Happy reading 📖
"Ben jangan ngomong gitu"tekan Nathaniel saat melihat wajah Willna yang menyedihkan.
Ben memalingkan wajah cemberut.
"daddy kok belain tante ini sih?"kesal Ben melototkan matanya pada Willna dibalas wajah sendu yang dipelototkan.
Willna menggenggam tangan Nathaniel mencoba mencari perlindungan, membuat Ben turun dari gendongan Elyn lalu berlari memisahkan tautan tangan keduanya.
"tante kok pegang tangan daddy sih, daddy itu punya mommy"ucap Ben memeluk kaki Nathaniel lalu menatap garang Willna yang menunduk takut.
"Ben, siapa yang ajarin kamu kasar!?"ucap Nathaniel dengan nada agak tinggi.
Elyn menarik Ben di dekapannya menatap Nathaniel dengan tajam.
"lo juga kasar kalau nggak nyadar"ucap Elyn datar mengelus sayang kepala Ben.
Nathaniel yang sadar menatap Ben yang menatap sedih dan marah padanya.
"Ben"lirih Nathaniel dengan lembut mencoba mengambil Ben, namun bocah itu malah memeluk eret Elyn.
"udah deh, lain kali kalau mau mesra-mesra jangan disini, jangan juga kayak ulat ganjen dimana-mana, yuk Ben kita pulang main ke rumah mommy"ucap Nathaniel pada Ben membuat bocah itu semangat.
Elyn kembali menatap dua pasang manusia di depannya.
"gue bawa Ben pulang, nanti malam gue anterin. Yok lanjut lagi acaranya, mumpung anak lo nggak ada"sinis Elyn membawa Ben pulang meninggalkan Nathaniel yang memandang mereka dengan pandangan yang tak dapat diartikan dan Willna yang tetap mempertahankan posisi menunduk.
***
Mobil yang dipesan oleh Elyn berhenti di depan gerbang mansion mewah keluarga Philip. Satpam dengan sigap membuka gerbang.
Ben memandang sekeliling dengan kagum, genggamannya pada Elyn lepas menuju air mancur yang keluar dari tangan patung dewi Anthena.
"Ben awas jatuh, jangan dekat-dekat"pesan Elyn langsung mengangkat tubuh Ben dari belakang lalu menghujaninya dengan ciuman.
"ahahahaha, mommy geli"tawa Ben.
Tin tin
Klakson mobil mengalihkan aktivitas keduanya, Alaska turun dari mobil lalu menatap keduanya yang berjalan ke arahnya. Saat melihat Ben entah mengapa dadanya bergemuruh entak kenapa.
"tumben pulang cepat"ucap Elyn sambil menatap jam tangan miliknya.
"ya suka-suka orang ganteng dong, oh nih cebong nyulik di mana"ucap Alaska mematap Ben yang juga tengah menatapnya lekat lalu Ben mengulurkan tangan untuk digendong Alaska, dengan senang hati diterima sang empunnya.
Elyn mendelik sinis.
"cebong palamu, dia anak gue kenapa?!"ucap Elyn ngegas.
Alaska yang awalnya memerhatikan wajah tampan Ben beralih melototkan matanya pada sang adek.
"wah jangan ngada-ngada lo, nah ini nih kalau jomblo lumutan, halu bisanya"ucap Alaska.
"nggak nyadar diri pak, situ juga nggak laku"sindir kesal Elyn.
"ck, nggak usah bacot, nih gue serius nanya nih cebong siapa, dapat dimana, mana ganteng nggak ketulungan kaya gue lagi"ucap Alaska sambil memuji diri sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nathaelyn [END]
Teen FictionEntah merasa sial atau sebaliknya, Elyn harus berhadapan terus-menerus dengan Nathaniel, senior di kampusnya yang begitu menyebalkan di matanya, setelah adanya pertemuan pertama yang begitu disesali gadis itu.
![Nathaelyn [END]](https://img.wattpad.com/cover/280712357-64-k687114.jpg)