Happy reading 📖
Elyn menutup pintu rumah dengan pelan, di tangannya terdapat kresek besar penuh cemilan. Menatap sekeliling rumah yang sudah gelap karena larut malam, ia menyalakan flash ponselnya lalu menaiki anak tangga tanpa suara mengendap-endap.
Alasannya karena sekarang keselamatan cemilan yang bertoping serba cokelat itu. Jangan sampai tiang listrik alias Alaska menghabisi seluruh cemilan yang baru ia beli.
Puk
Elyn menelan ludah saat tangan dingin menyentuh lengannya.
Ia berbalik sambil berdoa dalam hati lalu mengarahkan flash kesana.
"aaaaa, kuntilanak setengah pocong!!!!"teriak Elyn membahana di seluruh mansion.
Sosok itu menarik telinga Elyn dengan keras.
Tiba-tiba mansion yang tadi gelap gulita sekarang terang. Elyn perlahan membuka mata lalu membola saat sosok yang ia sebut adalah mamahnya yang sedang berkacak pinggang yang sedang bermaskeran dengan daster putih panjang.
"loh mamah kapan pulangnya"heran Elyn.
"jangan alihin pembicaraan bontot"ucap galak Selenia.
"mamah diam aja dari tadi loh, jadi apa yang pembicaraan yang dialihkan"ucap Elyn.
"melawan kamu sama mamah iya?!"gas nyonya Philip membuat buluk kuduk Elyn merinding, beginilah kalau mempunyai nyokap galak.
"serem banget kayak singa betina"gumam Elyn pelan namun masih bisa didengar oleh telinga sensitif mamahnya.
"kamu ngatain mamah!?"ucap bringas Selena langsung mencubit lengan Elyn dengan penuh penghayatan.
"mah ampun, adek nggak ulangin lagi hueee"rengek Elyn membuat Selena melepaskan cubitannya.
"ahahahaha"suara dari pintu yang baru dibuka menampilkan Alaska yang baru bangun, niat hatinya ingin melontarkan kata mutiara bagi yang membagunkannya tengah malam tapi tak jadi saat melihat adiknya dengan wajah memelas memohon pada sang mamah, ingat wajah seperti itu adalah kesenangan bagi seorang Alaska.
"abang hueee"rengek Elyn saat Alaska menertawakannya.
"kalian ngapain ngumpul tengah malam, ngehitung nyamuk lewat?"suara bariton dari paruh baya yang memakai kemeja tidurnya.
"hueee papah, adek dicubit mamah"adu Elyn berlari mendekat pada tuan Philip.
"loh bontot kenapa dicubit sih mah"ucap Carlos membuat Elyn yang berada di dekapan sang ayah tersenyum puas.
"tanya aja sama anak bontot papah yang ngatain mamah singa betina"dengus Selenia.
"udah-udah, kembali tidur"ucap Carlos. Tuan dan nyonya Philip meninggalkan kedua anaknya.
Alaska menatap adiknya yang sedang bengong memerhatikan orangtua mereka yang hilang di undakan tangga lalu melihat kresek di tangan kecil itu.
Senyum evil milik Alaska terpatri jahat, dengan secepat kilat ia merebut kresek itu lalu menutup pintu kamarnya.
Elyn menatap tangannya beralih pada pintu yang baru ditutup.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nathaelyn [END]
Teen FictionEntah merasa sial atau sebaliknya, Elyn harus berhadapan terus-menerus dengan Nathaniel, senior di kampusnya yang begitu menyebalkan di matanya, setelah adanya pertemuan pertama yang begitu disesali gadis itu.
![Nathaelyn [END]](https://img.wattpad.com/cover/280712357-64-k687114.jpg)