Happy reading 📖
S
etelah memastikan Hazkie terlelap, Grace keluar dengan langkah gontai, langkah demi langkah terasa berat menghadapi masalahnya.
"permisi mbak"ucap Grace pada resepsionis yang sedang sibuk dengan komputer.
"iya mbak, ada yang bisa saya bantu?"tanya resepsionis dengan ramah.
"saya mau tau berapa biaya yang harus saya lunasi untuk operasi atas nama Hazkie ruangan 321b"ucap Grace dengan hati bergetar ketar ketir tak sanggup mendengar biaya yang mencapai ratusan juta itu.
"maaf mbak, biaya operasi atas nama Hazkie baru saja dilunasi dan besok operasi akan dilaksanakan"ucap resepsionis.
Grace terdiam kaku tak dapat mengespresikan suasana hatinya, ia merasa ini hanya mimpi, ia mencubit kulit tangannya namun terasa sakit.
"mbak lagi ngeprank saya yah? Please mbak, saya sedang tidak mau becanda, nggak lucu"ucap Grace.
"saya serius mbak, ini buktinya"ucap resepsionis memperlihatkan layar komputer pada Grace, disana sudah tertera bahwa biaya operasi sudah lunas.
"850.000.000!!!!"pekik Grace saat melihat melihat total nominalnya. Ia bahkan tak mempedulikan jika seluruh pasang mata menatapnya heran. Grace hampir saja jantungan, ia membayangkan uang ratusan juta yang tak akan pernah ia sanggupi melunasinya.
"kenapa biayanya sangat mahal mbak?"tanya Grace.
"begini mbak, biaya itu bukan hanya untuk operasi saja. Tetapi sampai pasien sehat kembali. Mulai dari masa penyembuhan sampai pasien pulang ke rumah dan sebagian juga untuk melunasi biaya pasien yang belum dibayar beberapa bulan lalu"jelas resepsionis itu.
Grace kembali terdiam. Memang benar, sudah beberapa bulan biaya rumah sakit Hazkie belum dibayar melihat biaya ekonomi mereka.
"siapa yang melunasinya mbak?"tanya Grace. Ia harus tau supaya ia dapat melunasinya dengan cara mencicil walaupun mustahil ia dapat melunasinya seumur hidup.
"maaf mbak, dia tidak memberitahu kami. Katanya jika ada keluarganya yang bertanya, ia bilang dia adalah seseorang yang menyayangi mereka seperti keluarga"ucap resepsionis.
Grace menatap tak percaya, bagaimana orang itu tak mau kebaikannya diketahui?, padahal banyak orang di luar sana memamerkan lebaikan deawan mereka walaupun tak terlalu besar. Tapi orang ini, ia benar-benar berbeda. Menyayangi mereka seperti keluarga? Grace dibuat bingung. Namun gadis itu bertekat untuk mencari tahu, ia harus membalas budi orang itu bagaimana pun caranya.
"perempuat atau lelaki mbak?"tanya Grace.
"saya hanya memberitahu jika dia seorang perempuan"jawab resepsionis itu seadanya.
***
"hay Elyn"
Elyn memutar bola matanya kesal saat Willna dengan senyum lebarnya duduk di sebelahnya. Gadis itu sekarang duduk menunggu Lay untuk bareng ke kampus. Ia hanya menggunakan kaos dan celana training dilengkapi sepatu converse putih. Ia pergi latihan cheers untuk minggu depan.
"lo lagi ngapain?"tanya Willna.
"nggak usah sok akrab"ucap Elyn dingin.
"emm, lo beneran pacaran ya sama kak Nat?"tanya Willna tanpa mempedulikan kalimat tak suka dari lawan bicara.
"lo kenapa nanya?!"tanya Elyn ngegas.
"cuman penasaran aja sihh, soalnya kak Nat itu suka banget dekat sama gue, dia tuh suka perhatian sama gue, lo tau sendirikan waktu gue pingsan, dia khawatir banget trus gendong gue ke ruang kesehatan. Jadi, gue pikir dia hanya jadiin lo pelampiasan aja. Gue saranin lo tinggalin kak Nat aja, gue cuman nggak mau lo sakit hati, gue nggak suka lo sedih"ucap Willna dengan wajah lembut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nathaelyn [END]
Novela JuvenilEntah merasa sial atau sebaliknya, Elyn harus berhadapan terus-menerus dengan Nathaniel, senior di kampusnya yang begitu menyebalkan di matanya, setelah adanya pertemuan pertama yang begitu disesali gadis itu.
![Nathaelyn [END]](https://img.wattpad.com/cover/280712357-64-k687114.jpg)