melihat nama si penelepon.
"Natalie," gumamnya.
Romeo tidak bodoh. Ia ingat hari ini merupakan jadwal foto prewedding ia dan Natalie. Grace dan Peter sudah berkali-kali mengingatkannya supaya Romeo tak melupakan hari penting ini.
Seharusnya pagi ini Romeo melakukan perjalanan menuju Bali namun ia malah menghabiskan malamnya bersama Kinan dan mengutarakan isi hatinya pada gadis itu. Yang Peter dan Grace tahu, Romeo sudah berada Bali bersama Natalie.
Romeo melirik jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Pantas saja ia sudah merasa lapar karena sudah waktunya ia sarapan. Semalam ia juga melewatkan makan malamnya.
Dengan sangat hati-hati, Romeo menarik tangannya dari kepala Kinan dan menggantinya dengan bantal.
Lagi, Romeo mengamati wajah cantik Kinan dengan seksama. Romeo teringat pada pertanyaan yang Kinan tanyakan padanya semalam.
"Kamu yakin ini cinta dan bukan pelarian semata, sebagai pengganti Vania di hatimu?"
"Ini cinta, bukan pelarian atas kekosongan yang aku rasakan karena kepergian Vania. Kamu dan Vania berbeda. Aku... mencintaimu karena kamu adalah Kinan, bukan Vania." Tangan Romeo terulur meraba pipi Kinan. "Percayalah, kamu sudah memiliki tempat tersendiri di hatiku."
Saat Romeo akan beranjak dari ranjang, Romeo mendaratkan kecupan singkat di pipi Kinan. Ya Tuhan, mendadak hatinya terasa berbunga-bunga. Hal yang sudah lama sekali tidak pernah ia rasakan setelah Vania tiada.
"Aku nggak akan memaksa kamu. Aku akan memberi kamu waktu untuk membalas perasaanku."
***
Tadinya setelah Romeo keluar dari kamar Kinan, Romeo akan langsung ke kantor saja namun ia urungkan saat ia melihat Gery tengah berkutat di dapur tengah membuat sesuatu.
"Apa yang kamu buat?" tanya Romeo tanpa permisi.
Gery terkesiap. Ia pikir Kinan lah yang keluar dari kamarnya tapi ternyata... Tunggu! Kenapa sepagi ini Romeo ada di apartemennya? Apa Romeo menginap dan tidur bersama Kinan?